Ekspor Mobil Listrik Cina Bakal Meroket saat Pasar Domestik Lesu
12 Januari 2026, 14:00 WIB
Perusahaan baterai mobil listrik CATL perkenalkan teknologi baru buat saingi BYD, pengisian daya ekstra cepat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur baterai kendaraan listrik CATL (Contemporary Amperex Technology Limited) meluncurkan inovasi baterai terbaru di perhelatan Shanghai Auto Show 2025.
Kehadiran baterai dari CATL ini menyaingi teknologi terbaru BYD (Build Your Dreams) yaitu Super e-Platform, di mana baterai bisa di-charge dan memperoleh jarak tempuh 400 km hanya dalam waktu lima menit.
Baterai milik CATL menggunakan material LFP (Lithium Iron Phosphate). Bersamaan dengan itu hadir Freevoy Dual Power Battery, di mana dua baterai dapat mengakomodir perjalanan sejauh 1.499 km.
Diklaim melebihi kemampuan baterai EV (Electric Vehicle) terbaru BYD, penampung daya dari CATL dapat memperoleh kembali daya jelajah 520 km dalam waktu pengecasan lima menit.
Inovasi lain yang turut diluncurkan dalam kesempatan sama adalah baterai sodium-ion produksi massal pertama di dunia.
Penampung daya tersebut bisa menyuguhkan jarak tempuh ekstra 310 mil (498 km) pada mobil listrik dan 124 mil (199 km) jika dipakai di PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Jenis baterai ini diklaim lebih kuat dibandingkan lithium-ion, termasuk di kondisi temperatur ekstrem.
“CATL ungkap baterainya dapat menjaga 93 persen kapasitas baterai di suhu minus 30 derajat celcius, lalu mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu 30 menit,” tulis laporan dari InsideEVs, dikutip Kamis (24/04).
Hanya saja belum diketahui jelas merek mana yang akan disuplai baterai dari CATL. Saat ini, perusahaan tersebut merupakan produsen baterai lithium untuk merek-merek ternama seperti Tesla, Polestar dan Mercedes-Benz.
Namun CATL juga baru menjalin kerja sama dengan manufaktur Tiongkok lain seperti Aion dan Chery untuk menyuplai baterai swap.
Sehingga ada peluang teknologi terbaru CATL akan diterapkan di lini kendaraan Aion maupun Chery di masa mendatang.
Sebagai informasi, CATL juga terlibat dalam proyek baterai nikel di Indonesia. Pada perjanjian awal diketahui CATL bakal membangun pabrik sel baterai berkapasitas 15 GWh (gigawatt hour) per tahun.
Nominal investasi sekitar 1,18 miliar USD, tetapi nilai yang disetujui pemerintah China turun lebih dari setengahnya.
Namun negosiasi tengah berlangsung untuk mencapai kesepakatan investasi yang seharusnya sudah rampung di akhir Februari 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 14:00 WIB
12 Januari 2026, 13:00 WIB
11 Januari 2026, 17:00 WIB
10 Januari 2026, 07:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
12 Januari 2026, 18:00 WIB
Aprilia disebut telah melakukan banyak kemajuan, sehingga bisa membuat Bezzecchi tampil kompetitif di MotoGP
12 Januari 2026, 17:00 WIB
Terpantau sejak Agustus 2025, Honda City Hatchback sudah tak lagi disuplai ke diler dan stoknya mulai kosong
12 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD memisahkan model-model yang akan ditawarkan sebagai mobil penumpang dan komersial untuk armada taksi
12 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD, Wuling dan Chery menjadi tiga besar merek mobil Cina dengan penjualan retail terbanyak tahun lalu
12 Januari 2026, 14:00 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi
12 Januari 2026, 13:00 WIB
Setiap kendaraan yang mengaspal di jalanan Singapura, termasuk Honda Super One wajib mempunyai dokumen COE
12 Januari 2026, 12:00 WIB
Suzuki bakal terus meningkatkan jumlah ekspor mereka di 2026 meski beberapa negara mengeluarkan kebijakan baru
12 Januari 2026, 11:00 WIB
Pemerintah bakal lakukan rekayasa lalu lintas saat pembongkaran tiang monorel yang dilakukan saat malam hari