Teknologi City Car Aira ev Setara LCGC, Ini Harga Resmi Wuling
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
Wuling menyatakan telah menyelesaikan kendala pemindahan kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu belakangan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dipenuhi dengan kontainer impor. Bahkan jumlahnya mencapai 10 ribu unit.
Salah satu yang disebut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyimpan kontainer di sana adalah Wuling.
Produsen mobil ini dikatakan masih menahan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, setelah proses kepabeanan selesai.
Mendengar hal tersebut, Wuling Motors buka suara. Mereka mengaku sudah bergerak untuk menanggulangi hambatan itu.
“Kami telah melakukan pengecekan bersama tim terkait,” ungkap Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, dalam keterangan resmi, Jumat (19/06).
Ricky menjelaskan bahwa pada awal Juni 2026, Wuling memang sempat mengalami gangguan operasional terkait pengangkutan kontainer.
Akan tetapi, kontainer milik mereka yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok jumlahnya tidak terlalu banyak.
“Kita sudah berusaha untuk segera menyelesaikannya. Per 11 Juni 2026 lalu, kami telah menyelesaikan keseluruhan kontainer untuk keluar dari port,” tutur Ricky.
Ricky pun menjelaskan bahwa sekarang sudah tidak ada lagi kontainer Wuling tertinggal di sana.
Sehingga saat ini, mereka sudah berhasil menangani masalah logistik yang sempat bermasalah di awal bulan.
Sebagai pengingat Djaka Budhi Utama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai mengatakan penumpukan kontainer yang sempat terjadi bukan disebabkan lambatnya proses kepabeanan.
Melainkan karena sejumlah importir tidak segera mengeluarkan barang mereka dari area pelabuhan dalam waktu telah ditentukan.
“Contohnya seperti BYD, kemudian Wuling yang masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama tiga hari setelah SPPB keluar,” ucap Djaka.
Menurut Djaka, situasi tersebut menyebabkan kepadatan di area pelabuhan karena adanya tumpukan ribuan kontainer.
Bea dan Cukai pun meminta kepada seluruh perusahaan terkait untuk memindahkan kontainer dari area pelabuhan.
Dengan begitu dapat mengurangi kepadatan di lokasi, sekaligus mempercepat arus barang dan logistik.
Ia menegaskan bahwa dari sisi kepabeanan tidak terdapat hambatan berarti. Seluruh proses pemeriksaan maupun administrasi telah diselesaikan.
Sedangkan penumpukan terjadi pada tahap setelah barang mendapatkan izin keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok.
Ke depan, mereka berencana mendorong percepatan pemindahan kontainer ke lini dua atau lokasi penumpukan di luar pelabuhan.
Dengan demikian, dapat mengurangi risiko kepadatan serta mencegah terulangnya permasalahan serupa pada proses pemindahan logistik di masa mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
29 Juli 2026, 22:23 WIB
23 Juli 2026, 18:32 WIB
13 Juli 2026, 13:00 WIB
Terkini
04 Agustus 2026, 15:23 WIB
KTB baru saja menyerahkan Mitsubishi Fuso eCanter kepada Fastana Logistik Indonesia dalam pameran GIIAS 2026
04 Agustus 2026, 14:37 WIB
Changan Nevo Q05 siap jadi jawaban kebutuhan mobilitas para pengunjung GIIAS 2026 dengan berbagai kelebihan
04 Agustus 2026, 12:00 WIB
Yamaha Fazzio edisi spesial bertemakan Retro Summer yang menggoda para konsumen muda-mudi di Tanah Air
04 Agustus 2026, 11:00 WIB
Toyota Land Cruiser 300 hybrid dan FJ hadir di GIIAS 2026 dan tepat di perayaan 75 tahun kiprahnya di dunia
04 Agustus 2026, 10:00 WIB
FIF menyatakan telah membiayai unit kendaraan bermotor roda dua sebanyak 1,70 juta unit di semester satu 2026
04 Agustus 2026, 09:00 WIB
Memanfaatkan pameran GIIAS 2026, mobil listrik Jaecoo J5 EV karya 347 Homebreaks dan NMAA dipamerkan
04 Agustus 2026, 08:00 WIB
Mazda berencana untuk melahirkan sineas-sineas muda Indonesia yang memiliki kreatifitas dalam dunia perfilman
04 Agustus 2026, 07:00 WIB
Polytron menghadirkan berbagai promo menarik di GIIAS 2026, hal ini demi memanjakan para konsumen mereka