Pentingnya Inspeksi Kendaraan untuk Jaga Nilai Armada Perusahaan
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
Mobil bekas diprediksi masih akan diminati banyak konsumen tahun ini, Seva mulai fokus tawarkan unit
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Harga mobil yang cenderung naik setiap tahunnya membuat sejumlah konsumen akhirnya beralih ke mobil bekas. Saat ini, daya beli masyarakat diklaim ada di kisaran Rp 200 jutaan.
Namun pilihannya memang semakin terbatas. Kebanyakan first car buyer memilih jenis kendaraan seperti LCGC (low cost green car) seperti Toyota Agya, Calya, Daihatsu Ayla ataupun Sigra.
Di pasar mobil bekas, konsumen disuguhkan pilihan beragam. Dengan banderol serupa variasinya lebih banyak, bisa mencakup LSUV (low sport utility vehicle) maupun LMPV (low multi purpose vehicle).
Melihat pasar otomotif yang masih akan menghadapi tantangan, layanan jual beli dan kredit kendaraan Seva mengaku akan mulai fokus rambah mobil bekas tahun ini.
Seva sendiri baru mulai menawarkan mobil bekas pada tahun lalu. Saat itu, penjualan kendaraan seken terbilang baik.
“Kira sama-sama tahu ekonomi masih cukup menantang. Itu mereka (konsumen) lari ke mobil bekas sebenarnya, kalau di ekosistem sendiri memang ada peningkatan penjualan mobil bekas,” kata David Thamrin, Product and Growth Division Head Seva di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dia tidak memungkiri persentase penjualan mobil bekas melalui Seva masih terbilang kecil. Tetapi pihaknya menilai ada peluang dan telah mulai menetapkan target.
Sayangnya dia enggan mengungkapkan secara gamblang seperti apa target penjualan mobil bekas Seva sepanjang 2025.
“Harapannya tahun ini ada perbaikan untuk penjualan mobil bekas. Secara persentase kalau bicara target sih lumayan,” kara David.
Sebagai informasi, sebuah riset yang pernah dilakukan LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia) menunjukkan bahwa mobil bekas diminati masyarakat Pulau Jawa.
Hal tersebut disebabkan oleh melambungnya harga mobil baru dan semakin tidak terjangkau.
“Dari hasil survey, orang di Pulau Jawa yang beli mobil di 2023, 63 persennya mobil bekas. Harga mobil baru naik, mobil bekas lebih rendah,” ungkap Riyanto di Jakarta beberapa waktu lalu.
Apalagi ditambah depresiasi mobil di segmen seperti MPV, mencapai 50 persen. Kemudian pembelian kendaraan seken terbilang mudah dan penjualnya transparan dalam menawarkan unit.
“Kunjungan ke situs mobil bekas dari bulan ke bulan itu meningkat. Membandingkan harga (mobil baru dan bekas) lebih mudah,” jelas Riyanto.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
21 September 2026, 21:00 WIB
09 September 2026, 20:17 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi