Jaecoo Yakin BEV Masih Akan Lebih Populer dari PHEV di Ibu Kota

Mobil listrik, menurut Jaecoo masih tuai tren positif karena terbebas dari kebijakan ganjil genap di Jakarta

Jaecoo Yakin BEV Masih Akan Lebih Populer dari PHEV di Ibu Kota
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Era elektrifikasi di Indonesia diramaikan berbagai produk baru dan harga kompetitif. Tidak hanya mobil listrik, pabrikan Cina seperti Jaecoo turut menghadirkan Plug-in Hybrid Electric Vehicle alias PHEV.

PHEV kembali populer berkat kehadiran merek Tiongkok. Sebelumnya, PHEV identik dengan harga mahal terkhusus ketika dijual oleh pabrikan Jepang.

Meskipun begitu, pihak Jaecoo meyakini mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) masih akan lebih diminati khususnya oleh konsumen Indonesia. 

“Saya pikir BEV akan lebih populer di Jakarta karena regulasi yang berlaku,” kata Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia di Tangerang, belum lama ini.

Jaecoo J5 EV
Photo: KatadataOTO

Regulasi dimaksud adalah kebijakan ganjil genap selama hari kerja di Senin sampai Sabtu. Hanya mobil dengan pelat ganjil atau genap sesuai tanggal yang bisa melintas di jam tertentu.

Namun mobil listrik mendapatkan privilese yakni bisa melintas di kawasan ganjil genap tanpa harus kena tilang. Pelat nomornya pun dilengkapi lis biru sebagai pembeda dari kendaraan konvensional.

Keuntungan itu, menurut pihak Jaecoo masih jadi salah satu daya tarik mobil listrik untuk konsumen di area Jakarta.

“Tetapi jika dilihat secara internasional, BEV dan PHEV sudah lebih populer dari mobil bensin dan mobil hybrid,” ucap Jim.

Terlepas dari hal tersebut, Jaecoo berkomitmen untuk tetap menghadirkan lini elektrifikasi yang tidak terbatas pada mobil listrik saja tetapi juga PHEV.

Sehingga konsumen tetap disuguhkan pilihan lengkap, bisa dipilih sesuai kebutuhan mobilitas mereka.

Bicara soal target konsumen, dengan rentang harga mulai Rp 200 jutaan ke atas Jaecoo diklaim berhasil meraup banyak pembeli generasi muda.

“Pelanggan J5 EV kami sebenarnya orang yang sangat muda, umurnya sekitar 30 tahun sampai 40 tahun,” ucap Jim.

Siasat Jaecoo Agar Inden Mobil Listrik J5 EV Tidak Lama
Photo: KatadataOTO

Jim mengungkapkan, konsumen di usia tersebut cenderung masih terbuka terhadap perubahan maupun hal baru seperti yang ditawarkan Jaecoo melalui J5 EV.

Sekadar informasi, Jaecoo J5 EV merupakan Sport Utility Vehicle (SUV) bertenaga listrik murni dengan banderol mulai dari Rp 299 jutaan.

Sejak peluncurannya, model ini telah dipesan sebanyak lebih dari 6.000 unit. Merek bagian dari Chery Group ini tengah berusaha mempercepat penyerahan unit ke tangan konsumen, sebab belum seluruhnya terkirim.


Terkini

mobil
BYD Dolphin PHEV

BYD Dolphin PHEV Resmi Meluncur, Segini Harganya

BYD Dolphin PHEV merupakan salah satu strategi BYD menembus pasar Eropa, tawarkan alternatif EV yang menarik

motor
Kawasaki

Alasan Nama Kawasaki Absen di Modenas Brusky 125

Menurut Kawasaki, proses perancangan dan pengembangan Brusky 125 sepenuhnya dilakukan oleh Modenas Malaysia

otosport
AHRT

Dua Rider Astra Honda Racing Team Naik Podium di ARRC Motegi

Astra Honda Racing Team sukses di race pertama ARRC Motegi, Jepang dengan membawa dua podium via Herjun dan Irfan

mobil
Hyundai Staria Hybrid Terdaftar, Incar Pasar MPV yang Tumbuh

Hyundai Staria Hybrid Terdaftar di RI, Incar Pasar MPV Premium

Nama Hyundai Staria Hybrid telah terdaftar di laman Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026

mobil
Pindad

Jawaban Pindad Soal Atap Mobil Maung Prabowo yang Bocor

Menurut Pindad, masalah yang terjadi pada mobil kepresidenan Prabowo terjadi pada awal-awal penggunaan

mobil
Daihatsu

Pendaftaran Daihatsu National SMK Skill Contest ke-9 Dibuka

Ajang Daihatsu National SMK Skill Contest merupakan kompetisi untuk menyiapkan generasi mendatang tahan banting

mobil
BYD M6 DM

Harga BYD M6 DM Mulai Rp 298 Juta, Bisa Tempuh 1.800 KM

BYD M6 DM akan bersaing di kelas MPV ramah lingkungan lain di Indonesia mengandalkan harga dan teknologinya

mobil
MPMX

Upaya MPMX Berdayakan SDM Disabilitas di Indonesia

MPMX kembali menggelar program MPM Bisa untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia