Geely Mulai Distribusikan EX2 ke Pelanggan Jelang Musim Mudik
01 Maret 2026, 14:00 WIB
BYD menyebutkan insentif mobil listrik jadi pemicu pihak manufaktur untuk segera melakukan perakitan lokal
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah memberikan insentif impor mobil listrik buat beberapa merek yang memenuhi persyaratan di Indonesia. Namun kebijakan ini berlaku hanya sampai akhir 2025.
Per 2026, merek-merek terlibat dalam program tersebut harus mulai melakukan perakitan lokal sesuai jumlah kendaraan diimpor.
Saat ini, BYD gencar melakukan perkenalan model baru, seluruhnya berstatus Completely Built Up (CBU) Jepang.
Seluruh model itu baru dirakit di fasilitas pabrik BYD yang berlokasi di Subang mulai 2026.
Menanggapi insentif impor mobil listrik yang segera berakhir dan tak ada sinyal diperpanjang, BYD menanggapi positif hal tersebut.
“Ini men-encourage kita sesegera mungkin punya fasilitas produksi,” kata Luther T. Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Tangerang, Senin (28/07).
Dia menegaskan BYD bakal merakit lokal lini kendaraannya tahun depan sesuai dengan rencana awal. Meskipun dia enggan membeberkan lebih rinci terkait waktunya.
“Setelah kita punya fasilitas produksi ya kita harus segera melakukan produksi di situ,” tegas Luther.
Sebagai informasi, pabrik BYD memiliki kapasitas produksi sampai 150.000 unit dalam satu tahun. Fasilitas itu juga menghabiskan dana investasi sekitar 1 miliar USD (sekitar Rp 16,2 triliun).
BYD Atto 1 jadi salah satu kandidat mobil listrik mereka yang bakal dirakit lokal. Sejak peluncurannya, mobil itu diklaim mendapatkan respons yang baik dari masyarakat Tanah Air.
“Kita cukup bangga dengan penerimaan terhadap salah satu produk kita dan kepercayaan konsumen, itu penting buat kita. Secara angka (pemesanan) kita cari waktu untuk informasikan,” tegas Luther.
Sekadar informasi, pabrik BYD rencananya akan memproduksi unit tidak hanya untuk kebutuhan domestik namun juga ekspor.
Fasilitas perakitan BYD bakal mengakomodir proses Completely Knocked Down (CKD) berbagai model, salah satunya diyakini Denza D9 yang merupakan mobil dari sub merek premium BYD.
Saat ini BYD menjual lima model yakni Dolphin, Atto 2, Seal, M6 dan Atto 1. Sedangkan Denza baru satu produk yakni D9.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Maret 2026, 14:00 WIB
28 Februari 2026, 19:59 WIB
23 Februari 2026, 18:00 WIB
23 Februari 2026, 11:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
01 Maret 2026, 18:00 WIB
Seluruh SPBU Swasta di Indonesia menaikan harga BBM pada Maret 2026, paling murah berkisar Rp 12.390 per liter
01 Maret 2026, 16:00 WIB
Mitsubishi Indonesia memastikan peluncuran model hybrid pertamanya di Tanah Air dalam waktu dekat ini
01 Maret 2026, 15:59 WIB
Duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez raup poin dan catatkan hasil brilian di MotoGP Thailand 2026
01 Maret 2026, 14:00 WIB
Geely EX2 akhirnya mulai dikirimkan ke pelanggan menjelang musim mudik Lebaran yang segera berlangsung
01 Maret 2026, 12:00 WIB
Gaikindo sebut produsen perlu diberi waktu rasional untuk produksi pikap sesuai kebutuhan Koperasi Merah Putih
01 Maret 2026, 10:00 WIB
Yamaha menghadirkan beragam promo perawatan sepeda motor, lalu mendirikan Pos Jaga selama Lebaran 2026
01 Maret 2026, 08:26 WIB
Di awal Maret 2026 atau jelang Lebaran 2026, Pertamina menerapkan kenaikan harga BBM untuk seluruh produk
28 Februari 2026, 19:59 WIB
Insentif memiliki peran penting mendongkrak angka penjualan berbagai produsen EV, tidak terkecuali BYD