Hyundai Ioniq 5 Ditawarkan Dengan Sistem Sewa Mulai Rp 15 Juta
12 Februari 2026, 11:00 WIB
Pengamat otomotif memprediksi kalau penjualan mobil listrik bakal lebih meningkat pada semester dua 2024
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia memang belum membuahkan hasil maksimal. Pada semester satu banyak hal yang menghalangi sektor industri kendaraan roda empat.
Mulai dari pengetatan kredit di awal tahun, pemilihan presiden sampai banyaknya libur. Membuat masyarakat menahan daya beli.
Namun di semester dua ini penjualan mobil diprediksi kembali bergairah. Apalagi untuk model BEV (Battery Electric Vehicle).
“Tren otomotif di semester dua ini tampaknya sedikit naik. Didominasi oleh peningkatan minat konsumen terhadap mobil listrik,” ujar Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO, Selasa (13/8).
Menurutnya hal tersebut terjadi karena ada sejumlah faktor pendorong. Seperti kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) non subsidi di awal Agustus 2024.
Kemudian semakin kuatnya dukungan pemerintah terhadap kendaraan roda empat setrum. Sehingga konsumen lebih tertarik menggunakan mobil listrik.
“Lalu persaingan di pasar semakin ketat oleh kemunculan banyak mobil listrik baru dengan harga terjangkau,” Yannes menambahkan.
Dia menuturkan kalau keputusan pemerintah membatalkan subsidi mobil hybrid serta rencana kenaikan pajak produk satu ini turut menjadi faktor pendukung.
Pasalnya kemungkinan besar harga produk hybrid bakal meroket. Jadi masyarakat lebih tertarik memboyong kendaraan lain.
“Diprediksi mereka cenderung memilih ke mobil listrik Low Cost (murah),” tegas Yannes.
Pengamat tersebut mewanti-wanti para produsen yang tak menjual BEV untuk banyak melakukan inovasi. Hal ini demi menggaet konsumen lebih besar lagi di Tanah Air.
Memang jika melihat data milik Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) penjualan mobil listrik di semester satu cukup positif.
Sepanjang Januari sampai Juni 2024 terdapat 11.940 unit terdistribusi dari pabrik ke diler alias Wholesales. Jumlah itu meroket 104,13 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebab di 2023, penjualan mobil listrik hanya sebanyak 5.849 unit saja. Artinya minat masyarakat terhadap kendaraan ini tumbuh cukup tinggi.
Ditambah ada subsidi mobil listrik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajarannya. Bantuan tersebut berupa PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) sebesar 10 persen.
Sehingga masyarakat yang ingin membeli kendaraan setrum cukup membayar PPN satu persen saja. Membuat banderol BEV semakin terjangkau.
Sebagai informasi, terdapat beberapa produk yang telah menerima insentif PPN DTP. Mulai dari Wuling Air EV, Binguo EV, Cloud EV, Hyundai Ioniq 5, Neta V-II, MG 4 EV, MG ZS EV sampai Chery Omoda E5.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Februari 2026, 11:00 WIB
12 Februari 2026, 07:00 WIB
11 Februari 2026, 19:00 WIB
11 Februari 2026, 17:00 WIB
11 Februari 2026, 16:43 WIB
Terkini
12 Februari 2026, 21:00 WIB
Salah seorang tenaga penjual membocorkan, diskon Vespa matic berlaku untuk LX150, Primavera sampai Sprint
12 Februari 2026, 20:00 WIB
Meskipun banyak pesaing seperti rental mobil lokal, Trac berkomitmen kembangkan penyewaan mobil perorangan
12 Februari 2026, 19:00 WIB
Target Mitsubishi meraup 3.000 pemesanan di IIMS 2026 didukung dua model SUV yakni Xpander dan Destinator
12 Februari 2026, 18:00 WIB
Meskipun pasarnya masih kecil, Mitsubishi L100 EV disebut punya peminat di area kota dan terjual 100 unit
12 Februari 2026, 17:00 WIB
Diler baru Mitsubishi Fuso yang berada di Sukoharjo dinilai bisa memenuhi kebutuhan para konsumen di Tanah Air
12 Februari 2026, 16:00 WIB
Astra Honda Motor mengaku tetap akan mendukung pemerintah mengenai keputusan insentif motor listrik tahun ini
12 Februari 2026, 15:00 WIB
Nissan Serena diberi diskon Rp 40 juta di IIMS 2026 untuk memudahkan pelanggan melakukan pembelian kendaraan
12 Februari 2026, 14:00 WIB
Mitsubishi Destinator anniversary edition di ajang IIMS 2026 dan ditawarkan dengan selisih harga Rp 8 juta