Penjualan Mobil Cina Anjlok 13 Persen, Insentif Jadi Biang Kerok
08 Juli 2026, 09:00 WIB
Luhut incar Tesla dan BYD datang dan bangun pabrik di Indonesia karena insentif pemerintah sudah diberikan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menegaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan negosiasi dengan produsen kendaraan listrik. Diharapkan adanya bantuan pemeritah pada masyarakat bisa menarik minat investor.
Terlebih Luhut incar Tesla dan BYD untuk membangun pabrik di Tanah Air. Kedua pabrikan tersebut memang dikenal sebagai produsen mobil listrik terbesar.
“Insentif jadi sangat penting karena ada dua perusahaan besar dunia yang sedang kita finalisasikan negosiasinya. Harapannya dengan dikeluarkan aturan baru dapat membuat posisi Indonesia jauh lebih kuat,” tegas Luhut.
Sayangnya hingga kini pemerintah belum menyampaikan besaran bantuan pemerintah yang diberikan setiap pembelian. Mereka hanya menegaskan bahwa insentif akan diberikan untuk 35.900 unit mobil listrik dan 138 unit bus elektrik hingga Desember 2023.
Sementara untuk sepeda motor aturannya lebih terbuka karena besarannya sudah disampaikan yaitu Rp7 juta per unit. Setidaknya ada 200.000 sepeda motor listrik baru dan 50.000 unit hasil konversi yang mendapat keringanan.
"Setelah diumumkan, kami akan negosiasi dengan beberapa investor potensial agar ke sini. Kendala dari mereka adalah ingin melihat Indonesia memberikan insentif yang sama seperti negara lain, jadi kalau kita tidak memberikan ya pasti lepas," tegas Luhut.
Ia pun menambahkan bahwa meski Tesla baru membangun pabrik perakitan baru di Meksiko beberapa waktu lalu, bukan berarti peluang pembangunan pabrik di Asia Tenggara hilang. Menurutnya negara tersebut adalah halaman belakang dari Amerika Serikat sehingga wajar bila mendirikan fasilitas di sana.
“Meksiko itu backyard (halaman belakang) Amerika Serikat, tentu mereka bangun pabrik di sana,” ungkapnya.
Padahal menurutnya, Elon Musk, CEO Tesla pernah berencana untuk membangun pabrik berkapasitas 1 juta unit per tahun di ASEAN. Hanya saja, negara tujuannya hingga saat ini masih belum jelas.
“Di region (kawasan) ini mereka masih punya komitmen yang saya dengar 1 juta mobil, apakah itu ke Indonesia, ya kita lihat saja beberapa hari ke depan,” pungkas Luhut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Juli 2026, 09:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
24 Juni 2026, 23:00 WIB
24 Juni 2026, 11:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
14 Juli 2026, 22:23 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara ada banyak cara, seperti memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Saat ini banyak yang mengira biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik terletak di baterai yang digunakan
14 Juli 2026, 21:43 WIB
Mayoritas konsumen ternyata memilih Jetour T1 i-DM alias varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
14 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi lengkap dan persyaratannya
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih dipertahankan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota pada jam-jam sibuk
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Honda Super One menjadi mobil listrik baru yang mencoba peruntungan di era elektrifikasi di pasar Indonesia
13 Juli 2026, 20:41 WIB
Persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 memanas usai Ogura tampil kompetitif selama beberapa seri