Pabrik BYD Subang Siap Produksi Beberapa Model di Kuartal 1 2026
17 Januari 2026, 08:00 WIB
BYD optimis bisa kuasai 25 pasar mobil listrik di Indonesia meski insentif kemungkinan bakal dihentikan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Sepanjang 2025, BYD dan Denza berhasil mendapat respon positif dari masyarakat. Total penjualan keduanya berhasil menjadi yang terbesar dibanding pabrikan mobil listrik lainnya.
Mereka pun optimis situasi tersebut bisa mereka pertahankan di 2026. Terlebih ada beragam strategi baru untuk memastikan penjualan tetap tinggi.
“Kami optimis marketshare BYD dan Denza tahun bisa mengusai 25 persen dari total pasar mobil listrik Tanah Air,” ungkap Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia
Untuk mencapainya, perusahaan siap membuka lebih banyak jaringan. Dengan demikian diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan unit yang dibutuhan.
“Kami akan membuka lebih banyak diler di Indonesia. Sehingga total jaringan yang dimiliki mencapai 150 outlet,” tambahnya kemudian.
Tak hanya itu, BYD Indonesia juga akan mmebuka perusahaan leasing sendiri di 2026. Kehadirannya bakal memberi lebih banyak keuntungan dibandingkan lembaga lainnua.
“Jadi kita sudah di tahap finalisasi akhir pembentukan satu perusahaan finansial pembiayaan kendaraan,” kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Perlu diketahui bahwa Januari hingga November 2025, BYD Indonesia berhasil melepas sedikitnya 47.300 unit. Catatan ini cukup buat mereka menguasai 57 persen market share motor litsrik di Tanah Air.
Pada November 2025, mereka berhasil meraih wholesales 9.481 unit. Jumlah itu hanya kalah dari Toyota yang mengirim 21.642 unit dan Daihatsu sebesar 11.684 unit.
Dikatakan bahwa angka yang diraih BYD maupun Denza, sudah mampu melampaui pencapaian seluruh BEV di dalam negeri selama 2024.
Karena pada tahun lalu, penjualan seluruh mobil setrum di Tanah Air hanya mencetak jumlah 43 ribuan, dalam satu tahun.
Namun pasar mobil listrik tahun depan akan ada beberapa tantangan menghadang. Pasalnya BYD Indonesia hingga saat ini masih menjadi pabrikan pemenerima insentif dari pemerintah.
Bantuan tersebut membuat harga mobil yang mereka jual bisa sangat kompetitif. Namun Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian mengungkap bahwa insentif rencananya tidak akan diberikan oleh pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Januari 2026, 08:00 WIB
16 Januari 2026, 17:00 WIB
16 Januari 2026, 13:00 WIB
16 Januari 2026, 11:00 WIB
16 Januari 2026, 06:24 WIB
Terkini
17 Januari 2026, 17:00 WIB
Harga Chery J6T resmi naik di awal tahun meski peluncuran kendaraan baru dilakukan pada November 2025
17 Januari 2026, 15:00 WIB
Seorang wiraniaga menawarkan diskon Suzuki XL7 Hybrid untuk semua metode pembelian, baik tunai atau kredit
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Ada tiga model baru motor listrik VinFast yang meluncur di Vietnam, salah satunya tampil mirip Honda Vario
17 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova bekas masih menjadi pilihan menarik untuk pelanggan yang membutuhkan MPV tangguh
17 Januari 2026, 09:00 WIB
Desain utuh Starlight 560 alias Wuling Almaz Darion telah terdaftar di DJKI, peluncurannya semakin dekat
17 Januari 2026, 08:00 WIB
BYD berkomitmen bahwa pabrik mereka di Subang akan mulai aktif kuartal 1 2026 dan langsung produksi beberapa model
17 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang ada guna meningkatkan layanan
16 Januari 2026, 21:00 WIB
Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada