Komitmen Leapmotor Penuhi TKDN 60 Persen, Potensi Harga Naik
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Insentif mobil produksi lokal dengan TKDN yang tinggi menurut GIAMM jadi salah satu kunci untuk mencegah PHK
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Industri komponen otomotif disebut tengah mengalami berbagai tantangan, khususnya di tengah meroketnya penjualan mobil listrik penerima insentif impor dari pemerintah.
Perlu diketahui, pemerintah memberikan subsidi buat mobil listrik impor yang memenuhi persyaratan, namun manufaktur harus punya komitmen perakitan lokal di 2026.
Hasilnya, pabrik seperti BYD dapat menjual mobil listrik impor tetapi dengan harga jauh lebih murah dibandingkan model serupa di kelasnya dan para kompetitor lain.
Hal itu terbukti mendongkrak angka penjualan mobil listrik di dalam negeri. Tetapi imbas negatif dirasakan oleh industri komponen otomotif.
Ditambah lagi terjadinya pelemahan daya beli di sektor otomotif, terkhusus di kalangan konsumen menengah ke bawah dengan rentang harga kendaraan diminati Rp 200 jutaan.
Padahal penjualan mobil di segmen tersebut yakni Low Cost Green Car (LCGC) dapat membantu penyerapan komponen lokal.
Minimnya penyerapan komponen kemudian berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) banyak tenaga kerja di fasilitas perakitan atau pabrik.
Melihat hal tersebut, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengungkapkan ada solusi yang bisa diterapkan pemerintah untuk membantu industri komponen otomotif di Tanah Air.
“(GIAMM) berharap pemerintah dapat memberikan insentif untuk menciptakan permintaan. Seperti waktu Covid-19,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat dihubungi KatadataOTO belum lama ini.
Jika mengacu pada informasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) juga terbukti meningkatkan penjualan.
Berkat bantuan dari pemerintah, ada peningkatan penjualan kendaraan bermotor roda empat sebesar 113 persen di periode Maret sampai Desember 2021.
Kemudian lini kendaraan yang termasuk di dalam program insentif itu memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 80 persen atau lebih.
Sehingga penyerapan komponen di dalam negeri bisa ikut terserap seiring naiknya penjualan mobil dan akhirnya mencegah PHK.
“Jadi pasar naik, industri komponen tetap survive dan tidak ada pengurangan karyawan,” tegas Rachmat.
Perlu diketahui, insentif PPnBM DTP yang sempat diberikan saat pandemi berlaku untuk dua segmen mobil.
Pertama adalah LCGC atau Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2).
Setelah itu mobil baru dengan kapasitas mesin sampai 1.500 cc, lalu memiliki harga on the road Rp 200 juta sampai Rp 250 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
21 September 2026, 21:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027