Ford Dukung Larangan Mobil Cina Mengaspal di Amerika Serikat
17 April 2026, 09:00 WIB
Menurut BYD kehadiran mobil listrik China bisa mendorong pertumbuhan ekosistem Electric Vehicle di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beragam mobil listrik China mulai membanjiri pasar otomotif Indonesia. Mulai dari BYD, Neta Chery serta masih banyak lainnya.
Hal itu membuat persaingan antar pabrikan kian ketat. Namun BYD Motor Indonesia memiliki pandangan yang berbeda.
Menurut Eagle Zhou, Presiden Direktur BYD Indonesia kehadiran mobil listrik China dapat memberi dampak positif. Sehingga mendorong perkembangan industri otomotif ke depannya.
“Kedatangan produsen ini (mobil China) juga membantu terciptanya ekosistem kendaraan elektrik di Tanah Air seperti di negara-negara lain,” ujar Eagle di Jakarta beberapa waktu lalu.
Lebih jauh dia percaya diri kalau kendaraan setrum asal negeri tirai bambu bisa diminati konsumen di Tanah Air. Apalagi mobil-mobil tersebut hadir dengan fitur serta desain kekinian.
Ditambah harga yang ditawarkan para pabrikan juga kompetitif. Sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan ketika ingin memboyong mobil listrik.
Eagle pun menuturkan kalau BYD akan terus berinovasi ke depannya. Jadi bisa menghadirkan beragam produk sesuai kebutuhan pelanggan.
“Kami sangat percaya diri masuk ke pasar Indonesia. BYD secara bertahap bakal memperkenalkan seluruh teknologi serta produk yang relevan,” tutur Eagle.
Sebagai informasi, mereka sudah memasarkan tiga model mobil listrik di sini. Mulai dari BYD Seal, Atto 3 sampai Dolphin.
Seluruh model di atas bakal mulai diserahkan ke konsumen secara bertahap pada 30 Juni 2024. Sebab BYD baru saja mengirimkan 1.500 unit mobil listrik dari pabrik di China.
Sementara itu di tempat berbeda, Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menyambut baik kehadiran merek-merek China.
Namun dia menyebut kalau para manufaktur asal Tiongkok wajib menyelesaikan beberapa urusan penting di masa mendatang. Sehingga dapat memberi kenyamanan kepada konsumen.
“Mereka cukup banyak PR (Pekerjaan Rumah), mulai dari membangun jaringan sampai Aftersales harus cepat dipersiapkan,” tutur Rizwan di laman resmi Gaikindo.
Kemudian dia mengungkapkan kalau pemerintah Indonesia juga wajib segera membangun ekosistem mobil listrik. Jadi masyarakat tertarik beralih dari kendaraan konvensional.
“Pekerjaan bagi pemerintah juga cukup banyak, seperti menambah Charging Station dan sebagainya. Kalau tidak cepat dilakukan dapat menimbulkan masalah,” tegas Rizwan.
Terakhir Rizwan menuturkan bakal ada 11 merek mobil China di GIIAS 2024. Sebut saja Chery, GWM (Great Wall Motors), Neta, Wuling, Seres & DFSK, MG (Morris Garage), Baic, BYD, Jaecoo, Jetour sampai GAC Aion.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 April 2026, 09:00 WIB
17 April 2026, 07:42 WIB
16 April 2026, 16:15 WIB
16 April 2026, 07:56 WIB
14 April 2026, 19:30 WIB
Terkini
17 April 2026, 09:00 WIB
Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka
17 April 2026, 07:42 WIB
Hyundai menyiapkan mobil pengganti untuk konsumen yang kendaraannya harus menginap di bengkel resmi mereka
17 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung hadir demi memfasilitasi kebutuhan para pengendara di Kota Kembang
17 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih diterapkan meski Aparatur Sipil Negara tengah menjalankan kebijakan Work From Home
17 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih menjadi salah satu alternatif jika masyarakat ingin mengurus dokumen berkendara
16 April 2026, 23:19 WIB
Melalui gelaran Toyota Eco Youth, pelajar diajak mengidentifikasi dan mencari solusi permasalahan lingkungan
16 April 2026, 16:15 WIB
Di tengah penurunan, BYD jadi salah satu merek mobil terlaris yang catatkan tren positif penjualan Maret 2026
16 April 2026, 11:00 WIB
Pameran Busworld SEA 2026 bakal dihadiri sejumlah karoseri ternama, siap gaet pengusaha transportasi