Manuver Berbahaya Dua Bus Damri di Jalan Tol, Sopir Diberi Sanksi
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Chef Juna bertengkar dengan pengemudi truk di salah satu pintu tol akibat saling pepet hingga nyaris kecelakaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Juru masak Junior John Rorimpandey atau biasa dikenal Chef Juna bertengkar dengan pengemudi truk di salah satu pintu tol. Dalam keterangan video yang diunggah oleh @folkshitt disampaikan bahwa cekcok berawal dari saling pepet.
Kedua kendaraan mereka hampir saling bersenggolan andai juri Master Chef tidak membanting kemudi. Situasi tersebut membuatnya emosi dan menegur hingga turun dari kendarannya.
“Nyerempet gak?!” teriak sang perekam
“Makanya gw minggir tadi. Gue tegur baik-baik,” terang Chef Juna
“Tapi nyerempet gak? Gue udah sori bang, sori bang” tandas sang perekam kemudian.
Setelah sempat cekcok mereka pun fist bumb tetapi rupanya masalah belum selesai. Pasalnya sang perekam belum menerima permintaan maaf cari chef Juna yang menurutnya sempat mengeluarkan kata-kata kasar.
“Gue bilang ati-ati. Lo tuh pake earphone ya,” tampik Chef Juna.
Tidak dijelaskan penyelesaian diantara keduanya karena video telah berakhir. Namun situasi tersebut rupanya menarik banyak perhatian termasuk Sony Susmana,Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).
Pasalnya sudah banyak kejadian serupa dimana pengemudi berselisih pandang ketika mengemudi di jalanan. Bahkan beberapa kecelakaan juga diawali dari saling berebutan jalur.
Menurutnya menegur pengemudi lain yang membahayakan memang perlu dilakukan. Namun dirinya mengingatkan untuk tidak melakukannya dengan kekerasan baik verbal maupun fisik guna menghindari konflik berkepanjangan.
“Menegur diperbolehkan tetapi ada batasannya agar tidak sampai terjadi konflik. Cukup diingatkan dan rekam setelah itu laporkan,” ungkapnya pada KatadataOTO (12/02).
Namun dirinya mengakui bahwa hal tersebut dirasa masih sangat sulit dilakukan di Indonesia.
“Memang sulit bicara pada pengemudi di Indonesia karena rata-rata egonya tinggi. Tindakan-tindakan yang mungkin membahayakan bisa dilawan dengan alasan tidak merugikan orang lain (belum terjadi kecelakaan),” ungkapnya.
“Bisa dihilangkan tetapi butuh komitmen dan konsistensi karena prosesnya tidak bisa seketika terwujud,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 13:00 WIB
26 Desember 2025, 07:00 WIB
29 November 2025, 09:00 WIB
01 Oktober 2025, 20:00 WIB
28 September 2025, 19:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 08:00 WIB
Kepolisian memperkenalkan Mandala Quick Response sebagai program baru untuk atasi kemacetan Jakarta di 2026
02 Januari 2026, 07:00 WIB
Penjualan BYD berhasil alami peningkatan 7,1 persen bila dibandingkan dengan pencapaian mereka di 2024
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan dengan persyaratan tertentu, simak informasi SIM keliling Jakarta hari ini
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta 2 Januari 2026 menjadi pembatasan kendaraan pertama yang dilakukan Polda Metro Jaya
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Ketika ingin mengurus dokumen berkendara, masyarakat bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera