Awal Dominasi Merek Mobil Cina, Mulai Dikenal di Eropa
02 November 2026, 09:00 WIB
BYD memamerkan teknologi Autopilot paling mutakhir yang bisa memanjakan pengendara selama perjalanan
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – BYD Indonesia memamerkan teknologi terbaru yang dikembangkan di negara asalnya yakni China. Adalah sistem autopilot bernama God’s Eye atau Mata Dewa.
Disebutkan fitur di atas merupakan bantuan dan hampir bisa menggantikan peran pengemudi. Sehingga bisa memanjakan konsumen dalam setiap perjalanan.
Namun inovasi tersebut baru saja diperkenalkan di Tiongkok. Untuk pasar Tanah Air, masih belum bisa disematkan dalam waktu dekat.
Meskipun berbentuk sistem perangkat lunak, tidak serta merta dapat dijejali melalui cloud. Dikarenakan belum tersedia komponen pendukungnya.
“Memang pada sistem pengemudi cerdas (intelligent driving) bekerja menggunakan perangkat lunak. Tetapi tidak bisa dipindahkan melalui OTA (Over The Air), karena bergantung pada perangkat keras dan sistem kamera,” ucap Zheng Cuifang, Product Strategy Manager BYD Auto Industry di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat (17/02).
Lebih lanjut dikatakan inovasi God’s Eye akan dibenamkan pada model-model masa terbaru BYD. Bahkan untuk pasar ekspor meliputi Indonesia butuh riset bertahun-tahun.
“Saya pikir tahun 2026 atau 2027 (baru akan masuk Indonesia). Setidaknya kami harus memiliki dua tahun pengalaman dulu di Indonesia China guna memastikan teknologi ini sudah matang,” tutur Cheryl sapaan dia.
Kemudian disampaikan sebelum benar-benar dijajakan dalam negeri, pihak BYD harus melakukan beberapa percobaan. Dikarenakan karakter pengguna jalan di China dan dalam negeri berbeda.
“Kita butuh waktu untuk melakukan tes jalan di Indonesia. Itulah kenapa membutuhkan waktu lebih lama, teknologi ini untuk model baru,” ungkap dia.
Salah satu fitur ditonjolkan bernama iTAC (Intelligent Torque Adaption Control). Diklaim lebih mutakhir daripada sistem kontrol stabilitas konvensional.
BYD Sealion 7 menjadi model pertama yang menggunakan God’s Eye. Karena telah mengadopsi sistem penggerak motor listrik di keempat rodanya.
Berfungsi meningkatkan handling ketika kendaraan melaju di tikungan. Sehingga meningkatkan traksi ban dan tentu menjaga keselamatan selama perjalanan maupun manuver.
iTAC terhubung langsung dengan motor penggerak, meminimalisir potensi selip, walhasil mobil tetap bisa dikendalikan para pengendara.
Bahkan tingkat akurasi sistem itu diklaim 300 kali lipat dari versi konvensional. Dapat memprediksi perubahan kecepatan roda 50 mili detik dari edisi terdahulu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 November 2026, 09:00 WIB
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Terkini
03 November 2026, 09:00 WIB
Bapenda DKI Jakarta menggelar pemutihan pajak kendaraan bermotor sejak Senin (02/11) guna meringankan warga
03 November 2026, 07:00 WIB
MG Motor Indonesia menyatakan penjualan SUV 5-seater ZS Hybrid+ masih sesuai dengan perkiraan di peluncuran
02 November 2026, 21:03 WIB
Chery Group terus mengembangkan pasar robot humanoid dan sejenisnya untuk pasar luar Tiongkok yakni AiMOGA
02 November 2026, 20:23 WIB
IMX 2026 baru selesai di gelar beberapa waktu lalu, pameran otomotif ini diramaikan dengan berbagai kegiatan
02 November 2026, 15:54 WIB
Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi