BPLJSKB Bekasi Siap Akomodir Uji Tabrak Mobil di RI
27 September 2026, 09:55 WIB
Ganjar Pranowo menilai kalau insentif mobil hybrid yang tengah digodok masih belum diperlukan di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif mobil hybrid terus dibahas oleh beberapa pihak. Seperti dikatakan Ganjar Pranowo saat berkunjung ke pameran IIMS 2024.
Calon Presiden nomor urut 3 tersebut memiliki pandangan sendiri mengenai bantuan dari pemerintah, dia menilai masih kurang dibutuhkan subsidi untuk model satu ini.
“Buat insentif mobil hybrid belum perlu,” jawabnya singkat saat ditanya wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Kamis (22/2).
Jika dilihat pendapat Ganjar Pranowo sejalan dengan pernyataan Moeldoko beberapa waktu lalu saat mengunjungi IIMS 2024.
"Ya sebenarnya menurut saya gak penting-penting amat, karena masih pakai bensin dan tambah lagi apakah itu menjadi beban bagi pengendara saya juga tidak ngerti. Kenapa harus ada dua hal kan, satu bensin lalu terdapat listrik, tetapi konsumen akan menentukan," ungkap Moeldoko.
Moeldoko lantas mengungkapkan kalau subsidi atau insentif dari Presiden Jokowi baiknya hanya diterapkan buat mobil listrik. Sebab EV (Electric Vehicle) memiliki banyak dampak positif bagi publik serta lingkungan.
"Yang pertama masalah lingkungan atau environment, lingkungan kita menjadi baik. Kedua besaran impor BBM kita itu sangat-sangat besar," tambah Ketua Umum Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia).
Sebelumnya wacana mengenai insentif mobil hybrid tengah dikaji oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para menteri.
Hal itu disampaikan langsung oleh Airlangga Hartarto selaku Menko (Menteri Koordinator) Bidang Perekonomian.
Airlangga menjelaskan, insentif yang akan diberikan berupa pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP).
Besaran PPN DTP kendaraan roda empat hybrid rencananya bakal disamakan dengan besaran insentif yang diberikan untuk mobil listrik.
“kita sedang kaji, sama dengan PPN DTP, kalau sekarang kan masih satu persen nanti kita akan exercise," ucap Airlangga.
Meski begitu dia enggan memberikan detail kapan aturan teknis pemberian insentif PPN DTP untuk mobil hybrid bakal dirampungkan.
Lebih jauh Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya juga telah memiliki hitung-hitungan dampak dari pemberian insentif terhadap harga penjualan mobil hybrid.
“Kita lagi kaji dulu, hitung-hitungan ada tetapi kami mesti rapatin dulu,” Airlangga menegaskan.
Sekadar informasi penjualan mobil hybrid mampu lebih unggul ketimbang model listrik murni pada 2023. Bahkan jumlahnya terpaut cukup jauh.
Di tahun lalu penjualan mobil listrik tembus 17 ribu unit. Sementara model hybrid justru menyentuh angka 54 ribu unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 September 2026, 09:55 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Terkini
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia
27 September 2026, 20:20 WIB
Pada bulan ini harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, jadi kesempatan buat Anda membeli kendaraan
27 September 2026, 19:45 WIB
Kontes modifikasi Customaxi 2026 Yamaha digelar di Bandung, Jawa Barat karena memiliki daya tarik tersendiri
27 September 2026, 17:50 WIB
Sebanyak 1.000 unit iCar V23 yang terpesan terkirim ke tangan konsumen di Indonesia, jadi pencapaian baru
27 September 2026, 09:55 WIB
Fasilitas uji kelaikan kendaraan BPLJSKB Bekasi telah dikembangkan untuk berbagai jenis uji keselamatan mobil
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty