Handal Siap Isi Pabrik di Purwakarta, Bawa Karyawan dari Bekasi

Pabrik baru HIM (Handal Indonesia Motor) segera diisi, sebab mereka tengah mempersiapkan sejumlah karyawan

Handal Siap Isi Pabrik di Purwakarta, Bawa Karyawan dari Bekasi
Satrio Adhy

KatadataOTO – Pabrik kedua PT HIM (Handal Indonesia Motor) dikabarkan akan mulai beroperasi pada Februari 2025. Fasilitas produksi baru tersebut berada di Purwakarta, Jawa Barat.

Memiliki kapasitas sampai 1.800 unit mobil dalam satu bulan. Lalu diklaim bakal ada enam merek yang memanfaatkan fasilitas mereka.

Oleh sebab itu, Handal mengaku sudah melakukan berbagai persiapan. Termasuk dengan mendatangkan para tenaga kerja.

“Jadi sekarang saya sedang latih serta training (karyawan), buat nanti pindah ke Purwakarta. Kan tidak bisa bilang rekrut hari ini kemudian langsung kerja,” ungkap Jongkie Sugiarto, Wakil Komisaris Utama PT HIM ketika ditemui di Jakarta beberapa lalu.

Handal Berniat Pindahkan Perakitan Pindad Maung ke Purwakarta
Photo : KatadataOTO

Jongkie mengaku hal tersebut dilakukan demi memenuhi standar yang telah mereka tentukan. Sehingga mampu memproduksi mobil dengan kualitas terbaik.

Kendati demikian dia belum bisa membocorkan berapa jumlah tenaga kerja disiapkan buat mengisi pabrik baru Handal itu.

“Saya kurang tahu persis, tetapi banyak karyawan sekarang di Bekasi akan kita bawa ke Purwakarta,” Jongkie menambahkan.

Lebih jauh ia menuturkan terdapat sejumlah posisi tengah disiapkan. Ambil contoh kepala produksi serta sebagainya.

“Pimpinan tentu ada dan supervisornya ada juga. Kalau tidak nanti siapa yang mengawas di sana,” tegas pria tersebut.

Sekadar informasi, pabrik HIM di Purwakarta bakal menjadi tulang punggung. Terkhusus untuk model yang dirakit dengan skema CKD (Completely Knocked Down) serta SKD (Semi Knocked Down).

“Ada macam-macam ya (Mobil baru diproduksi di Handal), seperti ICE (Internal Combustion Engine) maupun listrik. Jadi cukup ramai tahun depan,” tutur dia.

Sebagai informasi, pabrik anyar Handal bertempat di kawasan IIP (Integrated Industrial Park), dengan luas lahan sekitar 38 hektar.

Jauh lebih besar dibandingkan dengan fasilitas produksi di Pondok Ungu, Bekasi yang hanya memiliki luas 12 hektar.

Neta V-II Resmi Dirakit Lokal di Bekasi, Kantongi TKDN 44 Persen
Photo : Neta Auto Indonesia

Sementara di Pondok Ungu sudah penuh karena merakit tiga merek mobil asal China, yakni Chery, Neta sampai Jetour.

Lalu empat merek anyar asal Tiongkok turut memanfaatkan fasilitas produksi Handal. Seperti BAIC, Zeekr, Xpeng serta Geely.

Dengan begitu kian beragam kendaraan roda empat yang akan dibuat di Tanah Air dalam waktu dekat.


Terkini

mobil
BYD Dolphin PHEV

BYD Dolphin PHEV Resmi Meluncur, Segini Harganya

BYD Dolphin PHEV merupakan salah satu strategi BYD menembus pasar Eropa, tawarkan alternatif EV yang menarik

motor
Kawasaki

Alasan Nama Kawasaki Absen di Modenas Brusky 125

Menurut Kawasaki, proses perancangan dan pengembangan Brusky 125 sepenuhnya dilakukan oleh Modenas Malaysia

otosport
AHRT

Dua Rider Astra Honda Racing Team Naik Podium di ARRC Motegi

Astra Honda Racing Team sukses di race pertama ARRC Motegi, Jepang dengan membawa dua podium via Herjun dan Irfan

mobil
Hyundai Staria Hybrid Terdaftar, Incar Pasar MPV yang Tumbuh

Hyundai Staria Hybrid Terdaftar di RI, Incar Pasar MPV Premium

Nama Hyundai Staria Hybrid telah terdaftar di laman Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026

mobil
Pindad

Jawaban Pindad Soal Atap Mobil Maung Prabowo yang Bocor

Menurut Pindad, masalah yang terjadi pada mobil kepresidenan Prabowo terjadi pada awal-awal penggunaan

mobil
Daihatsu

Pendaftaran Daihatsu National SMK Skill Contest ke-9 Dibuka

Ajang Daihatsu National SMK Skill Contest merupakan kompetisi untuk menyiapkan generasi mendatang tahan banting

mobil
BYD M6 DM

Harga BYD M6 DM Mulai Rp 298 Juta, Bisa Tempuh 1.800 KM

BYD M6 DM akan bersaing di kelas MPV ramah lingkungan lain di Indonesia mengandalkan harga dan teknologinya

mobil
MPMX

Upaya MPMX Berdayakan SDM Disabilitas di Indonesia

MPMX kembali menggelar program MPM Bisa untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia