Toyota Pamer Strategi Masa Depan di JMS 2025
29 Oktober 2025, 10:36 WIB
Krisis cip semikonduktor dikatakan tidak terlalu berpengaruh banyak karena di Indonesia mobilnya masih standar
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menyebutkan bahwa krisis cip semikonduktor secara global, tidak terlalu mempengaruhi produksi mobil di Tanah Air.
Hal ini dikarenakan mobil-mobil yang diproduksi di Indonesia belum terlalu canggih. Sehingga kebutuhan akan pasokan benda mungil tersebut belum terlalu krusial.
“Cip semikonduktor memang menjadi perhatian karena secara global memang langka. Tapi kita masih beruntung, Indonesia mobilnya masih standar jadi kebutuhannya masih kurang,” ucap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo dalam acara Press Conference Jakarta Auto Week (09/03).
Ia menambahkan kondisi di Indonesia saat ini belum terlalu membutuhkan pasokan cip. Komponen yang secara pintar mengatur berbagai fungsi fitur mobil, tidak banyak digunakan pada mobil-mobil di Tanah Air.
“Cip semikonduktor belum banyak digunakan pada mobil di Indonesia. Sebagai contoh, untuk membuka power window saja masih menggunakan tombol kecil,” jelasnya kemudian.
Lebih lanjut mantan Presiden Direktur Isuzu Astra Motor Indonesia ini mengatakan mobil-mobil di Tanah Air belum sepenuhnya menggunakan peranti elektrikal. Maka dari itu, kekurangan pasokan cip tidak terlalu berpengaruh.
“Saat ini stok mobil ada dan kemampuan untuk produksi ada. Di sini masih belum full electrical jadi jangan takut beli,” tuturnya kemudian.
Sementara di Indonesia selain mobil produksi dalam negeri, beberapa merek juga masih melakukan aktivitas impor. Mobil-mobil impor tersebut saat ini mengalami masalah pasokan unit karena kelangkaan cip semikonduktor.
Salah satunya Mazda Indonesia yang masih mengalami kelangkaan unit, sehingga konsumen harus menunggu cukup lama unitnya datang. Seperti telah kami wartakan sebelumnya, konsumen Mazda harus menunggu unit datang hingga 3 bulan.
Belakangan beberapa pabrikan mobil di Indonesia sudah menyematkan fitur-fitur terkini. Fitur keselamatan aktif yang banyak digunakan, tentunya membutuhkan cip semikonduktor yang mengatur berbagai fungsinya.
Jakarta Auto Week (JAW) menjadi pameran otomotif yang dijadikan ajang promosi produsen mobil di Indonesia. Adapun pameran ini sendiri dijadikan alat untuk mendongkrak penjualan otomotif di Tanah Air.
JAW akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 12 – 20 Maret 2022. Pembelian tiket bisa didapatkan melalui aplikasi Auto360 yang dapat diunduh pada Appstore dan Playstore.
Adapun harga tiket masuk JAW adalah Rp50 ribu untuk weekdays (Senin – Jumat). Sementara Weekend (Sabtu – Minggu) banderolnya Rp70 ribu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Oktober 2025, 10:36 WIB
21 September 2025, 07:00 WIB
27 Agustus 2025, 15:00 WIB
27 Agustus 2025, 08:00 WIB
23 Agustus 2025, 20:27 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini