10 Mobil Listrik Terlaris September 2026: EV Mungil Diminati
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Wuling menyatakan telah menyelesaikan kendala pemindahan kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu belakangan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dipenuhi dengan kontainer impor. Bahkan jumlahnya mencapai 10 ribu unit.
Salah satu yang disebut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyimpan kontainer di sana adalah Wuling.
Produsen mobil ini dikatakan masih menahan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, setelah proses kepabeanan selesai.
Mendengar hal tersebut, Wuling Motors buka suara. Mereka mengaku sudah bergerak untuk menanggulangi hambatan itu.
“Kami telah melakukan pengecekan bersama tim terkait,” ungkap Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, dalam keterangan resmi, Jumat (19/06).
Ricky menjelaskan bahwa pada awal Juni 2026, Wuling memang sempat mengalami gangguan operasional terkait pengangkutan kontainer.
Akan tetapi, kontainer milik mereka yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok jumlahnya tidak terlalu banyak.
“Kita sudah berusaha untuk segera menyelesaikannya. Per 11 Juni 2026 lalu, kami telah menyelesaikan keseluruhan kontainer untuk keluar dari port,” tutur Ricky.
Ricky pun menjelaskan bahwa sekarang sudah tidak ada lagi kontainer Wuling tertinggal di sana.
Sehingga saat ini, mereka sudah berhasil menangani masalah logistik yang sempat bermasalah di awal bulan.
Sebagai pengingat Djaka Budhi Utama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai mengatakan penumpukan kontainer yang sempat terjadi bukan disebabkan lambatnya proses kepabeanan.
Melainkan karena sejumlah importir tidak segera mengeluarkan barang mereka dari area pelabuhan dalam waktu telah ditentukan.
“Contohnya seperti BYD, kemudian Wuling yang masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama tiga hari setelah SPPB keluar,” ucap Djaka.
Menurut Djaka, situasi tersebut menyebabkan kepadatan di area pelabuhan karena adanya tumpukan ribuan kontainer.
Bea dan Cukai pun meminta kepada seluruh perusahaan terkait untuk memindahkan kontainer dari area pelabuhan.
Dengan begitu dapat mengurangi kepadatan di lokasi, sekaligus mempercepat arus barang dan logistik.
Ia menegaskan bahwa dari sisi kepabeanan tidak terdapat hambatan berarti. Seluruh proses pemeriksaan maupun administrasi telah diselesaikan.
Sedangkan penumpukan terjadi pada tahap setelah barang mendapatkan izin keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok.
Ke depan, mereka berencana mendorong percepatan pemindahan kontainer ke lini dua atau lokasi penumpukan di luar pelabuhan.
Dengan demikian, dapat mengurangi risiko kepadatan serta mencegah terulangnya permasalahan serupa pada proses pemindahan logistik di masa mendatang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
19 September 2026, 09:00 WIB
18 September 2026, 09:36 WIB
09 September 2026, 20:14 WIB
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan