Penjualan Toyota di Indonesia Tahun Lalu, Disokong Fleet 28 Persen
03 Februari 2026, 09:00 WIB
Pemullihan mulai terjadi, Toyota Indonesia menargetkan peningkatan penjualan ekspor mobil hingga 50 persen tahun ini
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, optimalisasi kinerja ekspor manufaktur diharapkan mampu membangun kinerja ekonomi nasional.
Sejalan dengan hal ini, Presiden secara langsung meninjau kegiatan pengiriman kendaraan ekspor mobil termasuk milik Toyota Indonesia di Pelabuhan Patimban Subang, Jawa Barat.
Melanjutkan pencapaian ekspor 2 juta unit kendaraan Toyota Indonesia, tahun ini pabrikan mobil asal Jepang tersebut menargetkan pengiriman kendaraan mencapai 284 ribu unit. Angka tersebut meningkat 51 persen dibandingkan pencapaian 2021, yakni 188 ribu unit atau naik 96 ribu unit.
Dari angka kenaikan tersebut, 50 persen disumbang oleh model baru Toyota, yakni Veloz. Sementara itu, ekspor pabrikan di Indonesia telah mencapai 44 ribu unit.
Kinerja ini mengalami kenaikan 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil ini menjadi contoh pemulihan sektor otomotif sudah mulai terjadi.
“Awal tahun ini, kinerja ekspor Toyota Indonesia berhasil melalui tantangan. Performa ini terjadi karena dukungan Pemerintah Indonesia yang memberikan beragam kemudahan termasuk fasilitas pendukung ekspansi untuk memudahkan distribusi ke pasar internasional," ujar Bob Azam, Direktur Corporate Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Kunjungan Presiden Jokowi ke Patimban juga menjadi dukungan untuk memaksimalkan potensi kinerja ekspor otomotif nasional dengan memfasilitasi penuh beragam pilihan jalur pengiriman.
Pelabuhan Patimban memiliki kapasitas daya tampung hingga 160.000 unit pada 2022. Kapasitas ini terus dikembangkan dan ditingkatkan hingga 600.000 unit CBU (Completely Built Up).
Sepanjang 2021, total nilai ekspor Indonesia mencapai USD 231,5 miliar yang disumbangkan oleh
beberapa produk unggulan, salah satunya sektor otomotif beserta turunannya. Adapun sektor otomotif menduduki peringkat ke 8 dari 10 sektor ekspor unggulan.
Selain itu, sektor otomotif juga menjadi salah satu industri prioritas yang berkontribusi sebanyak 3,02 persen bagi GDP.
"Karenanya kami sangat berterimakasih atas keberadaan Pelabuhan Internasional Patimban yang
mendukung daya saing produk kami di Pasar Global,” tuturnya.
Data ini menunjukkan potensi industri otomotif Indonesia cukup besar sehingga mampu dikembangkan menjadi basis produksi global. Hilirasi industri otomotif pun memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi.
Dalam peta persaingan industri otomotif global berdasarkan data Gaikindo, produksi Indonesia menempati peringkat ke 13. Setiap tahunnya, Indonesia diharapkan mampu mengekspor kendaraan hingga 300.000 unit.
Berikut mobil terlaris Toyota Indonesia di Negeri Orang:
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Februari 2026, 09:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
18 Januari 2026, 13:00 WIB
10 Januari 2026, 09:30 WIB
07 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan