Harga Naik, Penjualan Mobil Listrik CKD Terancam Stagnan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Mahindra lebih pilih fokus bentuk pasar di Indonesia sebelum memutuskan untuk merakit mobil secara lokal
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – RMA Indonesia sekali APM dari Mahindra di Tanah Air tidak ingin terburu-buru memproduksi kendaraan secara lokal. Mereka lebih memilih untuk membentuk pasar dengan menghadirkan mobil secara CBU terlebih dulu
Dengan strategi tersebut maka diharapkan masyarakat bisa melihat keunggulan dari kendaraan yang mereka tawarkan lebih dulu. Bila hal itu bisa tercapai bukan tidak mungkin penjualan makin besar dan mereka bisa mempertimbangkan untuk memproduksi mobil di dalam negeri.
“Kita lihat dulu, kalau kebutuhannya meningkat tentu bakal dipertimbangkan,” ungkap Toto Suharto, Country Manager RMA Indonesia (05/12).
Untuk meningkatkan penjualan, pihaknya akan menambah jumlah diler. Selain itu beragam layanan juga akan terus diberikan buat pelanggan.
Hal ini penting mengingat memasarkan kendaraan asal India tidaklah mudah. Ada beragam tantangan yang harus dihadapi terutama jika hadir dengan merek baru.
“Tapi sekarang konsumen sudah cerdas untuk melihat apakah produk yang dibeli value for money,” tegasnya.
Keputusan RMA Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menggarap pasar Tanah Air patut diapresiasi. Sebab ketatnya persaingan merek baru merupakan situasi yang tak dapat dipandang sebelah mata.
Sebelumnya diberitakan bahwa RMA Indonesia selaku APM dari Mahindra berencana memperluas pasar di Indonesia. Salah satunya adalah dengan masuk ke segmen mobil penumpang yang pasarnya cukup besar.
“Mudah-mudahan tahun depan kami bisa mendatangkan kendaraan penumpang. Karena selama ini memang Mahindra lebih banyak di perkebunan atau tambah sehingga perkotaan kurang terlihat,” ungkap Toto.
Komitmen tersebut diharapkan bisa meningkatkan penjualan kendaraan di Tanah Air yang saat ini masih penuh tekanan. Pasalnya masyarakat jadi memiliki lebih banyak pilihan mobil untuk dimiliki.
Ia juga mengungkap tidak menutup kemungkinan bakal membawa EV ke Indonesia. Pasalnya mereka memang memiliki model di segmen tersebut.
“Mahindra sudah memiliki mobil listrik di India, jadi saya kira itu akan menjadi hal menarik di Tanah Air. Tapi semua bisa menjadi opsi apakah ICE, EV atau malah keduanya,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 11:00 WIB
30 Maret 2026, 20:43 WIB
30 Maret 2026, 14:00 WIB
26 Maret 2026, 17:00 WIB
16 Maret 2026, 17:08 WIB
Terkini
29 April 2026, 22:43 WIB
Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari
29 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri
29 April 2026, 15:49 WIB
Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga
29 April 2026, 13:00 WIB
Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025
29 April 2026, 12:12 WIB
Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air
29 April 2026, 11:00 WIB
Lepas E4 yang akan masuk RI bakal dirakit difasilitas produksi milik PT Handal di kawasan Pondok Ungu, Bekasi
29 April 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Destinator dibekali fitur-fitur terkini yang bisa menambah kenyamanan berkendara para konsumen
29 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di waktu terbatas, jangan sampai terlambat sebab tidak ada dispensasi