50 Persen Loyalis Honda Beli Mobil Online

Loyalis Honda beli mobil online meski belum pernah melihat langsung maupun test drive kendaraan sekalipun

50 Persen Loyalis Honda Beli Mobil Online

TRENOTO – Honda Prospect Motor (HPM) mengaku bahwa penjualan kendaraan secara online sudah semakin marak, khususnya untuk para loyalis. Tidak sedikit dari pelanggan yang melakukan pembelian hanya berdasarkan iklan di website.

Hal ini diungkapkan oleh Julian Karfili, Public Relation & Digital Manager HPM siang hari tadi. Menurutnya, lebih dari 50 persen dari loyalis Honda membeli mobil tanpa perlu mencoba dan melihat secara offline.

“Pembelian secara online sekarang mulai banyak, bahkan untuk loyalis bisa di atas 50 persen. Mereka yang sudah merasakan produk Honda biasanya hanya menghubungi diler, isi form di website, lakukan transaksi dan sebagainya kemudian mobil dikirim,” tegasnya.

Photo : Paultan

Hal ini jauh berbeda dengan pelanggan first buyer yang masih lebih banyak melakukan pembelian secara offline. Bahkan mereka masih melakukan test drive kendaraan sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi.

“Bila baru pertama kali membeli mobil Honda, biasanya akan memilih untuk test drive terlebih dahulu. Mereka akan mencari informasi secara online, kemudian ke diler dan melakukan transaksi di sana,” tegasnya.

Selain untuk first buyer, kebiasaan ini juga masih berlaku bila Honda meluncurkan produk yang sama sekali baru. Untuk itulah mereka masih menyediakan produk test drive di diler-diler resminya.

Dukung Penjualan Online

Photo : Honda Indonesia

Tingginya penjualan mobil secara online pun membuat Honda berinisiatif untuk semakin gencar melakukan promosi digital. Salah satunya adalah dengan ambil bagian dalam ajang Metanesia, sebuah pameran yang digelar oleh PT Telkom Indonesia beberapa waktu lalu.

Ketika itu Honda menjadi satu-satunya brand otomotif roda empat yang menampilkan showroom virtual. Pengunjung pun dapat melihat berbagai produk secara 360 derajat, baik eksterior, interiornya, mesin maupun berbagai fitur unggulan.

Pengunjung juga dapat merasakan Virtual Reality Driving untuk Honda BR-V. Aktivitas test drive virtual dirancang guna menunjukkan mobil berjalan layaknya sebuah game sehingga pelanggan memiliki gambaran perfoma.

Menariknya lagi, bagi pengunjung dapat berinteraksi dengan Customer Service atau Virtual Sales Assistant. Transaksi juga bisa dilakukan sehingga memudahkan pelanggan.

“Perubahan perilaku konsumen saat ini menjadikan platform digital sebagai salah satu medium yang semakin banyak digunakan konsumen untuk mencari informasi hingga melakukan transaksi, termasuk untuk konsumen otomotif,” pungkas Yulian.


Terkini

mobil
Penjualan BYD

Penjualan BYD sejak Debut di RI, Sudah Pasarkan 50 Ribu Unit

Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini

mobil
BYD

BYD Gerah Desain Mobil Mereka Selalu Ditiru Kompetitor

BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri

mobil
Leapmotor

Leapmotor B10 Makin Dekat ke Indonesia, Calon Pesaing Geely EX5

Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group

mobil
Mobil Cina

3 Merek Mobil Cina Ini Mulai Geser Popularitas Jepang di Inggris

Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025

motor
Motor listrik

Subsidi Motor Listrik Sudah Tidak Diharapkan Lagi pada 2026

Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026

mobil
Harga Mobil Listrik

Daftar Harga Mobil Listrik Januari 2026 Stabil, Lumin Termurah

Harga mobil listrik di Indonesia bervariasi mulai Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar ke atas, berikut daftarnya

otosport
Jadwal MotoGP 2026

Catat Jadwal MotoGP 2026, Marquez Balapan di Mandalika Oktober

Meski masih terdapat 22 seri di tahun ini, namun ada beberapa ubahan signifikan pada jadwal MotoGP 2026

mobil
Geely

SUV Bensin Geely yang Bakal Dipasarkan di Indonesia Tahun Ini

Geely berniat membawa mobil bermesin konvensional ke Indonesia, diyakini merupakan Monjaro dan Okavango