Teknologi City Car Aira ev Setara LCGC, Ini Harga Resmi Wuling
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
Insentif mobil produksi lokal dengan TKDN yang tinggi menurut GIAMM jadi salah satu kunci untuk mencegah PHK
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Industri komponen otomotif disebut tengah mengalami berbagai tantangan, khususnya di tengah meroketnya penjualan mobil listrik penerima insentif impor dari pemerintah.
Perlu diketahui, pemerintah memberikan subsidi buat mobil listrik impor yang memenuhi persyaratan, namun manufaktur harus punya komitmen perakitan lokal di 2026.
Hasilnya, pabrik seperti BYD dapat menjual mobil listrik impor tetapi dengan harga jauh lebih murah dibandingkan model serupa di kelasnya dan para kompetitor lain.
Hal itu terbukti mendongkrak angka penjualan mobil listrik di dalam negeri. Tetapi imbas negatif dirasakan oleh industri komponen otomotif.
Ditambah lagi terjadinya pelemahan daya beli di sektor otomotif, terkhusus di kalangan konsumen menengah ke bawah dengan rentang harga kendaraan diminati Rp 200 jutaan.
Padahal penjualan mobil di segmen tersebut yakni Low Cost Green Car (LCGC) dapat membantu penyerapan komponen lokal.
Minimnya penyerapan komponen kemudian berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) banyak tenaga kerja di fasilitas perakitan atau pabrik.
Melihat hal tersebut, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengungkapkan ada solusi yang bisa diterapkan pemerintah untuk membantu industri komponen otomotif di Tanah Air.
“(GIAMM) berharap pemerintah dapat memberikan insentif untuk menciptakan permintaan. Seperti waktu Covid-19,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat dihubungi KatadataOTO belum lama ini.
Jika mengacu pada informasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) juga terbukti meningkatkan penjualan.
Berkat bantuan dari pemerintah, ada peningkatan penjualan kendaraan bermotor roda empat sebesar 113 persen di periode Maret sampai Desember 2021.
Kemudian lini kendaraan yang termasuk di dalam program insentif itu memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 80 persen atau lebih.
Sehingga penyerapan komponen di dalam negeri bisa ikut terserap seiring naiknya penjualan mobil dan akhirnya mencegah PHK.
“Jadi pasar naik, industri komponen tetap survive dan tidak ada pengurangan karyawan,” tegas Rachmat.
Perlu diketahui, insentif PPnBM DTP yang sempat diberikan saat pandemi berlaku untuk dua segmen mobil.
Pertama adalah LCGC atau Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2).
Setelah itu mobil baru dengan kapasitas mesin sampai 1.500 cc, lalu memiliki harga on the road Rp 200 juta sampai Rp 250 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
29 Juli 2026, 22:23 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
Aletra akhirnya membuka selubung produk terbarunya di pasar otomotif Indonesia dan dipasarkan Oktober 2026
03 Agustus 2026, 11:00 WIB
Ford RMA Indonesia merilis model-model terbarunya untuk pasar otomotif Tanah Air, termahal Rp 1,2 miliar
03 Agustus 2026, 10:00 WIB
Konsep desain Suzuki XBee berpeluang diadopsi untuk model-model Suzuki lain yang sudah ada di pasar Indonesia
03 Agustus 2026, 09:00 WIB
Toyota terus berusaha menggoda para pencinta offroad, seperti dengan memberikan penyegaran pada Land Cruiser
03 Agustus 2026, 08:00 WIB
Konsumen bisa menikmati berbagai keuntungan menarik apabila melakukan pembelian mobil Daihatsu di GIIAS 2026
03 Agustus 2026, 07:00 WIB
All New Mazda CX-5 resmi meluncur di GIIIAS 2026, mobil ini dipasarkan dengan banderol mulai Rp 599 jutaan
03 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa hari ini, simak daftar lokasi dan persyaratannya
03 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini