Citroen Resmi Dapat Insentif Impor Mobil Listrik

Citroen resmi dapat insentif impor mobil listrik guna menekan harga jual kendaraan jadi lebih kompetitif

Citroen Resmi Dapat Insentif Impor Mobil Listrik

KatadataOTO – Citroen resmi dapat insentif impor mobil listrik setelah Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM) memberi persetujuan atas permohonan perusahaan ikut dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Diterbitkannya Surat Persetujuan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia no 1/KBLBB-CBU/1/OSS/PMDN 2024 kepada PT National Assemblers maka Citroen Indonesia akan memanfaatkan fasilitas impor Citroën Ë-C3 All Electric secara utuh (CBU) dengan bea masuk 0 persen dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung permerintah.

Citroen Indonesia mengklaim bahwa mereka merupakan pabrikan pertama yang memperoleh keikutsertaan program ini. Perusahaan akan memanfaatkannya selama masa transisi sampai dimulainya kegiatan produksi E-C3 All Electric dalam negeri maksimal tahun 2026.

“Langkah ini membuktikan komitmen jangka panjang Citroen dalam menggarap pasar kendaraan bermotor di Indonesia termasuk kontribusi kami dalam menciptakan mobilitas bebas emisi,” ungkap Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer, PT Indomobil National Distributor.

Insentif impor mobil listrik
Photo : Citroen

Perlu diketahui bahwa Citroen E-C3 All Electric telah diluncurkan pada GIIAS 2023 dan dibanderol Rp 377 juta. Mobil ini rencananya akan dikirimkan ke pelanggan pada semester I 2024.

Beragam keunggulan diklaim telah disematkan, termasuk dimensinya yang mungil sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan berkendara di kawasan perkotaan. Tercatat bahwa dimensi Citroen E-C3 ini memiliki panjang 3.981 mm, lebar 1.733 mm, tinggi 1.604 mm dan jarak sumbu roda 2.540 mm.

Citroen E-C3 dibekali baterai berkapasitas 29,2 kWh jenis Lithium Ion. Besarnya daya tersebut cukup untuk membuatnya menjelajah 320 km (pengetesan MIDC) dalam satu kali pengisian.

Hasil Uji Tabrak Mobil Listrik eC3 Jeblok, Ini Kata Citroen
Photo : Globak NCAP

Guna memudahkan masyarakat menambah daya maka sudah tersedia fitur fast charging sehingga untuk membuatnya terisi hingga 80 persen dari 10 persen cuma memerlukan waktu 57 menit. Sedangkan bila melakukan dengan cara normal, pelanggan membutuhkan waktu 10 jam 30 menit.

Sementara untuk performanya pun terbilang mumpuni karena motor listriknya bisa melepas tenaga 57 hp dan torsi 143 Nm. Dengan ini maka mobil bisa melesat hingga 60 km per jam dalam Waktu 6,8 detik dari posisi diam.


Terkini

mobil
Xpeng P7+

Xpeng P7+ Diperkenalkan, Bakal Hadir di 36 Negara

Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara

news
Tilang ETLE

Jumlah Kendaraan yang Terjaring Tilang ETLE di Jakarta Naik Signifikan

Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta

mobil
Hyundai Stargazer Cartenz

Hyundai Stargazer Cartenz versi Ambulans Meluncur untuk Sumatera

MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera

news
Harga BBM

Harga BBM SPBU Swasta di Januari 2026, Shell sampai Vivo Turun

Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi

news
Insentif otomotif

Menperin Ungkap Telah Minta Insentif untuk Otomotif ke Purbaya

Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang

news
Harga BBM

Simak Harga BBM Pertamina di Tahun Baru 2026, Pertamax Turun

Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah

news
SIM keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Buka di Tahun Baru 2026, Hanya Satu Lokasi

Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian

mobil
Prediksi Mobil Baru

Prediksi Mobil Baru yang Masuk Indonesia di 2026: Bagian 2

Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV