iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
BYD menyebutkan insentif mobil listrik jadi pemicu pihak manufaktur untuk segera melakukan perakitan lokal
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah memberikan insentif impor mobil listrik buat beberapa merek yang memenuhi persyaratan di Indonesia. Namun kebijakan ini berlaku hanya sampai akhir 2025.
Per 2026, merek-merek terlibat dalam program tersebut harus mulai melakukan perakitan lokal sesuai jumlah kendaraan diimpor.
Saat ini, BYD gencar melakukan perkenalan model baru, seluruhnya berstatus Completely Built Up (CBU) Jepang.
Seluruh model itu baru dirakit di fasilitas pabrik BYD yang berlokasi di Subang mulai 2026.
Menanggapi insentif impor mobil listrik yang segera berakhir dan tak ada sinyal diperpanjang, BYD menanggapi positif hal tersebut.
“Ini men-encourage kita sesegera mungkin punya fasilitas produksi,” kata Luther T. Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Tangerang, Senin (28/07).
Dia menegaskan BYD bakal merakit lokal lini kendaraannya tahun depan sesuai dengan rencana awal. Meskipun dia enggan membeberkan lebih rinci terkait waktunya.
“Setelah kita punya fasilitas produksi ya kita harus segera melakukan produksi di situ,” tegas Luther.
Sebagai informasi, pabrik BYD memiliki kapasitas produksi sampai 150.000 unit dalam satu tahun. Fasilitas itu juga menghabiskan dana investasi sekitar 1 miliar USD (sekitar Rp 16,2 triliun).
BYD Atto 1 jadi salah satu kandidat mobil listrik mereka yang bakal dirakit lokal. Sejak peluncurannya, mobil itu diklaim mendapatkan respons yang baik dari masyarakat Tanah Air.
“Kita cukup bangga dengan penerimaan terhadap salah satu produk kita dan kepercayaan konsumen, itu penting buat kita. Secara angka (pemesanan) kita cari waktu untuk informasikan,” tegas Luther.
Sekadar informasi, pabrik BYD rencananya akan memproduksi unit tidak hanya untuk kebutuhan domestik namun juga ekspor.
Fasilitas perakitan BYD bakal mengakomodir proses Completely Knocked Down (CKD) berbagai model, salah satunya diyakini Denza D9 yang merupakan mobil dari sub merek premium BYD.
Saat ini BYD menjual lima model yakni Dolphin, Atto 2, Seal, M6 dan Atto 1. Sedangkan Denza baru satu produk yakni D9.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat