BYD Masih Merajai Pasar Mobil Listrik di Indonesia
11 Desember 2025, 20:06 WIB
Harga mobil listrik CBU bisa bersaing berkat insentif, berpotensi naik apabila tak memenuhi TKDN 40 persen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan insentif mobil listrik impor atau Completely Built Up (CBU) di 2026.
Keputusan tersebut bermaksud memperkuat industri komponen otomotif domestik di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Sepanjang 2025, ada beberapa merek yang menikmati bantuan tersebut seperti BYD hingga GAC Aion.
Subsidi Electric Vehicle (EV) impor terbukti berhasil membantu mengerek angka penjualan mobil listrik di dalam negeri berkat harga kompetitif.
Namun masalah lain masih menanti. Belum ada regulasi rinci terkait pengaturan struktur harga mobil listrik CBU setelah dirakit lokal nanti.
Kemudian ketentuan soal harga mobil listrik jika belum berhasil memenuhi persyaratan Completely Knocked Down (CKD) dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.
Dengan asumsi mobil listrik impor tak memenuhi kriteria TKDN 40 persen, pengamat menilai ada peluang harganya meroket.
“Ini berpotensi meningkatkan harga Electric Vehicle (EV) tersebut hingga di atas 40 persen,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Ia mengungkapkan hal itu disebabkan oleh biaya impor yang tinggi dan pajak berlaku tanpa bantuan pemerintah.
Dihitung secara kasar, kenaikan harga mobil listrik sebesar 40 persen tentu sangat signifikan.
Ambil contoh BYD Atto 1, salah satu mobil listrik termurah di dalam negeri. Per September 2025, harga on the road-nya adalah Rp 195 jutaan.
Apabila tidak memenuhi kriteria TKDN dan masih harus impor tahun depan, maka harga BYD Atto 1 berpeluang naik menjadi Rp 273 jutaan.
“Hal ini dapat dipastikan akan mempengaruhi penjualan EV di pasar Indonesia,” tegas Yannes.
Untuk itu, perlu ada kebijakan dan transisi yang sesuai agar struktur harga mobil listrik impor di 2026 bisa terjaga.
Sampai sekarang, diketahui belum ada ketentuan soal struktur harga mobil listrik CBU di 2026.
Namun salah satu merek menikmati insentif, GAC Aion meyakini harga mobil listrik mereka tak berubah sebab sudah dirakit lokal.
“Kita harus lihat nanti regulasinya, tetapi sejauh ini tidak memberi impact apapun (diberhentikannya insentif mobil listrik impor),” kata Andry Ciu, CEO GAC Indonesia di Jakarta dalam kesempatan terpisah.
Dua model mobil GAC yang mendapatkan subsidi pajak impor yaitu Aion UT dan Aion V diklaim telah memenuhi kewajiban TKDN 40 persen.
Sementara BYD sebagai salah satu pemimpin pasar EV domestik dikabarkan belum menjalin kerja sama dengan supplier komponen, meskipun pabriknya ditargetkan sudah rampung tahun depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Desember 2025, 20:06 WIB
11 Desember 2025, 13:00 WIB
11 Desember 2025, 11:00 WIB
10 Desember 2025, 14:00 WIB
10 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
11 Desember 2025, 21:30 WIB
Mazda gelar beragam promo menarik di akhir tahun untuk memudahkan masyarakat mendapat mobil yang dibutuhkan
11 Desember 2025, 20:06 WIB
Menawarkan beragam lini produk mobil listrik, BYD Indonesia terus meraih respon positif dari masyarakat
11 Desember 2025, 19:16 WIB
Mitsubishi Fuso mendominasi pasar kendaraan niaga di Tanah Air dengan menorehkan market share 39,9 persen
11 Desember 2025, 18:33 WIB
Mobil yang diyakini bakal jadi Wuling Almaz Darion di Indonesia resmi meluncur, ada tiga opsi jantung pacu
11 Desember 2025, 17:16 WIB
Gokart indoor terbaru di Jakarta, Drift.inc resmi dibuka di Central Park Mall dengan panjang trek 284 meter
11 Desember 2025, 16:00 WIB
GWM Puri memiliki fasilitas 3S (Sales, Service dan Spare Parts) untuk bisa memanjakan konsumen setia
11 Desember 2025, 15:00 WIB
Meskipun baru mendapatkan penyegaran tahun ini, X55-II tidak signifikan membantu penjualan BAIC di RI
11 Desember 2025, 14:00 WIB
Pramac Yamaha menjadi skuad pertama yang akan memamerkan tampilan motor balap baru mereka untuk MotoGP 2026