Suzuki Tawarkan Diskon Sparepart hingga 25 Persen Selama GIIAS 2026
08 Agustus 2026, 23:50 WIB
Pemasok suku cadang kendaraan di Eropa tengah mengalami krisis setelah semakin tingginya permintaan terhadap mobil listrik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Perusahaan pemasok suku cadang kendaraan di Eropa yang memproduksi komponen mesin pembakaran internal mulai menghadapi tantangan berat. Hal ini karena beberapa negara sudah bersiap beralih ke mobil listrik.
Krisis tersebut menjadi tantangan berat karena potensi penjualan kendaraan listrik masih sangat tinggi. Sehingga mereka harus melakukan pengembangan termasuk investasi dalam jumlah besar untuk menjawab kebutuhan di masa depan.
Tetapi di saat yang sama, telah terjadi penurunan pendapatan akibat perlambatan penjualan kendaraan konvensional. Beberapa perusahaan besar pun telah merasakan dampak negatif dari perubahan.
Kondisi diperburuk karena banyak negara Eropa berencana melarang sepenuhnya mesin pembakaran internal pada 2035. Akibatnya beberapa perusahaan pun berevolusi meski dengan cara tidak menyenangkan.
Salah satunya adalah Evtec Aluminum, suplier komponen mesin untuk Jaguar Land Rover. Perusahaan tersebut berhasil bertahan karena telah diambil alih oleh group otomotif pimpinan David Roberts beberapa waktu lalu.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan dapat memproduksi komponen alumunium yang rumit. Kemampuan tersebut hampir pasti akan menarik minat perusahaan produsen mobil listrik di masa depan.
Perusahaan lain seperti Vitesco Technologies Group AG dari Jerman tengah berupaya untuk mengubah fokus mereka dari mesin pembakaran ke listrik. Mereka berharap bisa menguasai 70 persen pasar kendaraan di 2030.
Untuk mendapatkannya mereka akan membagi fokusnya ke 2 divisi termasuk suku cadang mobil listrik. Sementara divisi lain bertugas mengembangkan pembakaran internal dengan teknologi lebih tinggi dan meraih pendapatan besar ketika segmen pasar menurun.
Karena mobil listrik hanya membutuhkan sedikit komponen dibanding mesin pembakaran, beberapa pabrikan untuk telah memberi peringatan adanya PHK massal. Sebagai contoh adalah Stellantis yang sedang dalam proses mengalihkan pabrik mesinnya di Tremery, Prancis menjadi manufaktur motor listrik.
Dalam prosesnya, perusahaan telah mengurangi jumlah pekerjanya dari sebelumnya 3.000 orang menjadi hanya 2.400. Jumlah tersebut diperkirakan akan kembali berkurang karena jenis pekerjaan lebih sedikit.
Kondisi tersebut tentunya sangat mungkin terjadi di Indonesia. Meski penghentian penjualan kendaraan bermesin bensin masih jauh, tetapi pemerintah harus memikirkan krisis yang dapat terjadi di masa depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 23:50 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
12 Desember 2025, 15:00 WIB
27 November 2025, 21:00 WIB
25 September 2025, 21:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya