BYD Gerah Desain Mobil Mereka Selalu Ditiru Kompetitor
02 Januari 2026, 16:00 WIB
GWM baru saja menutup kantor pusat di Jerman karena penjualan mobil listrik mereka lesu dalam beberapa waktu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Langkah mengejutkan diambil oleh GWM (Great Wall Motor). Mereka menyatakan angkat koper dari pasar mobil listrik Eropa.
Hal itu terjadi usai jenama asal Tiongkok menutup permanen kantor pusat yang berada di Jerman. Kemudian menonaktifkan seluruh staf serta tim manajemen.
“GWM akan menghentikan pengoperasian Great Wall Motor Deutschland GmbH (GWMD) berkantor pusat di Jerman mulai Agustus 2024,” tulis mereka di laman resmi seperti dikutip Senin (3/6).
Akibat penutupan kantor pusat tersebut, ada 100 karyawan yang terdampak. Semua pekerja diberhentikan dari pekerjaannya.
Meski begitu GWM berkomitmen buat memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen di benua biru. Sehingga para pelanggan diminta tidak perlu khawatir.
“Pada saat yang sama kami akan merelokasi gudang suku cadang GWM Eropa dari Nuremberg, Jerman ke Amsterdam, Belanda. Jadi lebih besar, berukuran dua kali lipat,” mereka menambahkan.
Melihat hal tersebut CCCEU (China Chamber of Commerce to the EU) atau kamar dagang China untuk Eropa buka suara.
Menurut mereka langkah GWM angkat kaki dari benua biru suatu cara strategis di tengah ketidakpastian penjualan mobil listrik.
“Penarikan masing-masing perusahaan dari pasar Eropa merupakan penyesuaian yang dilakukan untuk alasan komersial,” ucap perwakilan CCCEU di Global Times.
Mengutip Carscoops, penjualan GWM tidak sesuai ekspektasi perusahaan asal Tiongkok. Sebab pada 2023, mereka mencatatkan 316.018 unit di pasar luar negeri.
Akan tetapi hanya 6.300 mobil listrik GWM yang terjual di Eropa. Sehingga mereka memutuskan buat angkat kaki.
Apalagi sebelumnya perusahaan otomotif satu ini telah menunda target penjualan satu juta unit di luar Tiongkok.
Mereka menunda dari semula 2025 menjadi 2030. Hal itu karena kondisi pasar yang lesu selama beberapa waktu belakangan.
Di sisi lain GWM turut membatalkan rencana ekspansi ke sejumlah negara. Seperti ke Spanyol, Italia, Portugal, Belgia, Luksemburg, Belanda, Austria, Swiss, Denmark, Islandia dan Bulgaria.
Terakhir mereka bakal tetap menghormati perjanjian kemitraan yang telah terjalin di Jerman, Inggris, Swedia serta Irlandia.
Dengan penutupan kantor GWM di Eropa, membuat operasional manajemen secara keseluruhan dilakukan langsung dari Baoding di Tiongkok.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 17:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026
02 Januari 2026, 12:00 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia bervariasi mulai Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar ke atas, berikut daftarnya
02 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski masih terdapat 22 seri di tahun ini, namun ada beberapa ubahan signifikan pada jadwal MotoGP 2026
02 Januari 2026, 10:00 WIB
Geely berniat membawa mobil bermesin konvensional ke Indonesia, diyakini merupakan Monjaro dan Okavango