GAW 2026 Digelar Serentak di 10 Kota Demi Dongkrak Penjualan
22 September 2026, 20:01 WIB
Melihat penjualan mobil baru di awal 2025, Isuzu menilai pasar kendaraan roda empat masih cukup menantang
Oleh Satrio Adhy
88KatadataOTO – Pasar mobil baru masih menemui berbagai hambatan di awal 2025. Hal tersebut dirasakan oleh banyak pihak.
Tak terkecuali oleh IAMI (Isuzu Astra Motor Indonesi). Mereka menilai kalau tahun ini masih sangat menantang.
"Tahun ini sebetulnya kami berharap bisa lebih baik, tetapi memang agak berat untuk kembali ke titik sebelum tahun lalu," ungkap Yusak Kristian, Presiden Direktur IAMI di Jakarta Pusat, Rabu (05/03).
Lebih jauh Yusak menuturkan kalau di awal tahun ada sejumlah batu sandungan bagi penjualan mobil baru. Seperti sejumlah wacana yang diajukan pemerintah.
Misal isu penerapan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Lalu masih ada pemberlakuan PPN 12 persen. Sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat di Tanah Air.
"Pada Januari kemarin kami cukup drag down karena ada beberapa regulasi yang juga finalisasinya mepet di akhir tahun. Jadi kita belum bisa lari dengan kecepatan penuh," lanjut dia.
Meski begitu Yusak menuturkan kalau pada Februari 2025, penjualan Isuzu sudah menunjukan perbaikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
"Februari sudah jauh lebih baik. Tetapi tetap saja, perlambatan di awal tahun masih berpengaruh terhadap total performa (Isuzu)," kata dia.
Yusak juga mengatakan bahwa meskipun strategi dan produk Isuzu sudah solid, namun faktor eksternal turut mempengaruhi penjualan mobil baru di Indonesia.
"Kalau ekonomi tidak bergerak tetap akan berpengaruh. Jadi kami berharap ekosistem secara keseluruhan bisa mendukung pertumbuhan di tahun ini," tegas Yusak.
Petinggi Isuzu satu ini pun berharap penjualan mobil baru di 2025 bisa lebih baik lagi performanya.
Sebagai informasi, berdasarkan data milik Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pada Januari 2025 pengiriman dari pabrik ke diler (Wholesales) hanya 61.843 unit.
Angka di atas terkoreksi sebesar 11,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut catatan, di Januari 2024 ada 69.758 unit.
Sementara untuk retail sales mengalami nasib tak jauh berbeda. Turun 18,6 persen dari 78.437 unit menjadi 63.858 unit.
Sedangkan buat wholesales sepanjang 2024 juga anjlok 13,9 persen secara YoY (Year on Year) jika dibandingkan dengan periode 2023, dari 1.005.802 unit ke angka 865.723 unit.
Terakhir retail sales pada Januari sampai Desember 2024 hanya 889.680 unit. Turun 10,9 persen dari tahun sebelumnya, yakni 998.059 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 20:01 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
08 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
Terkini
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini