BYD Atto 1 Versi Baru Meluncur, Ada Tambahan LiDAR
13 Mei 2026, 21:00 WIB
BYD Zhengzhou baru saja merapat di Tanjung Priok, kapal tersebut dikabarkan mengangkut 7.000 mobil listrik
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – BYD kembali mencuri perhatian masyarakat luas. Kali ini mereka berhasil menyandarkan kapal raksasa bernama Zhengzhou di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Berkat dimensinya yang besar, kapal raksasa tersebut dikabarkan mengangkut 7.000 mobil listrik BYD dari Tiongkok.
“Pengalaman pertama kapal BYD Zhengzhou berlabuh di Indonesia. Tonggak penting lainnya di Indonesia,” tulis Luther T. Panjaitan, Head of PR & Government Relations BYD Motor Indonesia di akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.
Sementara itu mengutip Cnevpost, kapal kargo satu ini dibuat oleh Guangzhou Shipyard International Company Limited. BYD Zhengzhou juga merupakan saudara dari BYD Hefei.
Secara dimensi, BYD Zhengzhou memiliki panjang sampai 199,9 meter. Lalu mempunyai lebar hingga menyentuh 38 meter.
Kapal tersebut pertama kali diluncurkan pada Mei 2025. Sebulan setelahnya langsung diuji coba buat berlayar.
Belum lama meluncur, BYD Zhengzhou sudah berlayar membawa mobil listrik. Bahkan bersandar di Tanjung Priok, Jakarta.
“Seiring terus meluasnya ekspor otomotif Cina, permintaan untuk kapal pengangkut khusus otomotif juga meningkat,” tulis laporan Cnevpost.
Sebagai informasi, Zhengzhou diambil dari nama kota di Provinsi Henan, Cina. Kebetulan wilayah itu merupakan salah satu basis produksi terbesar BYD.
Memang jenama asal Negeri Tirai Bambu tersebut kerap menamakan kapal mereka sesuai dengan kota-kota tempat pabrik BYD beroperasi.
Ambil contoh untuk BYD Hefei, BYD Changzhou, BYD Shenzhen, BYD Changsha sampai BYD Xian. Hanya satu kapal saja yang dinamai BYD Explorer No. 1.
BYD Zhengzhou merupakan jenis kapal roll-on/roll-off (RoRo). Kelebihannya adalah proses bongkar muat kendaraan dapat dilakukan secara langsung.
Sehingga tidak memerlukan derek atau alat bantu lain. Jadi sangat efisien dalam proses pengiriman Electric Vehicle (EV).
Kelebihan selanjutnya adalah kapal tersebut ditenagai oleh mesin Liquefied Natural Gas (LNG). Lalu dilengkapi dengan permanen magnet shaft generator.
Jadi BYD Zhengzhou diklaim dirancang untuk efisiensi tinggi serta ramah lingkungan. Apalagi kapal tersebut merupakan green low carbon version 2.0.
Berkat kehadirannya maka proses distribusi mobil-mobil listrik BYD dari Cina ke sejumlah negara jadi makin cepat.
Dengan begitu mereka dapat menjawab kebutuhan para konsumen di berbagai tempat. Mulai dari Asia sampai ke daratan Eropa.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 21:00 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung