Chery Siap Bangun Pusat R&D di Indonesia Demi Tunjukan Keseriusan
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Toyota memastikan para staf ekspatriat mereka di Venezuela dalam kondisi aman usai kejadian belakangan ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penangkapan Nicolas Maduro, Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat berujung panjang. Aksi koboi pemerintah Negeri Paman Sam membawa banyak dampak.
Terutama untuk sektor otomotif di negara berjuluk The Land of Grace tersebut. Sebab beberapa pabrik mobil mulai menyesuaikan operasional mereka.
Seperti dilakukan oleh Toyota, mereka mengimbau kepada seluruh staf ekspatriat agar tidak bekerja dari kantor.
“Toyota telah menginstruksikan karyawan di Venezuela untuk sementara waktu bekerja dari rumah,” tulis laporan Automotiveworld pada Rabu (07/01).
Menurut media daring satu ini, keputusan di atas imbas serangan militer yang diinisiasi oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat pada 3 Januari 2026.
Kendati demikian, Toyota memastikan seluruh staf ekspatriat serta keluarga dalam kondisi aman meski kondisi Venezuela belum stabil.
Oleh sebab itu, jenama asal Jepang ini meminta para staf ekspatriat untuk menuntaskan kewajibannya secara work from home (WFH).
Lebih jauh disebutkan, keputusan WFH para karyawan Toyota tidak akan memengaruhi penjualan atau operasi produksi.
Meski perlu dicatat bahwa, hal tersebut telah terdampak oleh kondisi ekonomi di sana dan sanksi selama bertahun-tahun.
Memang tidak bisa dipungkiri pabrik Toyota di Cumana, Venezuela telah menghadapi beragam gangguan operasional.
Bahkan membuat jumlah produksi menurun, menjadi hanya ratusan kendaraan per tahun sejak 2020 karena diberhentikan sementara imbas pandemi Covid-19.
Dalam laporan yang sama, ekspor Jepang ke Venezuela mencapai 69,41 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 1,1 triliunan pada 2024.
Jumlah di atas mewakili pertumbuhan 16,1 persen dari periode sebelumnya dengan kendaraan penumpang, truk dan komponen otomotif menyumbang porsi terbesar dari perdagangan.
Sementara menurut Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang, impor dari Venezuela terutama biji kakao serta aluminium, meningkat 13,9 persen pada periode serupa.
Di sisi lain, perusahaan Jepang lain turut memantau bagaimana perkembangan situasi di Venezuela. Hal ini demi bisa membuat keputusan yang tepat.
Banyak pihak berharap gejolak di Venezuela bisa segera mereda, agar tidak semakin membawa banyak dampak negatif.
Kondisi ekonomi di sana pun mampu membaik lagi, sehingga operasional para pengusaha di sana dapat segera pulih dan normal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta