Menperin Ungkap Telah Minta Insentif untuk Otomotif ke Purbaya
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Ganjar Pranowo menilai kalau insentif mobil hybrid yang tengah digodok masih belum diperlukan di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif mobil hybrid terus dibahas oleh beberapa pihak. Seperti dikatakan Ganjar Pranowo saat berkunjung ke pameran IIMS 2024.
Calon Presiden nomor urut 3 tersebut memiliki pandangan sendiri mengenai bantuan dari pemerintah, dia menilai masih kurang dibutuhkan subsidi untuk model satu ini.
“Buat insentif mobil hybrid belum perlu,” jawabnya singkat saat ditanya wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Kamis (22/2).
Jika dilihat pendapat Ganjar Pranowo sejalan dengan pernyataan Moeldoko beberapa waktu lalu saat mengunjungi IIMS 2024.
"Ya sebenarnya menurut saya gak penting-penting amat, karena masih pakai bensin dan tambah lagi apakah itu menjadi beban bagi pengendara saya juga tidak ngerti. Kenapa harus ada dua hal kan, satu bensin lalu terdapat listrik, tetapi konsumen akan menentukan," ungkap Moeldoko.
Moeldoko lantas mengungkapkan kalau subsidi atau insentif dari Presiden Jokowi baiknya hanya diterapkan buat mobil listrik. Sebab EV (Electric Vehicle) memiliki banyak dampak positif bagi publik serta lingkungan.
"Yang pertama masalah lingkungan atau environment, lingkungan kita menjadi baik. Kedua besaran impor BBM kita itu sangat-sangat besar," tambah Ketua Umum Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia).
Sebelumnya wacana mengenai insentif mobil hybrid tengah dikaji oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para menteri.
Hal itu disampaikan langsung oleh Airlangga Hartarto selaku Menko (Menteri Koordinator) Bidang Perekonomian.
Airlangga menjelaskan, insentif yang akan diberikan berupa pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP).
Besaran PPN DTP kendaraan roda empat hybrid rencananya bakal disamakan dengan besaran insentif yang diberikan untuk mobil listrik.
“kita sedang kaji, sama dengan PPN DTP, kalau sekarang kan masih satu persen nanti kita akan exercise," ucap Airlangga.
Meski begitu dia enggan memberikan detail kapan aturan teknis pemberian insentif PPN DTP untuk mobil hybrid bakal dirampungkan.
Lebih jauh Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya juga telah memiliki hitung-hitungan dampak dari pemberian insentif terhadap harga penjualan mobil hybrid.
“Kita lagi kaji dulu, hitung-hitungan ada tetapi kami mesti rapatin dulu,” Airlangga menegaskan.
Sekadar informasi penjualan mobil hybrid mampu lebih unggul ketimbang model listrik murni pada 2023. Bahkan jumlahnya terpaut cukup jauh.
Di tahun lalu penjualan mobil listrik tembus 17 ribu unit. Sementara model hybrid justru menyentuh angka 54 ribu unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 09:00 WIB
30 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 08:00 WIB
29 Desember 2025, 12:14 WIB
21 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026