Isuzu Kuasai 29 Persen Pangsa Pasar, Pikap Traga Laris Manis
27 Februari 2026, 16:06 WIB
Isuzu telah melakukan beberapa persiapan matang untuk memastikan implementasi aturan Euro 4 di Indonesia berjalan lancar
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Mulai 7 April 2022, penerapan kebijakan standar emisi Euro 4 pada kendaraan bermesin diesel akan mulai diterapkan. Kebijakan tersebut dipastikan akan berimbas pada sejumlah APM, termasuk Isuzu yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan bermesin diesel.
Selama ini, manufaktur yang dikenal sebagai rajanya diesel ini memang mengandalkan mesin peminum solar dari kendaraan-kendaraannya. Bahkan, Isuzu Panther yang telah dihentikan produksinya sempat dikenal sebagai kiblat dari mobil-mobil diesel.
Kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017, tentunya akan berdampak langsung pada brand tersebut. Untungnya, mereka telah melakukan persiapan sejak tahun 2011.
Salah satu buktinya adalah sudah hadirnya teknologi commonrail pada beberapa produk, termasuk Isuzu Giga. Selain itu, Isuzu juga sudah mengenalkan Elf NMR 81 dan traga yang telah menggunakan teknologi serupa.
Commonrail adalah suatu teknologi injeksi bahan bakar yang digunakan pada mobil diesel dan menjadi kunci dari pemenuhan kebutuhan standard emisi Euro 4. teknologi ini didukung oleh beberapa komponen yang membuat pembakaran bisa tetap terjadi dengan lebih efisien.
Isuzu pun mengklaim teknologi commonrail membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat tanpa mengurangi perfoma kendaraan.
Meski demikian, banyak pemikiran bahwa penerapan Euro4 tidak akan berjalan efektif bila kualitas bahan bakar berkualitas buruk. Untuk itu, sejumlah persiapan untuk menghadapi fase peralihan dari Euro2 ke Euro4 pun dilakukan.
“Kami mengerti kekhawatiran para pengusaha truk, driver, maupun mekanik. Untuk itu, kami akan siap mendampingi dalam fase peralihan ini,” ungkap Tonton Eko, Product Development Division Head PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI).
Saat ini sudah tersedia 145 unit Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 2.403 partshop, dan 73 Bengkel Mitra Isuzu (BMI). Jaringan tersebut akan dipastikan akan beroperasi maksimal saat implementasi standard emisi Euro 4 dilaksanakan.
Sementara itu Remigius Choerniadi Tomo, Manager Product and Service Development PT Pertamina Patra Niaga mengatakan bahwa pihaknya juga sudah melakukan persiapan. Ia yakin bahwa saat penerapan aturan dilakukan, tidak akan ada masalah berarti di lapangan.
"Kami yakin Desember 2021 ini ketersediaan BBM-nya sudah ada dan mulai dipasarkan April 2022 ke seluruh SPBU Pertamina di kota-kota besar di Indonesia," tegasnya.
Saat ini, sudah ada sekitar 2.000 SPBU di kota-kota besar yang telah menjual BBM jenis Pertamina Dex. Jumlah tersebut diyakini akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu hingga ke seluruh Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Februari 2026, 16:06 WIB
21 Februari 2026, 21:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
10 Desember 2025, 16:00 WIB
13 November 2025, 18:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan