Daimler Ramaikan IEE Series 2026, Bawa Model Legendaris
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler berharap pemerintah bisa mempertimbangkan kuota yang dipersiapkan untuk subsidi bus listrik nantinya
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemerintah berencana memberikan subsidi bus listrik dengan jumlah terbatas. Sebab kuota disiapkan hanya 138 unit saja.
Melihat hal tersebut, DCVI (Daimler Commercial Vehicles Indonesia) mendorong agar jumlah bantuan bisa bertambah. Sebab banyak pabrikan yang ingin mendapatkannya.
“Saya mencoba memahami dari mana angka itu datang. Kami berharap mereka (pemerintah) mempertimbangkan, karena semua merek sedang mencoba mendatangkan bus listrik ke negara ini,” kata Naeem Hassim, President Director DCVI, saat jumpa pers Kamis (16/3).
Memang Daimler belum memiliki kendaraan elektrik guna mengangkut penumpang. Kendati demikian mereka mengaku tengah mempersiapkannya.
Bahkan bus listrik Mercedes-Benz akan diluncurkan di tahun ini. Hal tersebut agar dapat membantu pemerintah dalam mengurangi gas buang.
“Saya berkomitmen mendatangkan produk baru tetap pada 2023,” tegasnya.
Sama seperti mobil elektrik, syarat guna mendapatkan subsidi bus listrik dari pemerintah wajib buatan dalam negeri. Selain itu harus memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 40 persen.
Karenanya Naeem masih belum bisa memastikan bakal merakit produknya di Tanah Air atau tidak. Pasalnya masih melihat kebijakan dari pihak terkait.
"Kami belum memutuskan apakah kami akan melakukan CKD secara utuh di sini. Jadi kami berencana bawa unitnya dan selanjutnya tentunya (mengejar TKDN demi subsidi) tergantung bagaimana memperhitungkan komposisi TKDN 40 persen," katanya.
Kendati demikian ia menuturkan kalau siap menggandeng beberapa pihak apabila harus memproduksi bus listriknya di dalam negeri.
"Belum ada panduan terkait topik ini. Jadi kami menunggu petunjuk lebih detail, jika dengan memperhitungkan karoseri, maka hal itu menjadi mungkin untuk kami. TKDN 40 persen adalah awal yang bagus,” tegas Naeem.
Sebelumnya memang pemerintah berencana mengucurkan dana guna memberi subsidi bus listrik. Tetapi belum diungkap berapa nilai bantuan akan diberikan.
Mengenai produsen yang bakal menerima juga belum diberi tahu. Meski begitu saat ini cuma ada tiga bus listrik di pasar Indonesia, mulai dari VKTR (VKTR Teknologi Mobilitas), MAB (Mobil Anak Bangsa) serta Inka (Persero)
Mereka mengungkapkan akan mengumumkan besaran insentif pada 20 Maret 2023 bersama subsidi mobil listrik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 September 2026, 19:00 WIB
13 Juli 2025, 09:00 WIB
07 November 2024, 12:00 WIB
18 Oktober 2024, 07:00 WIB
19 Agustus 2024, 11:38 WIB
Terkini
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan