Automechanika Jakarta 2026 Dorong Industri Komponen Naik Kelas
24 September 2026, 21:22 WIB
Perusahaan otomotif Stellantis berniat menjual Maserati dengan kondisi sulit di tengah penerapan tarif impor
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Tarif impor yang diwacanakan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakibatkan berbagai manufaktur otomotif kewalahan. Tidak terkecuali pabrikan di dalam negeri mereka.
Perlu diketahui tambahan tarif impor bakal dibebankan oleh Trump untuk barang yang diimpor ke AS, termasuk kendaraan roda empat.
Imbasnya, negara-negara yang mengirim kendaraannya ke sana harus membayar tarif impor dengan jumlah berbeda-beda. Sehingga jika manufaktur tidak memiliki fasilitas perakitan di AS tentu hal tersebut menjadi tantangan baru.
Meskipun Trump menyebutkan bahwa kendaraan produksi lokal tidak akan dikenakan tarif, sejatinya tidak ada mobil buatan AS murni.
Dilansir dari Carscoops, Jumat (11/04) Stellantis Group yang menaungi sejumlah merek seperti Jeep, Citroen dan brand premium Alfa Romeo serta Maserati memberhentikan sementara 5.400 karyawan di pabrik AS, Kanada serta Meksiko.
Aktivitas produksi di Kanada dan Meksiko juga kemudian disetop sementara untuk sekitar satu bulan ke depan.
Stellantis turut menyiapkan sejumlah siasat lain menghadapi tarif impor AS, seperti menjual merek Maserati atau menggandeng pabrikan lain guna membantu mengembangkan lini kendaraan mereka beserta teknologinya.
Muncul spekulasi bahwa Maserati akan diambil alih oleh investor China. Tetapi hal tersebut dibantah oleh Santo Ficili, CEO Maserati dan Alfa Romeo.
Maserati sudah sempat dipertimbangkan untuk dijual sejak tahun lalu karena penjualannya rendah. Di 2024, angkanya hanya berhasil tembus 11.300 unit.
Dampak negatif tarif impor masih akan terus dirasakan oleh berbagai pihak terkhusus di sektor otomotif. Bahkan buat Ford yang dikenal sebagai merek AS sekalipun.
Truk pikap Ford dirakit di AS, namun terdiri dari ribuan komponen dan suku cadang disuplai dari berbagai negara. Sehingga adanya tarif impor berpotensi mengakibatkan biaya produksi naik dan menyebabkan harga mobil melesat.
Meskipun tarif impor diberlakukan untuk melindungi industri lokal dari serbuan barang impor, nyatanya merek otomotif AS berpeluang ikut dirugikan.
Tiga pabrikan dengan penjualan tertinggi di AS yakni GM (General Motors), Ford dan Stellantis. Di 2024 penjualan ketiganya sekitar 1,85 juta kendaraan impor.
GM merupakan perusahaan otomotif AS yang menaungi Chevrolet, Buick, GMC dan Cadillac. Tiga negara utama sasaran ekspor GM adalah Amerika Utara, Amerika Selatan dan China.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 September 2026, 21:22 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
03 Juni 2026, 20:37 WIB
18 Mei 2026, 19:17 WIB
Terkini
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota