Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Dengan harga yang sangat kompetitif, Jaecoo optimistis J5 EV bisa menjadi primadona baru di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Jaecoo Indonesia akhirnya mengumumkan harga J5 EV. Mobil listrik tersebut dibanderol sangat kompetitif di Tanah Air.
Untuk varian terendah diniagakan mulai Rp 249,9 jutaan. Sedangkan tipe tertinggi ditawarkan 299,9 jutaan.
Menurut jenama asal Cina itu ada beberapa alasan mengapa mereka memasang harga Jaecoo J5 EV di level tersebut.
“Kita mau build the trust dulu, jadi kita kasih harga yang sangat-sangat kita paling usahakan bisa kasih,” ungkap Zheng Shuo, Presiden Direktur Chery Group di Jakarta, Senin (03/11).
Shuo menepis anggapan kalau Jaecoo menerapkan strategi perang harga untuk memasarkan Electric Vehicle (EV) baru mereka.
Sebab Jaecoo J5 EV menawarkan banyak kelebihan dibandingkan rival-rivalnya. Sehingga banderol ditawarkan dinilai sudah pas.
Ia pun menyarankan kepada para calon pembeli untuk melakukan test drive dulu dan melihat mobil listrik baru Jaecoo.
Sehingga konsumen dapat langsung merasakan kualitas Jaecoo J5 EV. Kemudian memilih produk satu ini untuk kebutuhan mobilitas.
“Jadi konsumen akan tertarik, kalau saya lihat ini tidak ada perang harga. Produk kita punya posisi masing-masing,” lanjut dia.
Dia pun optimistis Jaecoo J5 EV bisa diterima oleh masyarakat di Indonesia. Jadi dapat meraih kesuksesan seperti produk-produk yang lain.
Sekadar mengingatkan, perang harga menjadi salah satu cara untuk menggaet lebih banyak konsumen. Sebab dinilai efektif buat menggoda masyarakat.
Padahal cara itu tidak selalu menghadirkan dampak positif. Terutama untuk para konsumen yang disasar.
“Mengenai perang harga dari sudut pandang konsumen memang bisa kontradiktif,” ucap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Josua perang harga yang diterapkan para produsen mobil listrik awalnya memang dapat menguntungkan konsumen.
Namun jika hal tersebut dilakukan dalam jangka panjang diprediksi bakal mendorong para manufaktur melakukan penyesuaian. Seperti memangkas fitur serta kualitas produk mereka.
“Hal ini demi menjaga margin serta mengurangi nilai jual kembali karena harga (mobil baru) di pasar menjadi tertekan,” lanjut Josua.
Bila penurunan kualitas maupun fitur sampai terjadi demi membanting harga mobil baru, maka konsumen pasti merasa dirugikan.
Mengingat depresiasi nilai jual kembali kendaraan roda empat yang sudah dibeli oleh masyarakat jadi lebih cepat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
23 Agustus 2026, 09:47 WIB
Terkini
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah