Dominasi Mobil Cina Bikin Merek Jepang Kewalahan
28 April 2026, 15:00 WIB
Perjanjian IEU-CEPA berpeluang membuat harga mobil yang diimpor dari Eropa termasuk BMW semakin kompetitif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BMW, manufaktur mobil premium asal Jerman menyambut baik perjanjian IEU-CEPA yang disetujui oleh pemerintah RI beberapa waktu lalu.
Dalam kesepakatan tersebut, ada regulasi yang membahas soal keringanan biaya bea masuk mobil Eropa yang diimpor ke Indonesia.
Imbasnya, sejumlah merek premium mengungkapkan ada peluang konsumen jadi menunda pembelian karena menantikan implementasi kebijakan itu.
Menghadapi hal tersebut, BMW menegaskan saat ini lini kendaraan mereka ditawarkan dengan harga kompetitif di segmennya meskipun belum menikmati keuntungan dari regulasi IEU-CEPA.
“Jadi kalau kita bicara mengenai itu, sebenarnya sih (konsumen) tidak perlu menunggu IEU-CEPA ya,” kata Jodie O’tania, Director of Communications BMW Group Indonesia di Jakarta, Rabu (03/12).
Dia menegaskan, secara keseluruhan ada 80 persen model yang ditawarkan BMW masuk Indonesia dengan skema Completely Knocked Down alias CKD.
Sehingga banderolnya berbeda ketimbang unit yang masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau diimpor utuh dari negara asalnya.
“Dari BMW sendiri, kalau ingin memiliki kendaraan BMW sekarang adalah saat yang tepat,” ungkap Jodie.
Tetapi dia tidak menampik ada dampak positif diterima BMW apabila nantinya kesepakatan soal keringanan biaya bea masuk mobil impor dalam IEU-CEPA diterapkan.
Artinya lini mobil BMW yang masih CBU, berpeluang dijual dengan harga semakin kompetitif berkat IEU-CEPA.
Sampai saat ini belum diketahui pasti implementasi dan dampak langsung IEU-CEPA terhadap harga mobil impor Jerman di Indonesia.
“Pastinya kita menganggap ini adalah sebuah hal positif, terutama untuk industri otomotif premium di Indonesia,” kata Jodie.
Sekadar informasi, beberapa model BMW sudah dirakit lokal seperti Seri 2, Seri 3, Seri 5, X1, X5, X7 sampai BMW 2 Series Gran Coupe Sport.
Totalnya ada sembilan model di bawah BMW Group termasuk Mini sudah dirakit di fasilitas Gaya Motor, Sunter.
Pihak BMW juga tidak menutup kemungkinan merakit lokal lini mobil listrik mereka di Indonesia. Hanya saja mereka belum dapat memastikan waktunya.
BMW memiliki beberapa model mobil listrik murni yang dijual ke konsumen Indonesia seperti BMW iX, iX1, i4 serta i7.
“Kita akan lihat ke depannya seperti apa. Pasti akan ada, ditunggu saja,” kata Jodie dalam kesempatan terpisah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
26 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
29 April 2026, 22:43 WIB
Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari
29 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri
29 April 2026, 15:49 WIB
Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga
29 April 2026, 13:00 WIB
Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025
29 April 2026, 12:12 WIB
Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air
29 April 2026, 11:00 WIB
Lepas E4 yang akan masuk RI bakal dirakit difasilitas produksi milik PT Handal di kawasan Pondok Ungu, Bekasi
29 April 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Destinator dibekali fitur-fitur terkini yang bisa menambah kenyamanan berkendara para konsumen
29 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di waktu terbatas, jangan sampai terlambat sebab tidak ada dispensasi