Wuling Raup 3.290 SPK di GIIAS 2026, Aira ev Dominan
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
Wuling menyatakan telah menyelesaikan kendala pemindahan kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu belakangan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dipenuhi dengan kontainer impor. Bahkan jumlahnya mencapai 10 ribu unit.
Salah satu yang disebut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyimpan kontainer di sana adalah Wuling.
Produsen mobil ini dikatakan masih menahan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, setelah proses kepabeanan selesai.
Mendengar hal tersebut, Wuling Motors buka suara. Mereka mengaku sudah bergerak untuk menanggulangi hambatan itu.
“Kami telah melakukan pengecekan bersama tim terkait,” ungkap Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, dalam keterangan resmi, Jumat (19/06).
Ricky menjelaskan bahwa pada awal Juni 2026, Wuling memang sempat mengalami gangguan operasional terkait pengangkutan kontainer.
Akan tetapi, kontainer milik mereka yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok jumlahnya tidak terlalu banyak.
“Kita sudah berusaha untuk segera menyelesaikannya. Per 11 Juni 2026 lalu, kami telah menyelesaikan keseluruhan kontainer untuk keluar dari port,” tutur Ricky.
Ricky pun menjelaskan bahwa sekarang sudah tidak ada lagi kontainer Wuling tertinggal di sana.
Sehingga saat ini, mereka sudah berhasil menangani masalah logistik yang sempat bermasalah di awal bulan.
Sebagai pengingat Djaka Budhi Utama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai mengatakan penumpukan kontainer yang sempat terjadi bukan disebabkan lambatnya proses kepabeanan.
Melainkan karena sejumlah importir tidak segera mengeluarkan barang mereka dari area pelabuhan dalam waktu telah ditentukan.
“Contohnya seperti BYD, kemudian Wuling yang masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama tiga hari setelah SPPB keluar,” ucap Djaka.
Menurut Djaka, situasi tersebut menyebabkan kepadatan di area pelabuhan karena adanya tumpukan ribuan kontainer.
Bea dan Cukai pun meminta kepada seluruh perusahaan terkait untuk memindahkan kontainer dari area pelabuhan.
Dengan begitu dapat mengurangi kepadatan di lokasi, sekaligus mempercepat arus barang dan logistik.
Ia menegaskan bahwa dari sisi kepabeanan tidak terdapat hambatan berarti. Seluruh proses pemeriksaan maupun administrasi telah diselesaikan.
Sedangkan penumpukan terjadi pada tahap setelah barang mendapatkan izin keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok.
Ke depan, mereka berencana mendorong percepatan pemindahan kontainer ke lini dua atau lokasi penumpukan di luar pelabuhan.
Dengan demikian, dapat mengurangi risiko kepadatan serta mencegah terulangnya permasalahan serupa pada proses pemindahan logistik di masa mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
29 Juli 2026, 22:23 WIB
23 Juli 2026, 18:32 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini