Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Perusahaan baterai mobil listrik CATL perkenalkan teknologi baru buat saingi BYD, pengisian daya ekstra cepat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur baterai kendaraan listrik CATL (Contemporary Amperex Technology Limited) meluncurkan inovasi baterai terbaru di perhelatan Shanghai Auto Show 2025.
Kehadiran baterai dari CATL ini menyaingi teknologi terbaru BYD (Build Your Dreams) yaitu Super e-Platform, di mana baterai bisa di-charge dan memperoleh jarak tempuh 400 km hanya dalam waktu lima menit.
Baterai milik CATL menggunakan material LFP (Lithium Iron Phosphate). Bersamaan dengan itu hadir Freevoy Dual Power Battery, di mana dua baterai dapat mengakomodir perjalanan sejauh 1.499 km.
Diklaim melebihi kemampuan baterai EV (Electric Vehicle) terbaru BYD, penampung daya dari CATL dapat memperoleh kembali daya jelajah 520 km dalam waktu pengecasan lima menit.
Inovasi lain yang turut diluncurkan dalam kesempatan sama adalah baterai sodium-ion produksi massal pertama di dunia.
Penampung daya tersebut bisa menyuguhkan jarak tempuh ekstra 310 mil (498 km) pada mobil listrik dan 124 mil (199 km) jika dipakai di PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Jenis baterai ini diklaim lebih kuat dibandingkan lithium-ion, termasuk di kondisi temperatur ekstrem.
“CATL ungkap baterainya dapat menjaga 93 persen kapasitas baterai di suhu minus 30 derajat celcius, lalu mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu 30 menit,” tulis laporan dari InsideEVs, dikutip Kamis (24/04).
Hanya saja belum diketahui jelas merek mana yang akan disuplai baterai dari CATL. Saat ini, perusahaan tersebut merupakan produsen baterai lithium untuk merek-merek ternama seperti Tesla, Polestar dan Mercedes-Benz.
Namun CATL juga baru menjalin kerja sama dengan manufaktur Tiongkok lain seperti Aion dan Chery untuk menyuplai baterai swap.
Sehingga ada peluang teknologi terbaru CATL akan diterapkan di lini kendaraan Aion maupun Chery di masa mendatang.
Sebagai informasi, CATL juga terlibat dalam proyek baterai nikel di Indonesia. Pada perjanjian awal diketahui CATL bakal membangun pabrik sel baterai berkapasitas 15 GWh (gigawatt hour) per tahun.
Nominal investasi sekitar 1,18 miliar USD, tetapi nilai yang disetujui pemerintah China turun lebih dari setengahnya.
Namun negosiasi tengah berlangsung untuk mencapai kesepakatan investasi yang seharusnya sudah rampung di akhir Februari 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini