Omoda & Jaecoo Trimegah Bogor Punya Fasilitas Home Service
23 Agustus 2026, 09:47 WIB
Kebanyakan konsumen memilih untuk beli mobil listrik secara tunai ketimbang kredit, begini alasannya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Diler resmi Hyundai Gowa mengungkapkan saat ini kebanyakan pembeli mobil listrik atau EV (Electric Vehicle) melakukan pembelian tunai.
Perlu diketahui, Hyundai menawarkan beberapa model mobil listrik kepada konsumen. Mulai dari Ioniq 5, Ioniq 6, Kona EV dan Kona EV N Line dengan banderol mulai dari Rp 400 jutaan.
“Kalau mobil listrik ke atas itu lebih banyak (membeli secara) cash. Karena segmennya memang middle-up (menengah ke atas),” kata Ferry, Chief Operating Officer Hyundai Gowa saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Menurut dia secara kasar persentasenya adalah 60 persen tunai sementara 40 persen lainnya kredit atau angsuran.
Dia mengungkapkan, kebanyakan pembeli mobil listrik bukanlah first car buyer. Melainkan pembeli mobil kedua, ketiga atau pengganti model yang telah dimiliki sebelumnya.
“Orang yang baru punya mobil lalu langsung membeli EV, itu ada tetapi jarang sekali. Jadi rata-rata kenapa tunai, karena sudah punya mobil pertama,” tegas Ferry.
Umumnya konsumen yang dimaksud menggunakan kendaraannya buat mobilitas di area tertentu saja seperti perkotaan. Sedangkan untuk perjalanan jarak jauh masih cenderung memanfaatkan mobil bermesin bensin.
“Kalau keluar kota, bapak ini (konsumen) cerita mau keliling Jawa. Sudah pasti disimpan EV-nya, karena susah cari SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum,” jelas dia.
Apabila bicara keseluruhan, dia menegaskan pasar otomotif saat ini masih dibentuk oleh para konsumen yang melakukan pembelian kendaraan secara kredit.
Sebagai informasi, pembelian kredit masih jadi andalan banyak konsumen tanah air. Di Januari 2025, Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan dan diklaim dapat berimbas positif buat pembiayaan mobil baru.
Dalam kesempatan sama Ferry menjelaskan bahwa ada peluang penjualan mereka di tanah air semakin meningkat karena kreditnya ringan.
Turunnya BI Rate juga dinilai dapat membantu mengatasi melemahnya daya beli masyarakat karena sejumlah faktor seperti kenaikan PPN (pajak pertambahan nilai) dari 11 persen menjadi 12 persen.
“Di data kita rata-rata (tenor) tiga sampai lima tahun. Kalau satu sampai tiga tahun itu relatif kecil,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Agustus 2026, 09:47 WIB
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan