Rexco Tawarkan Pembersih Komponen Kendaraan Listrik di IIMS 2026
08 Februari 2026, 10:00 WIB
Mobil listrik murah Hyundai yakni Inster EV mulai rambah pasar global, debut di Jepang seharga Rp 200 jutaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Korea Selatan, Hyundai nampaknya punya strategi baru buat bersaing dengan pabrikan asal China. Belum lama ini, mobil listrik termurah Hyundai yakni Inster EV resmi meluncur di Jepang.
Sebagai informasi, mobil ini pertama kali debut di Busan Mobility Show dan baru ditawarkan di Korea Selatan serta Eropa.
Di segmennya mobil listrik ini disebut akan bersaing dengan BYD Dolphin. Bahkan di Jepang, banderolnya yakni 2,8 jutaan yen (sekitar Rp 294,4 jutaan), lebih murah dari Dolphin di kisaran 3,63 jutaan yen atau Rp 374,2 jutaan.
Dimensi P x L x T Inster EV adalah 3.830 mm x 1.610 mm x 1.615 mm dengan wheelbase 2.580 mm. Ukuran BYD Dolphin sedikit lebih panjang yakni 4.290 mm x 1.770 mm x 1.570 mm dan wheelbase 1.570 mm.
Hyundai Inster EV memiliki ukuran kompak sehingga cocok buat penggunaan di area kota. Bicara soal jantung pacu, Inster EV disematkan baterai berkapasitas 49 kWh.
Dalam satu kali pengisian daya mobil listrik tersebut diklaim dapat menunjang perjalanan sampai 315 km. Sebagai perbandingan, daya jelajah BYD Dolphin masih lebih jauh yakni 410 km sampai 490 km berdasarkan metode pengetesan NEDC.
Kehadiran Inster EV sendiri bermaksud untuk mendongkrak penjualan Hyundai di Jepang. Belum diketahui pasti jika merek asal Korea Selatan ini berminat memboyongnya ke pasar Indonesia.
Dalam kesempatan terpisah, pihak PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) pernah mengungkapkan bahwa Inster EV dalam tahap studi sebelum masuk Indonesia.
“Inster kita lagi studi, tidak bisa bilang tidak atau iya. Kalau memang itu memungkinkan untuk pasar kenapa tidak,” kata Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID saat ditemui di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan bahwa seluruh lini produk Hyundai yang meluncur secara global memiliki peluang mengaspal di dalam negeri. Apalagi jika berkonfigurasi RHD alias right hand drive atau setir kanan.
“Belum tentu Inster masuk (Indonesia) tetapi kita juga tertarik. Tergantung nanti dari pasarnya,” tegas Frans.
Dengan spesifikasi yang tidak beda jauh dari BYD Dolphin, tantangan utama Inster EV di tanah air nampaknya adalah harga. Jika mobil listrik murah Hyundai itu masuk dengan skema CBU (Completely Built Up) ada peluang banderolnya justru melambung di atas produk China lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Februari 2026, 10:00 WIB
08 Februari 2026, 07:00 WIB
07 Februari 2026, 14:00 WIB
06 Februari 2026, 15:30 WIB
05 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
10 Februari 2026, 21:00 WIB
Kemenhub terus melakukan sosialisasi seritifkasi untuk bengkel-bengkel modifikasi yang ada di Indonesia
10 Februari 2026, 20:30 WIB
Suzuki Jimny 5 Door yang merupakan pemenang kontes modifikasi berskala nasional tampil memukau di IIMS 2026
10 Februari 2026, 20:00 WIB
SUV PHEV Denza B5 sebatas dipamerkan di BCA Expoversary, namun sejumlah konsumen berniat melakukan pemesanan
10 Februari 2026, 19:01 WIB
Jaecoo J5 EV punya versi hybrid-nya, dibawa ke Indonesia apabila konsumen tertarik dengan model hybrid anyar
10 Februari 2026, 18:30 WIB
Bridgestone Tire Indonesia telah berkoordinasi dengan supplier lokal untuk bisa terus meningkatkan TKDN
10 Februari 2026, 18:00 WIB
BYD jadi merek mobil Cina dengan penjualan terbanyak di Januari 2026 disusul sub merek Chery Group, Jaecoo
10 Februari 2026, 17:46 WIB
Selama IIMS 2026 berlangsung, ada diskon Suzuki S-Presso yang bisa dimannfaatkan para pengunjung pameran
10 Februari 2026, 15:00 WIB
GWM Tank 500 diesel yang baru saja diluncurkan, disebutkan telah mengumpulkan puluhan pemesanan di IIMS 2026