10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Harga mobil listrik CBU bisa bersaing berkat insentif, berpotensi naik apabila tak memenuhi TKDN 40 persen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan insentif mobil listrik impor atau Completely Built Up (CBU) di 2026.
Keputusan tersebut bermaksud memperkuat industri komponen otomotif domestik di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Sepanjang 2025, ada beberapa merek yang menikmati bantuan tersebut seperti BYD hingga GAC Aion.
Subsidi Electric Vehicle (EV) impor terbukti berhasil membantu mengerek angka penjualan mobil listrik di dalam negeri berkat harga kompetitif.
Namun masalah lain masih menanti. Belum ada regulasi rinci terkait pengaturan struktur harga mobil listrik CBU setelah dirakit lokal nanti.
Kemudian ketentuan soal harga mobil listrik jika belum berhasil memenuhi persyaratan Completely Knocked Down (CKD) dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.
Dengan asumsi mobil listrik impor tak memenuhi kriteria TKDN 40 persen, pengamat menilai ada peluang harganya meroket.
“Ini berpotensi meningkatkan harga Electric Vehicle (EV) tersebut hingga di atas 40 persen,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Ia mengungkapkan hal itu disebabkan oleh biaya impor yang tinggi dan pajak berlaku tanpa bantuan pemerintah.
Dihitung secara kasar, kenaikan harga mobil listrik sebesar 40 persen tentu sangat signifikan.
Ambil contoh BYD Atto 1, salah satu mobil listrik termurah di dalam negeri. Per September 2025, harga on the road-nya adalah Rp 195 jutaan.
Apabila tidak memenuhi kriteria TKDN dan masih harus impor tahun depan, maka harga BYD Atto 1 berpeluang naik menjadi Rp 273 jutaan.
“Hal ini dapat dipastikan akan mempengaruhi penjualan EV di pasar Indonesia,” tegas Yannes.
Untuk itu, perlu ada kebijakan dan transisi yang sesuai agar struktur harga mobil listrik impor di 2026 bisa terjaga.
Sampai sekarang, diketahui belum ada ketentuan soal struktur harga mobil listrik CBU di 2026.
Namun salah satu merek menikmati insentif, GAC Aion meyakini harga mobil listrik mereka tak berubah sebab sudah dirakit lokal.
“Kita harus lihat nanti regulasinya, tetapi sejauh ini tidak memberi impact apapun (diberhentikannya insentif mobil listrik impor),” kata Andry Ciu, CEO GAC Indonesia di Jakarta dalam kesempatan terpisah.
Dua model mobil GAC yang mendapatkan subsidi pajak impor yaitu Aion UT dan Aion V diklaim telah memenuhi kewajiban TKDN 40 persen.
Sementara BYD sebagai salah satu pemimpin pasar EV domestik dikabarkan belum menjalin kerja sama dengan supplier komponen, meskipun pabriknya ditargetkan sudah rampung tahun depan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia