BYD Flash Charging Diluncurkan, Ngecas EV Hanya Lima Menit
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
Perusahaan baterai mobil listrik CATL perkenalkan teknologi baru buat saingi BYD, pengisian daya ekstra cepat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur baterai kendaraan listrik CATL (Contemporary Amperex Technology Limited) meluncurkan inovasi baterai terbaru di perhelatan Shanghai Auto Show 2025.
Kehadiran baterai dari CATL ini menyaingi teknologi terbaru BYD (Build Your Dreams) yaitu Super e-Platform, di mana baterai bisa di-charge dan memperoleh jarak tempuh 400 km hanya dalam waktu lima menit.
Baterai milik CATL menggunakan material LFP (Lithium Iron Phosphate). Bersamaan dengan itu hadir Freevoy Dual Power Battery, di mana dua baterai dapat mengakomodir perjalanan sejauh 1.499 km.
Diklaim melebihi kemampuan baterai EV (Electric Vehicle) terbaru BYD, penampung daya dari CATL dapat memperoleh kembali daya jelajah 520 km dalam waktu pengecasan lima menit.
Inovasi lain yang turut diluncurkan dalam kesempatan sama adalah baterai sodium-ion produksi massal pertama di dunia.
Penampung daya tersebut bisa menyuguhkan jarak tempuh ekstra 310 mil (498 km) pada mobil listrik dan 124 mil (199 km) jika dipakai di PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Jenis baterai ini diklaim lebih kuat dibandingkan lithium-ion, termasuk di kondisi temperatur ekstrem.
“CATL ungkap baterainya dapat menjaga 93 persen kapasitas baterai di suhu minus 30 derajat celcius, lalu mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu 30 menit,” tulis laporan dari InsideEVs, dikutip Kamis (24/04).
Hanya saja belum diketahui jelas merek mana yang akan disuplai baterai dari CATL. Saat ini, perusahaan tersebut merupakan produsen baterai lithium untuk merek-merek ternama seperti Tesla, Polestar dan Mercedes-Benz.
Namun CATL juga baru menjalin kerja sama dengan manufaktur Tiongkok lain seperti Aion dan Chery untuk menyuplai baterai swap.
Sehingga ada peluang teknologi terbaru CATL akan diterapkan di lini kendaraan Aion maupun Chery di masa mendatang.
Sebagai informasi, CATL juga terlibat dalam proyek baterai nikel di Indonesia. Pada perjanjian awal diketahui CATL bakal membangun pabrik sel baterai berkapasitas 15 GWh (gigawatt hour) per tahun.
Nominal investasi sekitar 1,18 miliar USD, tetapi nilai yang disetujui pemerintah China turun lebih dari setengahnya.
Namun negosiasi tengah berlangsung untuk mencapai kesepakatan investasi yang seharusnya sudah rampung di akhir Februari 2025.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan
14 Oktober 2026, 09:00 WIB
Federal Oil terus melakukan berbagai pendekatan untuk mengembangkan pasar dengan konsistensi inovasi
14 Oktober 2026, 07:00 WIB
Aion UT Urban mengisi celah kosong tipe Standard dan Premium, jadi sesusai kebutuhan konsumen di Indonesia