Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Chef Juna bertengkar dengan pengemudi truk di salah satu pintu tol akibat saling pepet hingga nyaris kecelakaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Juru masak Junior John Rorimpandey atau biasa dikenal Chef Juna bertengkar dengan pengemudi truk di salah satu pintu tol. Dalam keterangan video yang diunggah oleh @folkshitt disampaikan bahwa cekcok berawal dari saling pepet.
Kedua kendaraan mereka hampir saling bersenggolan andai juri Master Chef tidak membanting kemudi. Situasi tersebut membuatnya emosi dan menegur hingga turun dari kendarannya.
“Nyerempet gak?!” teriak sang perekam
“Makanya gw minggir tadi. Gue tegur baik-baik,” terang Chef Juna
“Tapi nyerempet gak? Gue udah sori bang, sori bang” tandas sang perekam kemudian.
Setelah sempat cekcok mereka pun fist bumb tetapi rupanya masalah belum selesai. Pasalnya sang perekam belum menerima permintaan maaf cari chef Juna yang menurutnya sempat mengeluarkan kata-kata kasar.
“Gue bilang ati-ati. Lo tuh pake earphone ya,” tampik Chef Juna.
Tidak dijelaskan penyelesaian diantara keduanya karena video telah berakhir. Namun situasi tersebut rupanya menarik banyak perhatian termasuk Sony Susmana,Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).
Pasalnya sudah banyak kejadian serupa dimana pengemudi berselisih pandang ketika mengemudi di jalanan. Bahkan beberapa kecelakaan juga diawali dari saling berebutan jalur.
Menurutnya menegur pengemudi lain yang membahayakan memang perlu dilakukan. Namun dirinya mengingatkan untuk tidak melakukannya dengan kekerasan baik verbal maupun fisik guna menghindari konflik berkepanjangan.
“Menegur diperbolehkan tetapi ada batasannya agar tidak sampai terjadi konflik. Cukup diingatkan dan rekam setelah itu laporkan,” ungkapnya pada KatadataOTO (12/02).
Namun dirinya mengakui bahwa hal tersebut dirasa masih sangat sulit dilakukan di Indonesia.
“Memang sulit bicara pada pengemudi di Indonesia karena rata-rata egonya tinggi. Tindakan-tindakan yang mungkin membahayakan bisa dilawan dengan alasan tidak merugikan orang lain (belum terjadi kecelakaan),” ungkapnya.
“Bisa dihilangkan tetapi butuh komitmen dan konsistensi karena prosesnya tidak bisa seketika terwujud,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran