UD Trucks Hadirkan Jawaban Masa depan Logistik Indonesia
16 Desember 2025, 12:00 WIB
Kementerian Perindustrian yakin GIIAS 2025 bisa meningkatkan penjualan kendaraan yang sekarang penuh tekanan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 dipercaya bakal mendongkrak penjualan kendaraan di Tanah Air. Pasalnya dalam penyelenggaraan tersebut dipastikan banyak model baru diluncurkan dengan beragam promo menarik.
Tak mengerankan bila banyak orang menunggu pameran tersebut diselenggarakan ketimbang membeli di diler.
“GIIAS yang berlangsung akhir Juli akan semakin memeriahkan pasar dan menjadi peningkatan untuk industri otomotif,” ungkap Fasiol Riza, Wakil Menteri Perindustrian dilansir Antara (22/07).
Kehadiran pameran otomotif tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan rasio kepemilikan kendaraan di masyarakat. Menurutnya dari setiap 1.000 orang di Indonesia baru ada sekitar 99 mobil yang dimiliki.
“Indonesia tingkat kepemilikan mobilnya ini 99/1.000 penduduk, kita masih jauh dengan negara tetangga,” ucap dia.
Dengan masih minimnya kepemilikan kendaraan, menjadi peluang yang sangat terbuka buat para produsen otomotif di Tanah Air dalam menjajakan produk-produk mereka untuk konsumen di Indonesia.
Sebelumnya diberitakan bahwa GIIAS 2025 akan diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang. Pameran tersebut diklaim bakal menjadi pameran otomotif terbesar di dunia di luar Cina.
“GIIAS adalah pameran yang dianggap terbesar di dunia di luar China. Karena diikuti oleh lebih dari 50 brand dari berbagai negara,” ucap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo beberapa waktu lalu.
Secara total GIIAS 2025 akan diikuti lebih dari 55 merek kendaraan bermotor. Bahkan setidaknya ada 7 brand baru bergabung. Hal ini tentu bakal membuat masyarkat lebih banyak pilihan.
“Ada juga 7 brand yang baik dari otomotif maupun kendaraan bermotor, namun benar-benar baru di GIIAS ke-32,” tutur Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo.
Perlu diketahui bahwa penjualan mobil di Indonesia pada semester 1 2025 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan periode serupa tahun lalu. Situasi ini tentu harus menjadi perhatian khusus buat para pelaku industri.
Berdasarkan data Gakindo, wholesales mobil di semester 1 2025 hanya sebesar 374.740 unit atau turun 35.280 unit (8,6 persen) dibanding tahun lalu. Ketika itu pengiriman dari pabrik ke diler adalah sebesar 410.020 unit.
Tekanan juga terasa di retailsales yang cuma mencatatkan angka 390.467 unit padahal di semester 1 2024 setidaknya ada 432.453 mobil dikirim ke pelanggan. Itu artinya terjadi penurunan 41.986 unit atau 9,7 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Desember 2025, 12:00 WIB
02 Desember 2025, 21:32 WIB
28 November 2025, 10:00 WIB
28 November 2025, 09:00 WIB
27 November 2025, 16:27 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV