BYD Formula S GT Terdaftar di RI, Bakal Debut Pakai Nama Danza
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Luhut incar Tesla dan BYD datang dan bangun pabrik di Indonesia karena insentif pemerintah sudah diberikan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menegaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan negosiasi dengan produsen kendaraan listrik. Diharapkan adanya bantuan pemeritah pada masyarakat bisa menarik minat investor.
Terlebih Luhut incar Tesla dan BYD untuk membangun pabrik di Tanah Air. Kedua pabrikan tersebut memang dikenal sebagai produsen mobil listrik terbesar.
“Insentif jadi sangat penting karena ada dua perusahaan besar dunia yang sedang kita finalisasikan negosiasinya. Harapannya dengan dikeluarkan aturan baru dapat membuat posisi Indonesia jauh lebih kuat,” tegas Luhut.
Sayangnya hingga kini pemerintah belum menyampaikan besaran bantuan pemerintah yang diberikan setiap pembelian. Mereka hanya menegaskan bahwa insentif akan diberikan untuk 35.900 unit mobil listrik dan 138 unit bus elektrik hingga Desember 2023.
Sementara untuk sepeda motor aturannya lebih terbuka karena besarannya sudah disampaikan yaitu Rp7 juta per unit. Setidaknya ada 200.000 sepeda motor listrik baru dan 50.000 unit hasil konversi yang mendapat keringanan.
"Setelah diumumkan, kami akan negosiasi dengan beberapa investor potensial agar ke sini. Kendala dari mereka adalah ingin melihat Indonesia memberikan insentif yang sama seperti negara lain, jadi kalau kita tidak memberikan ya pasti lepas," tegas Luhut.
Ia pun menambahkan bahwa meski Tesla baru membangun pabrik perakitan baru di Meksiko beberapa waktu lalu, bukan berarti peluang pembangunan pabrik di Asia Tenggara hilang. Menurutnya negara tersebut adalah halaman belakang dari Amerika Serikat sehingga wajar bila mendirikan fasilitas di sana.
“Meksiko itu backyard (halaman belakang) Amerika Serikat, tentu mereka bangun pabrik di sana,” ungkapnya.
Padahal menurutnya, Elon Musk, CEO Tesla pernah berencana untuk membangun pabrik berkapasitas 1 juta unit per tahun di ASEAN. Hanya saja, negara tujuannya hingga saat ini masih belum jelas.
“Di region (kawasan) ini mereka masih punya komitmen yang saya dengar 1 juta mobil, apakah itu ke Indonesia, ya kita lihat saja beberapa hari ke depan,” pungkas Luhut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
Terkini
09 Oktober 2026, 07:00 WIB
Fermin Aldeguer turut merayakan kemenangan Timnas Indonesia dalam meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, masyarakat masih bisa memanfaatka keberadaan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade diberlakukan, kebijakan Ganjil Genap Jakarta menjadi sorotan banyak pihak akan efektivitasnya
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, fasilitas SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan masa berlaku kartu
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Station wagon segmen premium dari Fang Cheng Bao, Formula S GT telah didaftarkan di Indonesia oleh BYD
08 Oktober 2026, 17:31 WIB
Program relawan mahasiswa Hyundai Jump School memasuki tahun ketiga, disambut antusias oleh para peserta
08 Oktober 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez benar-benar berambisi untuk menyelesaikan balapan dan meraih kemenangan di Sirkuit Mandalika
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Hasil evaluasi, Ganjil Genap Jakarta berhasil mengatur lalu lintas di sejumlah jalan protokol Ibu Kota