Gaikindo Godok Aturan Baru untuk Tertibkan Peredaran Truk Cina
27 Desember 2025, 11:00 WIB
Cyrillus Harinowo mengaku percaya diri penjualan mobil baru di 2025 bisa pulih dan mendekati satu juta unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar otomotif bakal menghadapi rintangan cukup berat di awal 2025. Pasalnya pemerintah tetap menjalankan kenaikan PPN 12 persen.
Meski hanya untuk mobil-mobil mewah, namun kebijakan tersebut cukup memberatkan. Apalagi ditambah opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) serta BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Rencananya kedua kebijakan di atas bakal mulai dijalankan pada Januari 2025. Membuat sebagian pihak cukup khawatir.
Sebab bakal membuat harga kendaran roda empat anyar terkerek di tahun depan. Otomatis mempengaruhi daya beli masyarakat.
Meski begitu sejumlah pihak masih menyimpan asa kalau penjualan mobil baru bisa pulih, bahkan mendekati satu juta unit lagi.
“Saya berani bertaruh, bahwa tahun depan penjualan mobil kita akan naik,” ujar Cyrillus Harinowo, ekonom senior sekaligus komisaris BCA di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut dia pasar kendaraan roda empat menunjukan tanda-tanda membaik menjelang pergantian tahun. Cyrillus berhitung dengan kondisi serupa, angka 900 ribu sampai satu juta unit setahun sangat memungkinkan.
Komisaris BCA ini menuturkan bahwa angka di atas lebih mudah dicapai jika Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri mau mengeluarkan sejumlah kebijakan.
Sebut saja seperti pemberian subsidi mobil hybrid. Sebab lini kendaraan ramah lingkungan satu ini menunjukan tren positif dalam satu tahun terakhir.
“Kalau kita menggunakan data pada September 2024, penjualan 72 ribu kemudian Oktober 77 ribu. Bila dibuletin 80 ribu saja, kalikan 12 bulan, sudah 960 ribu unit, itu relatif dekat dengan satu juta,” lanjut dia.
Hal senada turut dilontarkan oleh Kukuh Kumara, Sekretariat Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Motor Indonesia).
Dia cukup optimistis penjualan mobil baru bisa membaik di 2025. Sehingga pasar kembali bergairah lagi tahun depan.
“Sekarang trennya sudah mulai meningkat. Seperti kemarin kami baru selesai GJAW 2024, meski hasilnya belum ada tetapi kalau melihat antusiasme masyarakat dan SPK itu kita percaya diri,” kata Kukuh.
Lebih jauh Kukuh menuturkan bahwa pasar otomotif terutama penjualan mobil baru mulai menunjukan indikasi pemulihan.
Ketika ditegaskan angka realistis untuk di 2025, dia satu suara dengan Cyrillus, yakni di 900 sampai satu juta unit setahun.
“Harusnya bisa, jangan lupa kalau sekarang banyak juga masyarakat yang ingin beli kendaraan roda empat baru,” Kukuh menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Desember 2025, 11:00 WIB
27 Desember 2025, 09:00 WIB
27 Desember 2025, 07:00 WIB
26 Desember 2025, 11:00 WIB
24 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya
30 Desember 2025, 11:00 WIB
Insentif otomotif sebaiknya menyasar pada pertumbuhan industri komponen di dalam negeri agar seimbang
30 Desember 2025, 10:00 WIB
Yamaha tengah mencari formulasi yang tepat buat memasarkan motor listrik Neos kepada konsumen di Indoensia
30 Desember 2025, 09:00 WIB
Enduro Service tawarkan beragam layanan seperti penggantian oli mobil dan motor sampai ganti air filter