Ini Pembeda Wuling Aira ev dan Air ev, Siap Debut di GIIAS 2026
13 Juli 2026, 13:00 WIB
Wuling menyatakan telah menyelesaikan kendala pemindahan kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu belakangan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dipenuhi dengan kontainer impor. Bahkan jumlahnya mencapai 10 ribu unit.
Salah satu yang disebut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyimpan kontainer di sana adalah Wuling.
Produsen mobil ini dikatakan masih menahan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, setelah proses kepabeanan selesai.
Mendengar hal tersebut, Wuling Motors buka suara. Mereka mengaku sudah bergerak untuk menanggulangi hambatan itu.
“Kami telah melakukan pengecekan bersama tim terkait,” ungkap Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, dalam keterangan resmi, Jumat (19/06).
Ricky menjelaskan bahwa pada awal Juni 2026, Wuling memang sempat mengalami gangguan operasional terkait pengangkutan kontainer.
Akan tetapi, kontainer milik mereka yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok jumlahnya tidak terlalu banyak.
“Kita sudah berusaha untuk segera menyelesaikannya. Per 11 Juni 2026 lalu, kami telah menyelesaikan keseluruhan kontainer untuk keluar dari port,” tutur Ricky.
Ricky pun menjelaskan bahwa sekarang sudah tidak ada lagi kontainer Wuling tertinggal di sana.
Sehingga saat ini, mereka sudah berhasil menangani masalah logistik yang sempat bermasalah di awal bulan.
Sebagai pengingat Djaka Budhi Utama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai mengatakan penumpukan kontainer yang sempat terjadi bukan disebabkan lambatnya proses kepabeanan.
Melainkan karena sejumlah importir tidak segera mengeluarkan barang mereka dari area pelabuhan dalam waktu telah ditentukan.
“Contohnya seperti BYD, kemudian Wuling yang masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama tiga hari setelah SPPB keluar,” ucap Djaka.
Menurut Djaka, situasi tersebut menyebabkan kepadatan di area pelabuhan karena adanya tumpukan ribuan kontainer.
Bea dan Cukai pun meminta kepada seluruh perusahaan terkait untuk memindahkan kontainer dari area pelabuhan.
Dengan begitu dapat mengurangi kepadatan di lokasi, sekaligus mempercepat arus barang dan logistik.
Ia menegaskan bahwa dari sisi kepabeanan tidak terdapat hambatan berarti. Seluruh proses pemeriksaan maupun administrasi telah diselesaikan.
Sedangkan penumpukan terjadi pada tahap setelah barang mendapatkan izin keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok.
Ke depan, mereka berencana mendorong percepatan pemindahan kontainer ke lini dua atau lokasi penumpukan di luar pelabuhan.
Dengan demikian, dapat mengurangi risiko kepadatan serta mencegah terulangnya permasalahan serupa pada proses pemindahan logistik di masa mendatang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 13:00 WIB
13 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juni 2026, 13:14 WIB
07 Juni 2026, 12:15 WIB
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Terkini
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Vinfast Indonesia secara resmi menawarkan motor listrik dengan pilihan kepemilikan baterai sewa atau beli putus
19 Juli 2026, 12:00 WIB
Chery Q sudah dipesan lebih dari 3.000 unit meskipun tanpa harga final dan baru akan meluncur di GIIAS 2026
19 Juli 2026, 10:38 WIB
MMKSI menilai kalau Mitsubishi Xforce Hybrid lebih memiliki prospek lebih bagus di pasar otomotif Indonesia
18 Juli 2026, 21:09 WIB
Stasiun pengisian kendaraan listrik Voltron Hub Puri Indah menawarkan opsi ultra fast charging ke konsumen
18 Juli 2026, 21:06 WIB
Pangsa pasar Daihatsu di Juni 2026 berhasil tembus 17,1 persen, naik dari capaian di tahun sebelumnya
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana