Merek Mobil Mewah Terlaris Juni 2026, Retail Sales BMW Turun
16 Juli 2026, 19:27 WIB
Cyrillus Harinowo mengaku percaya diri penjualan mobil baru di 2025 bisa pulih dan mendekati satu juta unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar otomotif bakal menghadapi rintangan cukup berat di awal 2025. Pasalnya pemerintah tetap menjalankan kenaikan PPN 12 persen.
Meski hanya untuk mobil-mobil mewah, namun kebijakan tersebut cukup memberatkan. Apalagi ditambah opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) serta BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Rencananya kedua kebijakan di atas bakal mulai dijalankan pada Januari 2025. Membuat sebagian pihak cukup khawatir.
Sebab bakal membuat harga kendaran roda empat anyar terkerek di tahun depan. Otomatis mempengaruhi daya beli masyarakat.
Meski begitu sejumlah pihak masih menyimpan asa kalau penjualan mobil baru bisa pulih, bahkan mendekati satu juta unit lagi.
“Saya berani bertaruh, bahwa tahun depan penjualan mobil kita akan naik,” ujar Cyrillus Harinowo, ekonom senior sekaligus komisaris BCA di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut dia pasar kendaraan roda empat menunjukan tanda-tanda membaik menjelang pergantian tahun. Cyrillus berhitung dengan kondisi serupa, angka 900 ribu sampai satu juta unit setahun sangat memungkinkan.
Komisaris BCA ini menuturkan bahwa angka di atas lebih mudah dicapai jika Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri mau mengeluarkan sejumlah kebijakan.
Sebut saja seperti pemberian subsidi mobil hybrid. Sebab lini kendaraan ramah lingkungan satu ini menunjukan tren positif dalam satu tahun terakhir.
“Kalau kita menggunakan data pada September 2024, penjualan 72 ribu kemudian Oktober 77 ribu. Bila dibuletin 80 ribu saja, kalikan 12 bulan, sudah 960 ribu unit, itu relatif dekat dengan satu juta,” lanjut dia.
Hal senada turut dilontarkan oleh Kukuh Kumara, Sekretariat Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Motor Indonesia).
Dia cukup optimistis penjualan mobil baru bisa membaik di 2025. Sehingga pasar kembali bergairah lagi tahun depan.
“Sekarang trennya sudah mulai meningkat. Seperti kemarin kami baru selesai GJAW 2024, meski hasilnya belum ada tetapi kalau melihat antusiasme masyarakat dan SPK itu kita percaya diri,” kata Kukuh.
Lebih jauh Kukuh menuturkan bahwa pasar otomotif terutama penjualan mobil baru mulai menunjukan indikasi pemulihan.
Ketika ditegaskan angka realistis untuk di 2025, dia satu suara dengan Cyrillus, yakni di 900 sampai satu juta unit setahun.
“Harusnya bisa, jangan lupa kalau sekarang banyak juga masyarakat yang ingin beli kendaraan roda empat baru,” Kukuh menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Juli 2026, 19:27 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
13 Juli 2026, 18:43 WIB
11 Juli 2026, 21:00 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi tempat dan persyaratan lengkapnya
20 Juli 2026, 22:01 WIB
Mario Aji tengah fokus menjalani masa pemulihan usai cedera, ia ingin kondisi fisiknya kembali prima di Inggris