Spesifikasi Xpeng G9L yang Mau Meluncur Pekan Depan
07 November 2026, 09:00 WIB
Insentif mobil hybrid ternyata masih ditunggu berbagai manufaktur otomotif di Indonesia, termasuk BYD
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kendaraan elektrifikasi tidak terbatas pada mobil listrik murni saja. Masih ada beberapa teknologi lain seperti hybrid, PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) serta EREV (Extended Range Electric Vehicle).
BYD (Build Your Dreams) di pasar global menyediakan jenis-jenis mobil itu. Tetapi sampai saat ini belum dihadirkan di Indonesia.
Padahal dinilai memiliki potensi dan diklaim dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar. Karena baterai pada PHEV juga bisa diisi daya layaknya mobil listrik, memanfaatkan infrastruktur EV (Electric Vehicle) yang semakin berkembang sekarang.
Bahkan menurut pihak BYD, kendaraan PHEV serta EREV juga dikategorikan sebagai EV secara global. Manufaktur asal Tiongkok ini juga merupakan salah satu pemain di segmen tersebut.
“Ya kita ikut pengaturan dan pengelolaan dari pemerintah. Kalau memang diperlukan satu transformasi lebih cepat lagi dengan adanya teknologi perantara seperti PHEV kita pasti siap,” kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Bekasi belum lama ini.
Luther menegaskan bahwa pihaknya siap menyediakan kendaraan ramah lingkungan sesuai arahan pemerintah. Tidak sekadar mobil listrik berbasis baterai namun juga teknologi hybrid.
Hanya saja ia kembali lagi mengingatkan peran pemerintah jadi faktor penting membantu BYD saat harus memperluas portofolio produk di Tanah Air. Misalnya melalui bantuan insentif mobil hybrid.
Jika dilihat gambarannya harga PHEV memang masih mahal. Ada dua produk ditawarkan ke konsumen dan masih berstatus CBU (Completely Built Up) alias impor utuh yaitu Toyota RAV4 PHEV dan BMW XM, dilego mulai Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar ke atas.
Sehingga relaksasi pajak atau kebijakan pendukung lain dari pihak pemerintah dapat membantu menekan harga jual dan menarik perhatian banyak calon konsumen baru.
Bicara soal produk yang berpeluang masuk Indonesia, Luther masih enggan membeberkan. Ia menegaskan pihaknya masih menunggu ketentuan dari pemerintah.
“Mungkin akan kami tentukan kalau sudah ada regulasi yang mendukung. Karena kalau tidak nanti dia akan diperlakukan seperti produk CBU biasa, itu tidak kompetitif harganya,” tegas dia.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi di China saat ini, harga PHEV dan mobil konvensional bermesin bensin sudah sama. Jadi konsumen disebut tidak punya pilihan lagi untuk tidak beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 November 2026, 09:00 WIB
06 November 2026, 09:00 WIB
06 November 2026, 07:00 WIB
04 November 2026, 07:00 WIB
03 November 2026, 20:20 WIB
Terkini
07 November 2026, 17:37 WIB
Jeep Indonesia resmi luncurkan Wrangler 85th Anniversary Edition yang ditawarkan dalam jumlah terbatas
07 November 2026, 11:00 WIB
Sejumlah strategi yang diterapkan oleh Hyundai diklaim berhasil mengerek penjualan mobil baru sejak awal 2026
07 November 2026, 09:00 WIB
Xpeng G9L menawarkan sejumlah fitur kekinian untuk bisa bersaing dalam segmen SUV listrik premium Indonesia
07 November 2026, 07:00 WIB
Honda CBR1000RR-R Fireblade 2027 disebut mendapat sentuhan ubahan 75 Persen Komponen dari pendahulunya dan tawarkan Tipe HRC Works
07 November 2026, 06:40 WIB
Jorge Martin berambisi untuk merusak kesempatan emas Marquez meraih gelar juara dunia di MotoGP Qatar 2026
06 November 2026, 18:04 WIB
Berkat podiumnya di Sepang, Malaysia, Veda Ega optimistis bisa kembali menyumbangkan hasil positif di Qatar
06 November 2026, 15:00 WIB
Variasi model kian bertambah dan harga kompetitif, tren penjualan mobil hybrid masih akan meningkat di 2026
06 November 2026, 13:00 WIB
Lima model mobil listrik Wuling diklaim berhasil memenuhi regulasi TKDN 60 persen yang berlaku tahun depan