Toyota dan Isuzu Bikin Truk Hidrogen, Mulai Produksi 2027
21 April 2026, 07:00 WIB
Melihat penjualan mobil baru di awal 2025, Isuzu menilai pasar kendaraan roda empat masih cukup menantang
Oleh Satrio Adhy
88KatadataOTO – Pasar mobil baru masih menemui berbagai hambatan di awal 2025. Hal tersebut dirasakan oleh banyak pihak.
Tak terkecuali oleh IAMI (Isuzu Astra Motor Indonesi). Mereka menilai kalau tahun ini masih sangat menantang.
"Tahun ini sebetulnya kami berharap bisa lebih baik, tetapi memang agak berat untuk kembali ke titik sebelum tahun lalu," ungkap Yusak Kristian, Presiden Direktur IAMI di Jakarta Pusat, Rabu (05/03).
Lebih jauh Yusak menuturkan kalau di awal tahun ada sejumlah batu sandungan bagi penjualan mobil baru. Seperti sejumlah wacana yang diajukan pemerintah.
Misal isu penerapan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Lalu masih ada pemberlakuan PPN 12 persen. Sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat di Tanah Air.
"Pada Januari kemarin kami cukup drag down karena ada beberapa regulasi yang juga finalisasinya mepet di akhir tahun. Jadi kita belum bisa lari dengan kecepatan penuh," lanjut dia.
Meski begitu Yusak menuturkan kalau pada Februari 2025, penjualan Isuzu sudah menunjukan perbaikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
"Februari sudah jauh lebih baik. Tetapi tetap saja, perlambatan di awal tahun masih berpengaruh terhadap total performa (Isuzu)," kata dia.
Yusak juga mengatakan bahwa meskipun strategi dan produk Isuzu sudah solid, namun faktor eksternal turut mempengaruhi penjualan mobil baru di Indonesia.
"Kalau ekonomi tidak bergerak tetap akan berpengaruh. Jadi kami berharap ekosistem secara keseluruhan bisa mendukung pertumbuhan di tahun ini," tegas Yusak.
Petinggi Isuzu satu ini pun berharap penjualan mobil baru di 2025 bisa lebih baik lagi performanya.
Sebagai informasi, berdasarkan data milik Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pada Januari 2025 pengiriman dari pabrik ke diler (Wholesales) hanya 61.843 unit.
Angka di atas terkoreksi sebesar 11,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut catatan, di Januari 2024 ada 69.758 unit.
Sementara untuk retail sales mengalami nasib tak jauh berbeda. Turun 18,6 persen dari 78.437 unit menjadi 63.858 unit.
Sedangkan buat wholesales sepanjang 2024 juga anjlok 13,9 persen secara YoY (Year on Year) jika dibandingkan dengan periode 2023, dari 1.005.802 unit ke angka 865.723 unit.
Terakhir retail sales pada Januari sampai Desember 2024 hanya 889.680 unit. Turun 10,9 persen dari tahun sebelumnya, yakni 998.059 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 April 2026, 07:00 WIB
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
30 Maret 2026, 20:43 WIB
30 Maret 2026, 14:00 WIB
Terkini
02 Mei 2026, 17:04 WIB
KatadataOTO mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung SUV offroad premium Jetour G700 di trek terbatas
02 Mei 2026, 09:00 WIB
Dani Pedrosa memprediksi Marco Bezzecchi dan Marc Marquez, bakal bersaing ketat hingga akhir musim MotoGP 2026
02 Mei 2026, 07:00 WIB
Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran memberikan pengaruh besar bagi para Motul salah satunya
01 Mei 2026, 16:20 WIB
Para buruh di Indonesia mendapatkan kado pada Mayday 2026, sebab harga BBM di seluruh SPBU tidak naik
01 Mei 2026, 16:17 WIB
Concept97 bakal diluncurkan sebagai Freelander 8, bakal tersedia dalam opsi EV maupun hybrid model PHEV
01 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian di Kota Kembang tetap menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda pada Jumat (01/05)
30 April 2026, 19:00 WIB
Pameran modifikasi The Elite Showcase 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang pada 9-10 Mei mendatang
30 April 2026, 17:00 WIB
Chery OMODA C5 hadir dengan menawarkan kenyamanan lebih dan diharapkan bisa menggantikan E5 di masa mendatang