BYD dan Chery Terancam Denda Subsidi Mobil Listrik
13 Juli 2025, 09:00 WIB
Daimler berharap pemerintah bisa mempertimbangkan kuota yang dipersiapkan untuk subsidi bus listrik nantinya
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemerintah berencana memberikan subsidi bus listrik dengan jumlah terbatas. Sebab kuota disiapkan hanya 138 unit saja.
Melihat hal tersebut, DCVI (Daimler Commercial Vehicles Indonesia) mendorong agar jumlah bantuan bisa bertambah. Sebab banyak pabrikan yang ingin mendapatkannya.
“Saya mencoba memahami dari mana angka itu datang. Kami berharap mereka (pemerintah) mempertimbangkan, karena semua merek sedang mencoba mendatangkan bus listrik ke negara ini,” kata Naeem Hassim, President Director DCVI, saat jumpa pers Kamis (16/3).
Memang Daimler belum memiliki kendaraan elektrik guna mengangkut penumpang. Kendati demikian mereka mengaku tengah mempersiapkannya.
Bahkan bus listrik Mercedes-Benz akan diluncurkan di tahun ini. Hal tersebut agar dapat membantu pemerintah dalam mengurangi gas buang.
“Saya berkomitmen mendatangkan produk baru tetap pada 2023,” tegasnya.
Sama seperti mobil elektrik, syarat guna mendapatkan subsidi bus listrik dari pemerintah wajib buatan dalam negeri. Selain itu harus memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 40 persen.
Karenanya Naeem masih belum bisa memastikan bakal merakit produknya di Tanah Air atau tidak. Pasalnya masih melihat kebijakan dari pihak terkait.
"Kami belum memutuskan apakah kami akan melakukan CKD secara utuh di sini. Jadi kami berencana bawa unitnya dan selanjutnya tentunya (mengejar TKDN demi subsidi) tergantung bagaimana memperhitungkan komposisi TKDN 40 persen," katanya.
Kendati demikian ia menuturkan kalau siap menggandeng beberapa pihak apabila harus memproduksi bus listriknya di dalam negeri.
"Belum ada panduan terkait topik ini. Jadi kami menunggu petunjuk lebih detail, jika dengan memperhitungkan karoseri, maka hal itu menjadi mungkin untuk kami. TKDN 40 persen adalah awal yang bagus,” tegas Naeem.
Sebelumnya memang pemerintah berencana mengucurkan dana guna memberi subsidi bus listrik. Tetapi belum diungkap berapa nilai bantuan akan diberikan.
Mengenai produsen yang bakal menerima juga belum diberi tahu. Meski begitu saat ini cuma ada tiga bus listrik di pasar Indonesia, mulai dari VKTR (VKTR Teknologi Mobilitas), MAB (Mobil Anak Bangsa) serta Inka (Persero)
Mereka mengungkapkan akan mengumumkan besaran insentif pada 20 Maret 2023 bersama subsidi mobil listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Juli 2025, 09:00 WIB
07 November 2024, 12:00 WIB
18 Oktober 2024, 07:00 WIB
19 Agustus 2024, 11:38 WIB
15 Agustus 2024, 13:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat