Perang Harga Mobil Listrik Cina Bikin Situasi di 2026 Kian Berat
31 Desember 2025, 15:00 WIB
BYD semakin gencar memperluas portofolio modelnya dan diprediksi jual 5 juta unit mobil sepanjang 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Raksasa otomotif BYD mencatatkan capaian positif sepanjang 2024. Di negara asalnya, penjualan ritel BYD tembus 3,7 juta unit, mengalahkan Tesla yang harus puas di angka 657,1 ribu unit.
Namun perlu diingat bahwa penjualan BYD tersebut merupakan gabungan antara mobil listrik murni dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Sedangkan Tesla fokus di BEV (Battery Electric Vehicle) saja.
Dilansir dari CnEVPost, tim analis dari Deutsche Bank memproyeksikan BYD menjual 5,1 juta unit di 2025. Rinciannya sub merek Denza 250 ribu unit, Fang Cheng Bao 160 ribu unit dan Yangwang 7.500 unit.
Sedangkan di pasar lain di luar China, angka penjualannya dapat tembus 800 ribu unit tahun ini. Kenaikan tersebut diprediksi didorong oleh banyaknya produk baru yang bakal dihadirkan dengan banderol kompetitif sepanjang 2025.
Pihak Deutsche Bank juga mengungkapkan bahwa BYD berencana menghadirkan model baru di segmen SUV dan sedan yakni Tang L SUV serta Han L di kuartal pertama 2024.
Di Indonesia sendiri nampaknya BYD juga bakal jadi saingan kuat banyak manufaktur lain termasuk merek China.
Data terakhir di November 2024 MPV (Multi Purpose Vehicle) BYD M6 sendiri berhasil masuk jajaran mobil terlaris dengan wholesales tembus 1.770 unit, bahkan berada di atas LCGC (Low Cost Green Car) seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.
Sedangkan jika bicara soal penjualan ritel, BYD merupakan merek terlaris keenam. Total penjualan Januari-November 2024 tembus 11.654 unit, meskipun baru debut di Indonesia pada awal 2024.
Saat ini mereka menawarkan empat model di segmen berbeda-beda. Mulai dari BYD Dolphin, Atto 3, Seal serta M6. Tahun ini ada peluang mereka menghadirkan model baru, apalagi jika melihat sudah ada beberapa produk didaftarkan patennya di dalam negeri.
Selain MPV mewah Denza D9, model lainnya diduga kuat Song L DM-i PHEV. Apabila hadir maka menjadi mobil hybrid pertama dari BYD di Indonesia.
Telah meluncur di China, Song L bisa jadi alternatif Atto 3 dengan teknologi hybrid yang punya ukuran sedikit lebih besar. Dimensi P x L x T Song L adalah 4.780 mm x 1.898 mm x 1.670 mm.
Rangkaian produk baru BYD di Indonesia bakal mengisi segmen-segmen kompetitif. Sehingga bukan tidak mungkin mereka mencatatkan hasil positif atau bahkan alami peningkatan pesat tahun ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 14:00 WIB
31 Desember 2025, 13:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat