Tak Tunggu Pemerintah, DFSK Beri Insentif Buat Seluruh Modelnya
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK Gelora E turun harga menjadi Rp300 jutaan, jauh lebih murah ketimbang Esemka Bima EV yang dibanderol Rp530 juta
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – DFSK Gelora E turun harga setelah diproduksi lokal. Sebelumnya kendaraan listrik komersial tersebut dijual Rp500 jutaan.
Tingginya harga disebabkan mobil masih diimpor utuh dari China. Akibatnya pajak yang harus dibayarkan menjadi lebih tinggi.
Namun seiring berjalannya waktu, DFSK memutuskan memproduksi DFSK Gelora E langsung di Indonesia. Dengan demikian harganya pun turun signifikan menjadi mulai Rp350 juta hingga Rp399 juta.
“Kami memutuskan memproduksi DFSK Gelora E baik blind van maupun minibus di Indonesia. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif khususnya dari segi harga yang menjadi lebih kompetitif,” tegas Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023.
Keputusan untuk memproduksi secara lokal guna menekan harga tentu akan menambah daya tarik bagi pelanggan. Pasalnya mobil tersebut lebih murah ketimbang Esemka Bima EV yang dijual mulai Rp530 juta.
DFSK Gelora E pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2021 dan menjadi satu-satunya kendaraan listrik komersial. Beragam keunggulan telah disematkan agar menarik perhatian pelanggan khususnya para pebisnis.
Salah satunya adalah baterai Lithium-ion dengan kapasitas 42 kWH. Dalam kondisi penuh maka daya tersebut cukup untuk membawa mobil berjalan sejauh 300 km.
Untuk memastikan mobilitas terjaga, kendaraan sudah dilengkapi oleh fitur fast charging. Dengan ini maka pengisian daya dari 20 persen hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu selama 80 menit.
DFSK juga mengklaim bahwa Gelora E mampu mengurangi biaya operasional. Pasalnya konsumen hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp200 per kilometer.
Dimensi DFSK Gelora E juga terbilang lega bila digunakan sebagai andalan bisnis. Mobil ini memiliki panjang 4.500mm, lebar 1.680mm dan tinggi 2.000mm.
DFSK Gelora E ditawarkan dalam 2 varian yakni Minibus dan Blind Van yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan usaha. Model minibus berkapasitas tujuh penumpang sehingga cocok untuk digunakan sebagai kendaraan angkutan umum
Sementara model Blind Van didukung kapasitas yang besar sehingga dapat memenuhi beragam kebutuhan seperti logistik, katering, angkutan barang dan berbagai sektor lainnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Februari 2026, 10:00 WIB
07 Februari 2026, 08:00 WIB
23 November 2025, 08:00 WIB
05 Agustus 2025, 21:00 WIB
28 April 2025, 21:00 WIB
Terkini
10 Oktober 2026, 17:00 WIB
BYD Blade Battery diadopsi untuk mobil buatan Jepang, terbarunya kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky
10 Oktober 2026, 14:59 WIB
Marc Marquez keluar sebagai pemenang pada sesi sprint race MotoGP Mandalika 2026 setelah tundukkan Martin
09 Oktober 2026, 14:54 WIB
Teknologi keselamatan berkendara dan GPS dari Geotab membantu keamanan operasional armada transportasi
09 Oktober 2026, 12:21 WIB
Pameran modifikasi IMX 2026 jadi wadah kreativitas dan hiburan, digelar lebih luas di tiga hall ICE BSD
09 Oktober 2026, 07:00 WIB
Fermin Aldeguer turut merayakan kemenangan Timnas Indonesia dalam meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade diberlakukan, kebijakan Ganjil Genap Jakarta menjadi sorotan banyak pihak akan efektivitasnya
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, masyarakat masih bisa memanfaatka keberadaan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, fasilitas SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan masa berlaku kartu