Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen
30 September 2026, 15:34 WIB
Perang harga jadi strategi di tengah pelemahan pasar, tetapi Hyundai sebut hal ini bisa merugikan diler
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Ada sejumlah pendatang baru di dunia otomotif Indonesia sekarang, banyak di antaranya berasal dari China. Beberapa berlomba menarik konsumen dengan menurunkan harga jual dalam periode tertentu.
Seperti MG 4 EV yang awalnya dijual Rp 699 juta saat masih berstatus impor utuh dari Thailand. Turun pada Januari 2024 karena sudah dirakit lokal jadi Rp 433 juta lalu berakhir di Rp 395 juta setelah TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) mobil itu sudah 40 persen.
Kemudian ada Wuling, memperkenalkan varian baru dari Air ev Lite. Tipe itu menawarkan daya jelajah mumpuni yaitu 300 km, sehingga varian di bawahnya turun harga lagi jadi Rp 179,1 juta.
Angka itu akhirnya jadi lebih rendah dibandingkan Seres E1, sebelumnya pegang gelar mobil listrik termurah di Indonesia. E1 dijual Rp 189 jutaan.
Perang harga bisa jadi salah satu respon dari merek-merek tertentu untuk mendorong daya beli masyarakat yang tengah lesu saat ini.
Menanggapi hal tersebut, pihak Hyundai sebagai salah satu produsen mobil listrik di Indonesia menegaskan tidak tertarik dengan perang harga yang banyak dilakukan pabrikan. Karena justru berpeluang merugikan diler.
“Kita tidak memaksakan penetrasi di kondisi seperti ini. Yang kita jaga adalah Healthiness Finance dari diler kita,” ucap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) beberapa waktu lalu.
Sehingga harga mobil listrik Hyundai masih terbilang stabil dan tidak banyak perubahan dari waktu ke waktu. Misal Kona Electric dijual mulai Rp 499 jutaan sementara model ukuran lebih besar seperti Ioniq 5 ditawarkan dari Rp 782 jutaan.
Kedua model itu telah dirakit lokal. Sedangkan Ioniq 6 masih CBU (Completely Built Up) dari Korea Selatan, jadi banderolnya Rp 1,19 miliar.
“Tidak ada cerita untuk banting-bantingan (harga) dan lain sebagainya. Walaupun ada Customer Benefit kita berikan karena (melihat kondisi pasar), itu tanggung jawab penuh dari APM bukan diler,” tegas Frans.
Sebagai informasi, perang harga khususnya untuk mobil listrik dapat berdampak buruk pada banyak hal, misalnya adalah penurunan harga jual kembali kendaraan. Hal itu dijelaskan oleh Suvit Chobpradu, Vice President Asosiasi Diler Mobil Bekas di Thailand.
Ia menjabarkan normalnya mobil produksi Jepang mendapat pembaruan setiap empat sampai lima tahun sekali. Sedangkan mobil Eropa jangka waktunya empat sampai enam tahun.
“Ketika model baru meluncur, harga versi lamanya turun, ini hal biasa. Tetapi untuk mobil listrik, harga (versi bekasnya) bisa jatuh tidak lama setelah peluncuran,” kata Suvit dikutip dari Nation Thailand beberapa waktu lalu.
Suvit menilai kondisi tersebut bisa memburuk sampai tahun depan. Namun ada langkah inisiatif bisa dilakukan oleh pemerintah seperti imbauan untuk produksi lokal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
23 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya