Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Insentif dibutuhkan untuk mendongkrak penjualan kendaraan roda empat nasional, tidak hanya mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Lini elektrifikasi tidak hanya meliputi BEV (Battery Electric Vehicle) atau mobil listrik murni saja. Tetapi juga mencakup teknologi lain seperti HEV (Hybrid Electric Vehicle) sampai PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Guna mendorong adopsi kendaraan listrik, pemerintah mengucurkan insentif atau relaksasi pajak buat BEV. Sayangnya wacana soal insentif mobil hybrid masih belum jelas sampai sekarang.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) menilai pemerintah sebaiknya tidak hanya fokus terhadap satu teknologi elektrifikasi saja. Ditambah lagi pertumbuhan mobil hybrid di Indonesia dinilai cukup pesat.
“Industri otomotif Indonesia itu sangat sensitif dan kita tahu melibatkan banyak pegawai, 1,5 juta sampai 1,6 juta orang. Kalau kita hanya terpaku untuk satu-dua teknologi itu sangat berbahaya, karena kita tidak tahu siapa yang ke depannya akan jadi Leader,” kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di sela GJAW 2024 beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan jangan sampai manufaktur kendaraan hybrid di RI memindahkan atau mengalokasikan pabriknya ke luar Indonesia karena tidak ada insentif untuk menstimulasi penjualan.
Lebih lanjut Nangoi mengungkapkan pihaknya masih akan menunggu keputusan regulasi soal insentif mobil hybrid ataupun pendukung lain dari pemerintah di masa mendatang.
“Kalau kita tidak siapkan dari sekarang kita akan rugi. Jadi pemerintah memberikan fasilitas harusnya sama buat semua (insentif teknologi elektrifikasi),” tegas Nangoi.
Kemudian masih ada insentif lain bisa dipertimbangkan untuk diterapkan oleh pemerintah, Harapannya bisa mendorong penjualan mobil yang tengah lesu sepanjang 2024.
Mengingat Gaikindo sampai menurunkan target dari satu juta unit menjadi 850 ribu unit di 2024. Ditambah lagi tahun depan ada wacana kenaikan PPN 12 persen serta opsen PKB dan BBNKB 66 persen.
Maka dari itu dibutuhkan insentif supaya mengimbangi kenaikan pajak tersebut, sehingga tidak terlalu memberatkan konsumen dan menjaga daya beli mobil tetap baik terkhusus di 2025.
Sebagai informasi saat ini Gaikindo melangsungkan pameran otomotif GJAW 2024 sebagai salah satu upaya mendorong penjualan kendaraan roda empat.
Bekerja sama dengan MUF (Mandiri Utama Finance), konsumen bisa mendapatkan berbagai kemudahan pembelian seperti program cicilan dan potongan harga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan