Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BYD tetap akan jual PHEV di era mobil listrik, menjadi transisi buat konsumen yang ingin beralih ke EV
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di tengah era mobil listrik produsen otomotif berlomba meluncurkan kendaraan modern dengan harga terjangkau buat masyarakat. Namun tentu masih ada tantangan dihadapi.
Keterbatasan infrastruktur merupakan salah satunya. Sehingga untuk transisi ke kendaraan ramah lingkungan diyakini mobil hybrid menjadi jembatan transisi yang penting.
Untuk diketahui hybrid model PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) punya cara kerja unik perpaduan mobil mesin bensin dan kendaraan listrik murni.
Karena meski bisa diisi bensin pengguna juga bisa melakukan pengisian daya mobil menggunakan soket charging. Daya jelajah disuguhkan lebih jauh dibandingkan pada hybrid biasa.
Masuk ke era elektrifikasi ada pabrikan yang mulai berhenti menjual kendaraan konvensional. Seperti BYD yang sudah setop produksi mobil bensin sejak 2022.
Namun tidak cuma berfokus di BEV (Battery Electric Vehicle), BYD tetap akan jual PHEV di tengah era mobil listrik. Bahkan berpotensi hadir untuk konsumen Tanah Air.
Jacob Ma, Head of Training & Assistant President Director BYD Motor Indonesia menjelaskan PHEV masuk ke dalam kategori kendaraan energi terbarukan alias NEV (New Energy Vehicle).
Sehingga masih bisa eksis bersama BEV. Karena tetap menawarkan beragam keunggulan serta lebih efisien bahan bakar apabila dibandingkan kendaraan konvensional.
“Buat banyak orang mereka masih belajar untuk menerima mobil listrik, tidak tahu sampai berapa lama. Kemudian masih ada perbedaan pasar di tiap negara,” ungkap Jacob di sela BYD Tech Auto Talk di IIMS 2024, Rabu (21/2).
Menurut dia pasar di setiap negara butuh pendekatan berbeda. Beberapa sudah siap secara infrastruktur sementara lainnya masih dalam tahap peralihan.
Bicara di China sendiri PHEV justru lebih diminati. Di 2023 beragam model hybrid dari BYD merajai daftar PHEV terlaris.
“Kita tawarkan produk kan ke berbagai negara, tidak fokus di beberapa saja,” tegas Jacob.
Di lain kesempatan, Luther Panjaitan selaku Head of Marketing Communication BYD Motor Indonesia bilang saat ini BYD memang masih lebih fokus pada BEV.
“Kita sebagai perusahaan teknologi dan otomotif tidak tertutup dengan yang lain. Tapi strategi kita sekarang ya BEV,” ucap Luther.
Ditambah lagi ada subsidi atau insentif dari pemerintah sebagai program buat mempercepat target NZE (Net Zero Emission), pihaknya masih akan menggencarkan penjualan lini mobil listrik murni lebih dulu.
“Untuk Indonesia sampai saat ini masih sejalan dengan program pemerintah terkait transisi energi. Rasanya mobil listrik masih menjadi prioritas kita,” ucap Luther.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
18 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan