Curhat Sales soal SPK Mobil Baru di GJAW 2025
28 November 2025, 09:00 WIB
Penurunan penjualan buat Astra Financial tidak mau muluk dalam menentukan target nilai transaksi di GIIAS 2025
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski penurunan penjualan kendaraan tengah terjadi, Astra Financial tetap hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Mereka bahkan masih menjadi platinum sponsor utama dalam penyelenggaraan kali ini.
Bahkan mereka mengaku tetap optimis untuk meraih nilai transaksi tinggi khususnya pada ajang GIIAS 2025 yang diselenggakan mulai pekan.
“Target kami adalah mendapatkan 7.000 SPK selama GIIAS 2025. Sementara untuk target nilai transaksi, di Tangerang sendiri harapannya bisa sama seperti tahun lalu yaitu Rp 2,4 triliun,” ungkap Tan Chian Hok, Project Director Astra Financial GIIAS 2025 (16/07)
Ia mengungkap bahwa penurunan penjualan mobil yang belakangan ini diperkirakan bakal masih terasa saat GIIAS 2025. Sehingga target sama seperti tahun lalu adalah pencapaian paling masuk akal.
“Tapi tahun lalu kami hanya hadir di dua GIIAS yaitu Tangerang dan Surabaya sementara sekarang ditambah Bandung serta Semarang. Sehingga target total transaksi secara keseluruhan dari empat event adalah Rp 2,9 triliun,” tambahnya kemudian.
Ia pun mengungkap bahwa meski penjualan mobil di Indonesia tengah mengalami tekanan, industri masih memiliki kesempatan untuk setidaknya bertahan. Terlebih penjualan kendaraan listrik sekarang cukup tinggi.
“Dari yang saya dengar, produk-produk EV masih akan sangat banyak dan masif. Sekarang saja mungkin populasinya sudah mencapai 10 persen,” tambahnya kemudian.
Perlu diketahui bahwa GIIAS 2025 kembali diselenggarakan di ICE BSD pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025. Pameran tersebut akan diikuti oleh puluhan merek mobil dan motor yang menampilkan beragam produk baru.
Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo bahkan mengungkap bahwa GIIAS 2025 akan menjadi pameran otomotif terlengkap di dunia. Pasalnya event diikuti banyak merek dari berbagai negara.
“Saya melihat langsung pameran otomotif di luar negeri, tidak selengkap di Indonesia. Karena di sini ada merek Cina, Jepang, Korea, Vietnam dan juga benua Eropa,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, berbagai perusahaan dari industri pendukung pun juga dipastikan bakal ikut serta. Kehadiran mereka diharapkan memudahkan pengunjung yang ingin melakukan modifikasi kendaraan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 November 2025, 09:00 WIB
27 November 2025, 16:27 WIB
07 November 2025, 09:00 WIB
06 Oktober 2025, 23:00 WIB
02 Oktober 2025, 11:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini
31 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit