MG ZS Hybrid+ Masuk Indonesia, Ramaikan Segmen SUV Kompak
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS EV dibekali sejumlah fitur keselamatan lengkap yang memberikan kenyamanan namun terdapat kelemahan
Oleh Denny Basudewa
Kemudian head unit yang berada di tengah dasbor berukuran 10.1 inci sebagai pusat pengaturan mobil.
Mulai dari seting AC (Air Conditioner), navigasi, audio dan lain-lain. Namun tersedia pula tombol fisik di bawah monitor sebagai shortcut bermacam fitur di dalam.
Masih adalagi tiga tombol untuk menentukan mode berkendara hingga pilihan regenerative braking. Sehingga konsumen tidak perlu adaptasi terlalu lama terhadap mobil ini.
Luas bagasi mobil ini mencapai 475 liter sehingga memudahkan dalam membawa barang bawaan.
Bicara sumber daya, MG ZS EV dipersenjatai motor listrik yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 177 hp dan torsi 350 Nm.
Sedangkan baterai berteknologi Rubik Cube berkapasitas 50.3 kWh, dipercaya bisa membuat kendaraan dipacu hingga jarak 403 km.
Lebih jauh teknologi yang dijejalkan memungkinkan baterai bisa diisi ulang secara cepat. Dari 30 persen hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu 30 menit saja.
Rubik Cube sendiri diyakini mempunyai tingkat keamanan, daya tahan dan bentuk kompak.
Urusan fitur keamanan sudah ada ADAS yang meliputi Adaptive Cruise Control, Traffic Jam Assist, Emergency Lane Keep Assist, Lane Departure Warning, Lane Change Assist, Blind Spot Detection hingga Rear Cross Traffic Alert.
Tidak lupa fitur kamera 360 derajat guna membantu aktivitas parkir di lokasi terbatas.
Harga MG ZS EV Rp 453 juta on the road Jakarta. Cukup menarik bagi SUV yang berlimpah fitur.
Salah satu kelebihan MG ZS EV adalah fitur keselamatan berlimpah. Bermodalkan hal tersebut, mengendarai mobil listrik ini semakin merasa aman di jalanan.
Kelebihan lain adalah fitur transmisi model kenop putar yang unik dan pengoperasian Adaptive Cruise Control di tuas balik setir.
Sehingga pada setir bisa disematkan tombol dari fitur lainnya.
Sebagai mobil listrik berukuran kompak, tentu terdapat rasa kurang nyaman bagi pengguna berukuran besar. Kursi depan terasa kurang lebar dan posisi duduk menjadi kurang sempurna.
Lalu kaca yang besar pada atap memang memberikan kesan lapang pada kabin. Namun saat di perjalanan dengan suhu terik akan menimbulkan masalah baru.
Kabin menjadi terasa hangat meskipun hembusan sudah diterpa hembusan angin dingin dari AC.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Juli 2026, 22:00 WIB
05 Juli 2026, 19:42 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
07 Mei 2026, 21:00 WIB
06 Mei 2026, 09:50 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi tempat dan persyaratan lengkapnya
20 Juli 2026, 22:01 WIB
Mario Aji tengah fokus menjalani masa pemulihan usai cedera, ia ingin kondisi fisiknya kembali prima di Inggris