TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Kemenperin memastikan harga mobil lcgc bakal naik sebanyak Rp5 juta pada tahun ini guna menyesuaikan tarif produksi
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Kemenperin (Kementerian Perindustrian) berencana menaikan harga mobil LCGC (Low Cost Green Gar) pada 2023. Menurut Taufik Bawazier, Direktur Jenderal ILMATE langkah itu diambil agar bisa memberi dukungan bagi tumbuhnya industri otomotif di Indonesia.
Memang penjualan kendaraan pada 2022 meningkat sebesar 10.67 persen. Jumlah tersebut berada di atas angka pertumbuhan industri pengolahan yaitu 5.01 persen.
Berangkat dari hal itu harga patokan kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) atau LCGC akan mengalami penyesuaian yang semula lima persen dikoreksi menjadi Rp5 juta. Angkanya merupakan hasil persetujuan bersama perusahaan terkait.
“Pemerintah memahami bahwa ada peningkatan cost of production pada produksi kendaraan KBH2, kenaikan bahan baku serta biaya logistik mengakibatkan diperlukannya penyesuaian tersebut,” ujar Taufik di laman resmi Kemenperin.
Harga mobil LCGC bakal naik tertuang dalam Peraturan Menperin Nomor 36 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah.
“Seperti yang disampaikan Bapak Menteri Perindustrian, besaran penyesuaian tidak boleh di atas inflasi sehingga tak memberatkan masyarakat,” tegasnya.
Adapun segmen tersebut dinilai masih akan tetap prospektif terlebih dengan adanya investasi baru dari sejumlah pabrikan otomotif. Pasar kendaraan hemat dan terjangkau itu masih tinggi, sekitar 19-20 persen.
Jadi harga mobil LCGC bakal naik Rp5 juta diyakini masih dalam batas wajar. Sehingga tetap masuk ke dalam banderol yang diminati oleh masyarakat.
Kemenperin pun berencana tetap mendorong LCGC untuk mendukung efisiensi bahan bakar dalam teknologi kendaraan tersebut guna mengurangi impor BBM.
Menyitat data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pada Januari-Desember 2022 penjualan mobil LCGC secara wholesales (pabrik ke diler) tercatat sebanyak 158.208 unit.
Sedangkan di Januari 2023 penjualan LCGC secara wholesales tercatat sebanyak 20.701 unit. Tentu menunjukan minat masyarakat yang tinggi dalam segmen itu
Sebagai informasi Daihatsu Sigra menjadi terlaris pada bulan lalu. Produk ini tercatat laris hingga 6.644 unit.
Lalu di urutan kedua bertengger Honda Brio laku 6.495 unit. Jumlahnya meningkat 43 persen dibandingkan sebelumnya.
Kemudian posisi selanjutnya terdapat Toyota Calya mencatatkan penjualan 3.680 unit. Berikutnya Daihatsu Ayla menempati posisi keempat dengan penjualan 2.235 unit
Toyota Agya di angka penjualan 1.647 unit yang menghuni posisi terakhir penjualan LCGC pada Januari 2023.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
21 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
30 Oktober 2026, 13:00 WIB
MAB coba menghadirkan solusi bagi para pengusaha yang sedang menjadi kendaraan niaga listrik untuk berbisnis
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
Berbeda pada mobil listrik penumpang, DFSK memberikan logo baru berbentuk huruf S untuk kendaraan niaga mereka
30 Oktober 2026, 09:00 WIB
Suzuki ikut gencarkan adopsi lini elektrifikasi, bawa lini mobil hybrid di pameran GIIAS Makassar 2026
30 Oktober 2026, 07:59 WIB
Asuransi Astra berikan manfaat lebih bagi para pelanggan setia untuk memperkuat hubungan dengan perusahaan
29 Oktober 2026, 21:16 WIB
AiMOGA RObotics terus kembangkan teknologi AI untuk bisa memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat
29 Oktober 2026, 15:00 WIB
Mazda untuk pertama kalinya hadir meramaikan GIIAS Makassar 2026, bawa produk andalannya yakni SUV CX-5
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
PEVS 2026 menawarkan banyak berbagai program menarik untuk menstimulus masyarakat beralih ke mobil listrik
29 Oktober 2026, 11:00 WIB
Pertamina Lubricants mengkalim memiliki fasilitas produksi terbesar di Asia Tenggara yang memasok 17 negara