BMW Harap Konsumen Tak Tunda Pembelian Imbas IEU-CEPA
04 Desember 2025, 11:00 WIB
Berpeluang membuat harga mobil makin kompetitif, Mercedes-Benz tunggu kepastian IEU-CEPA di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – IEU-CEPA atau perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement disepakati beberapa waktu lalu dan mendapatkan sambutan baik, terkhusus dari manufaktur otomotif Jerman, termasuk Mercedes-Benz.
Perlu diketahui, dalam perjanjian tersebut ada kesepakatan terkait keringanan biaya bea masuk mobil Eropa yang diimpor ke Indonesia.
Meskipun begitu pihak Mercedes-Benz menegaskan, sampai saat ini mereka masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah terkait implementasi IEU-CEPA.
“Kami belum tahu mengenai timing implementasinya kapan, kemudian juga produk-produk yang masuk ke dalam perjanjian itu apa saja,” kata Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia di Jakarta, Minggu (30/11).
Ada peluang harga mobil Mercedes-Benz bisa semakin kompetitif berkat penerapan IEU-CEPA. Sehingga menjadi opsi yang menarik buat para konsumen di tengah ketatnya persaingan dengan pendatang baru di Indonesia.
Meskipun Mercedes-Benz mulai merakit setidaknya delapan model kendaraan di dalam negeri, masih ada produk mereka diimpor utuh dari Jerman seperti lini kendaraan listrik mereka.
Beberapa di antaranya adalah EQE 350+, EQS 450+ sampai EQS 450+ AMG Line. Harga deretan mobil listrik Mercedes-Benz itu ditawarkan mulai dari kisaran Rp 2,2 miliar.
Apabila IEU-CEPA bisa meringankan biaya bea masuk dari Jerman, tentu jadi hal menguntungkan buat Mercedes-Benz.
“Yang bisa kami yakini, tentunya pemerintah ketika mengambil keputusan untuk kerja sama adalah yang terbaik untuk Indonesia,” tegas Donald.
Lebih lanjut dia menegaskan, penerapan IEU-CEPA di Indonesia di masa mendatang merupakan peluang baru untuk memajukan industri otomotif maupun merek Mercedes-Benz di dalam negeri.
Sebagai informasi, dalam kebijakan IEU-CEPA disebutkan bahwa ada kesepakatan keringanan biaya bea impor produk dari Eropa ke Indonesia sebesar 98,5 persen. Ini termasuk untuk kendaraan roda empat.
“Kami telah berkomitmen untuk bekerja lebih keras dalam hal diversifikasi dan kerja sama mendukung pekerjaan dan pertumbuhan Uni Eropa,” kata Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa beberapa waktu lalu.
Apabila diterapkan di Indonesia, ada sejumlah merek yang berpeluang ikut diuntungkan selain Mercedes-Benz. Misalnya BMW, Audi serta Citroen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
04 Desember 2025, 11:00 WIB
01 Desember 2025, 13:00 WIB
06 November 2025, 18:00 WIB
02 November 2025, 13:00 WIB
28 Oktober 2025, 19:00 WIB
Terkini
11 Desember 2025, 10:00 WIB
Mitsubishi Fuso Canter menjadi andalan PT Superior Prima Sukses untuk mendistribusikan hasil produksi mereka
11 Desember 2025, 09:00 WIB
Kemenhub menghadirkan program mudik gratis untuk menurunkan risiko kecelakaan yang biasa terjadi di jalan
11 Desember 2025, 08:00 WIB
Penjualan Polytron yang hanya ratusan unit membuat mereka lebih realistis dalam menjual mobil listrik
11 Desember 2025, 07:00 WIB
BYD Atto 1 masih jadi mobil terlaris November 2025 dengan wholesales mencapai 8.333 unit, unggul dari Toyota Avanza
11 Desember 2025, 06:00 WIB
Tidak ada dispensasi apabial terlambat, SIM dapat diperpanjang di layanan SIM keliling Jakarta hari ini
11 Desember 2025, 06:00 WIB
Salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat dari kepolisian adalah SIM keliling Bandung hari ini
11 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 11 Desember 2025 bakal diterapkan disejumlah ruas jalan utama untuk kurangi kepadatan
10 Desember 2025, 21:00 WIB
Mitsubishi Fuso menyalurkan bantuan ke korban banjir Sumatera, seperti bahan makanan siap santap dan service