Penerimaan Mobil Listrik dan Hybrid di RI Kian Positif di 2026
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Chery meninta subsidi mobil listrik bisa dilanjut saat Prabowo menjadi presiden menggantikan Jokowi nantinya
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Subsidi mobil listrik masih menjadi senjata bagi pemerintah buat menggoda masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke elektrik. Tercatat sudah ada beberapa produk yang terdaftar dalam program tersebut.
Salah satunya adalah Chery Omoda E5. EV (Electric Vehicle) satu ini telah mengantongi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 40,5 persen.
CSI (Chery Sales Indonesia) mengaku produknya mendapat sambutan hangat berkat bantuan dari pemerintah. Diklaim sudah laku sampai 3.700 unit semenjak diluncurkan beberapa waktu lalu.
Berangkat dari fakta di atas, mereka berharap insentif mobil listrik berlanjut di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.
“Jadi kalau saya pribadi berpikir lebih baik berlanjut. Jangan ganti pemerintah kebijakan juga berganti,” ungkap Budi Darmawan, Sales Director PT CSI saat ditemui di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Menurut Budi untuk bentuk bantuan bakal diberikan nanti bisa tetap mengikuti sudah ada. Jadi masyarakat tidak bingung ke depannya.
Lalu tidak butuh waktu yang lama lagi buat adaptasi. Sehingga dapat langsung dijalankan setelah berganti presiden.
“Kita terbuka saja apapun kebijakan pemerintah bakal didukung. Karena kembali kepada kemampuan mereka dalam memberikan subsidi,” lanjut Budi.
Chery sendiri telah memberikan potongan harga Rp 50 juta untuk setiap konsumen yang ingin membeli Omoda E5. Namun syaratnya harus menukarkan kendaraan konvensional Anda dengan produk mereka.
Sebelumnya Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) juga berharap subsidi mobil listrik bisa dilanjut saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) lengser.
“Kita harapannya realistis aja, karena kan tidak mungkin kalau hanya produksi terus tak ada yang beli,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.
Menurut Kukuh masyarakat masih membutuhkan stimulus agar mau membeli kendaraan setrum. Sehingga insentif cukup diperlukan di tahun depan.
Apalagi kondisi perekonomian di Tanah Air masih belum normal. Jadi dia berharap subsidi mobil listrik bisa terus berlanjut pada pemerintahaan Prabowo.
“Kalau sekarang orang disuruh beli mobil listrik tetapi harganya masih mahal, tentu mereka bakal mikir lagi,” tegas Kukuh.
Lebih jauh dia menuturkan kalau Indonesia bisa meniru China dalam mendorong pertumbuhan EV (Electric Vehicle). Di sana pemerintah cukup loyal memberi bantuan.
Ambil contoh dalam laporan CSIS (Center for Strategic & International Studies) negeri tirai bambu menghabiskan dana sedikitnya 230 miliar dolar atau sekitar Rp 3,593 triliun untuk membantu para produsen kendaraan setrum sejak 2009.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
06 Agustus 2026, 08:00 WIB
04 Agustus 2026, 07:00 WIB
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
Marco Bezzecchi kini sukses menempatkan diri di posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 209 poin
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
DFSK menggandeng EVSafe Indonesia untuk melakukan edukasi keamanan teknologi PHEV kepada para konsumennya
10 Agustus 2026, 19:10 WIB
Garda Oto terus melakukan inovasi dalam hal pelayanan yang berimbas pada loyalnya para pelanggan mereka
10 Agustus 2026, 16:22 WIB
Kolaborasi Motul dan Von Dutch diramaikan komunitas sepeda motor bergaya otentik dan klasik yang berkelas
10 Agustus 2026, 12:01 WIB
UD Trucks kembali menggelar ajang kompetensi para pengemudi truck berskala nasional EMC 2026 beberapa waktu lalu
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Meskipun penjualannya sudah terbilang baik, Gaikindo menilai insentif mobil hybrid masih tetap diperlukan
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK E5 Plus Punya Tawaran Fitur dan Teknologi Yang Lengkap dan Siap Tantang SUV PHEV Sekelasnya di Tanah Air
10 Agustus 2026, 06:37 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas dari kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat hari ini