BYD Sebut Insentif Masih Signifikan Dongkrak Penjualan EV
28 Februari 2026, 19:59 WIB
Insentif mobil produksi lokal dengan TKDN yang tinggi menurut GIAMM jadi salah satu kunci untuk mencegah PHK
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Industri komponen otomotif disebut tengah mengalami berbagai tantangan, khususnya di tengah meroketnya penjualan mobil listrik penerima insentif impor dari pemerintah.
Perlu diketahui, pemerintah memberikan subsidi buat mobil listrik impor yang memenuhi persyaratan, namun manufaktur harus punya komitmen perakitan lokal di 2026.
Hasilnya, pabrik seperti BYD dapat menjual mobil listrik impor tetapi dengan harga jauh lebih murah dibandingkan model serupa di kelasnya dan para kompetitor lain.
Hal itu terbukti mendongkrak angka penjualan mobil listrik di dalam negeri. Tetapi imbas negatif dirasakan oleh industri komponen otomotif.
Ditambah lagi terjadinya pelemahan daya beli di sektor otomotif, terkhusus di kalangan konsumen menengah ke bawah dengan rentang harga kendaraan diminati Rp 200 jutaan.
Padahal penjualan mobil di segmen tersebut yakni Low Cost Green Car (LCGC) dapat membantu penyerapan komponen lokal.
Minimnya penyerapan komponen kemudian berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) banyak tenaga kerja di fasilitas perakitan atau pabrik.
Melihat hal tersebut, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengungkapkan ada solusi yang bisa diterapkan pemerintah untuk membantu industri komponen otomotif di Tanah Air.
“(GIAMM) berharap pemerintah dapat memberikan insentif untuk menciptakan permintaan. Seperti waktu Covid-19,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat dihubungi KatadataOTO belum lama ini.
Jika mengacu pada informasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) juga terbukti meningkatkan penjualan.
Berkat bantuan dari pemerintah, ada peningkatan penjualan kendaraan bermotor roda empat sebesar 113 persen di periode Maret sampai Desember 2021.
Kemudian lini kendaraan yang termasuk di dalam program insentif itu memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 80 persen atau lebih.
Sehingga penyerapan komponen di dalam negeri bisa ikut terserap seiring naiknya penjualan mobil dan akhirnya mencegah PHK.
“Jadi pasar naik, industri komponen tetap survive dan tidak ada pengurangan karyawan,” tegas Rachmat.
Perlu diketahui, insentif PPnBM DTP yang sempat diberikan saat pandemi berlaku untuk dua segmen mobil.
Pertama adalah LCGC atau Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2).
Setelah itu mobil baru dengan kapasitas mesin sampai 1.500 cc, lalu memiliki harga on the road Rp 200 juta sampai Rp 250 juta.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Februari 2026, 19:59 WIB
26 Februari 2026, 12:59 WIB
23 Februari 2026, 13:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
15 Maret 2026, 09:13 WIB
Sebagai bagian dari program mudik, Wuling membuka enam titik posko untuk menunjang perjalanan konsumen
14 Maret 2026, 21:00 WIB
Indomobil siap membawa Leapmotor ke Tanah Air untuk memberi lebih banyak pilihan kendaraan listrik pada pelanggan
14 Maret 2026, 18:54 WIB
Mudik Balik Bareng Honda kembali digelar pada Lebaran 2026 dan diikuti 2.521 orang serta 1.116 sepeda motor
14 Maret 2026, 13:20 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dibawa berkendara jarak jauh dari Jakarta-Surabaya, begini impresi berkendaranya
14 Maret 2026, 10:25 WIB
Dyandra Promosindo merilis sejumlah data pencapaian terbaru ajang IIMS 2026 yang bisa menjadi sinyal positif
13 Maret 2026, 22:42 WIB
BYD buka enam posko mudik yang tersebar di sejumlah lokasi selama libur Lebaran 2026 yang segera berlangsung
13 Maret 2026, 21:00 WIB
Program Astra Siaga Lebaran mencakup pos yang tersebar di sejumlah titik jalur mudik utama tahun ini
13 Maret 2026, 19:00 WIB
Mengacu pada data Gaikindo, angka produksi Hyundai Ioniq 5 jeblok dan hanya tembus 13 unit per Januari 2026