Harga Resmi Changan Nevo Q05 Diumumkan, 1.000 Unit Sudah Ludes
19 September 2026, 21:00 WIB
Chery meninta subsidi mobil listrik bisa dilanjut saat Prabowo menjadi presiden menggantikan Jokowi nantinya
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Subsidi mobil listrik masih menjadi senjata bagi pemerintah buat menggoda masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke elektrik. Tercatat sudah ada beberapa produk yang terdaftar dalam program tersebut.
Salah satunya adalah Chery Omoda E5. EV (Electric Vehicle) satu ini telah mengantongi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 40,5 persen.
CSI (Chery Sales Indonesia) mengaku produknya mendapat sambutan hangat berkat bantuan dari pemerintah. Diklaim sudah laku sampai 3.700 unit semenjak diluncurkan beberapa waktu lalu.
Berangkat dari fakta di atas, mereka berharap insentif mobil listrik berlanjut di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.
“Jadi kalau saya pribadi berpikir lebih baik berlanjut. Jangan ganti pemerintah kebijakan juga berganti,” ungkap Budi Darmawan, Sales Director PT CSI saat ditemui di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Menurut Budi untuk bentuk bantuan bakal diberikan nanti bisa tetap mengikuti sudah ada. Jadi masyarakat tidak bingung ke depannya.
Lalu tidak butuh waktu yang lama lagi buat adaptasi. Sehingga dapat langsung dijalankan setelah berganti presiden.
“Kita terbuka saja apapun kebijakan pemerintah bakal didukung. Karena kembali kepada kemampuan mereka dalam memberikan subsidi,” lanjut Budi.
Chery sendiri telah memberikan potongan harga Rp 50 juta untuk setiap konsumen yang ingin membeli Omoda E5. Namun syaratnya harus menukarkan kendaraan konvensional Anda dengan produk mereka.
Sebelumnya Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) juga berharap subsidi mobil listrik bisa dilanjut saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) lengser.
“Kita harapannya realistis aja, karena kan tidak mungkin kalau hanya produksi terus tak ada yang beli,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.
Menurut Kukuh masyarakat masih membutuhkan stimulus agar mau membeli kendaraan setrum. Sehingga insentif cukup diperlukan di tahun depan.
Apalagi kondisi perekonomian di Tanah Air masih belum normal. Jadi dia berharap subsidi mobil listrik bisa terus berlanjut pada pemerintahaan Prabowo.
“Kalau sekarang orang disuruh beli mobil listrik tetapi harganya masih mahal, tentu mereka bakal mikir lagi,” tegas Kukuh.
Lebih jauh dia menuturkan kalau Indonesia bisa meniru China dalam mendorong pertumbuhan EV (Electric Vehicle). Di sana pemerintah cukup loyal memberi bantuan.
Ambil contoh dalam laporan CSIS (Center for Strategic & International Studies) negeri tirai bambu menghabiskan dana sedikitnya 230 miliar dolar atau sekitar Rp 3,593 triliun untuk membantu para produsen kendaraan setrum sejak 2009.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 September 2026, 21:00 WIB
19 September 2026, 07:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 15:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial
19 September 2026, 20:02 WIB
ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta
19 September 2026, 09:00 WIB
Wuling Starlight M merupakan versi baru dari Darion, ukuran jauh lebih besar dan dapat ubahan eksterior
19 September 2026, 07:00 WIB
AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air
18 September 2026, 22:02 WIB
Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia
18 September 2026, 17:00 WIB
Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan
18 September 2026, 16:50 WIB
Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris