Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen
30 September 2026, 15:34 WIB
Insentif dibutuhkan untuk mendongkrak penjualan kendaraan roda empat nasional, tidak hanya mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Lini elektrifikasi tidak hanya meliputi BEV (Battery Electric Vehicle) atau mobil listrik murni saja. Tetapi juga mencakup teknologi lain seperti HEV (Hybrid Electric Vehicle) sampai PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Guna mendorong adopsi kendaraan listrik, pemerintah mengucurkan insentif atau relaksasi pajak buat BEV. Sayangnya wacana soal insentif mobil hybrid masih belum jelas sampai sekarang.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) menilai pemerintah sebaiknya tidak hanya fokus terhadap satu teknologi elektrifikasi saja. Ditambah lagi pertumbuhan mobil hybrid di Indonesia dinilai cukup pesat.
“Industri otomotif Indonesia itu sangat sensitif dan kita tahu melibatkan banyak pegawai, 1,5 juta sampai 1,6 juta orang. Kalau kita hanya terpaku untuk satu-dua teknologi itu sangat berbahaya, karena kita tidak tahu siapa yang ke depannya akan jadi Leader,” kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di sela GJAW 2024 beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan jangan sampai manufaktur kendaraan hybrid di RI memindahkan atau mengalokasikan pabriknya ke luar Indonesia karena tidak ada insentif untuk menstimulasi penjualan.
Lebih lanjut Nangoi mengungkapkan pihaknya masih akan menunggu keputusan regulasi soal insentif mobil hybrid ataupun pendukung lain dari pemerintah di masa mendatang.
“Kalau kita tidak siapkan dari sekarang kita akan rugi. Jadi pemerintah memberikan fasilitas harusnya sama buat semua (insentif teknologi elektrifikasi),” tegas Nangoi.
Kemudian masih ada insentif lain bisa dipertimbangkan untuk diterapkan oleh pemerintah, Harapannya bisa mendorong penjualan mobil yang tengah lesu sepanjang 2024.
Mengingat Gaikindo sampai menurunkan target dari satu juta unit menjadi 850 ribu unit di 2024. Ditambah lagi tahun depan ada wacana kenaikan PPN 12 persen serta opsen PKB dan BBNKB 66 persen.
Maka dari itu dibutuhkan insentif supaya mengimbangi kenaikan pajak tersebut, sehingga tidak terlalu memberatkan konsumen dan menjaga daya beli mobil tetap baik terkhusus di 2025.
Sebagai informasi saat ini Gaikindo melangsungkan pameran otomotif GJAW 2024 sebagai salah satu upaya mendorong penjualan kendaraan roda empat.
Bekerja sama dengan MUF (Mandiri Utama Finance), konsumen bisa mendapatkan berbagai kemudahan pembelian seperti program cicilan dan potongan harga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
23 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Belum diumumkan besarannya, namun tarif Transjakarta serta Transjabodetabek dipastikan naik mulai 2027
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Teknologi REEV Light jadi terobosan Suzuki hadapi persaingan sengit dengan merek Cina di era elektrifikasi
01 Oktober 2026, 18:13 WIB
AiMOGA Robotics dari Chery Group terus kembangkan teknologi robotika yang bisa membantu tugas manusia
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Pada Oktober 2026 harga BBM di seluruh SPBU terpantau tak mengalami penyesuaian harga, sama seperti bulan lalu
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda