iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Inden BYD M6 dijanjikan sekitar 75 hari sejak pemesanan, diler tawarkan kompensasi apabila terlambat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD (Build Your Dreams) sempat mendapatkan keluhan dari sejumlah konsumen karena waktu pengiriman yang terbilang lama. Untuk itu manufaktur berkomitmen kirim 2.500 unit ke tangan pemesan per akhir Juli 2024.
Sementara buat MPV (Multi Purpose Vehicle) bertenaga listrik terbaru mereka yakni M6 ada satu ketentuan khusus diberlakukan diler. Disebutkan bahwa inden BYD M6 dijanjikan tidak melebihi 75 hari sejak konsumen melakukan pemesanan.
“Saya dengar di diler komitmen (pengiriman BYD M6) tidak lebih dari 75 sejak SPK, saya bicara M6 ya. Mudah-mudahan bisa ter-deliver,” ucap Luther Panjaitan, Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia di Dago, Bandung, Senin (5/8).
Ia menegaskan baik pihak diler maupun prinsipal percaya diri kali ini pengiriman bisa mencapai konsumen dengan lebih baik.
Berbeda dari proses pengiriman model-model lain yakni Dolphin, Atto 3 dan Seal, ada keringanan ditawarkan oleh pihak diler kepada pembeli jika mereka terlambat menerima unit BYD M6.
“Di level diler ada kompensasi pengembalian dana dan kompensasi uang. Bervarian (nominalnya) nanti bisa ditanyakan langsung ke diler,” ucap Luther.
Sayangnya pihak BYD enggan menjelaskan rinci terkait alokasi impor BYD M6 per bulan. Untuk diketahui model tersebut meraup angka pemesanan cukup banyak di GIIAS 2024.
Menurut Luther ada proses panjang ditempuh mulai dari produksi sampai pengiriman ke tangan konsumen. Namun ia menegaskan BYD siap secara manufaktur maupun Shipment.
Belajar dari pengiriman model terdahulu, Luther mengungkapkan pihaknya berusaha memperbaiki proses agar unit bisa diterima tepat waktu dan minim kendala.
“Satu per satu Bottleneck itu kita bereskan (karena) mendapatkan pemesanan lebih besar dari yang kita bayangkan. Sehingga nanti sampai konsumen dengan lancar dan sesuai ekspektasi,” kata Luther.
Sebagai informasi saat ini seluruh model BYD termasuk M6 masih akan berstatus CBU (Completely Built Up) alias impor utuh dari negara asalnya, sambil menunggu pabrik selesai dibangun di Indonesia.
BYD M6 dilego Rp 379 jutaan untuk tipe terendah. Sementara varian paling atas dan tipe konfigurasi Captain Seat mulai Rp 429 jutaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda