Penjualan Mobil Baru Februari 2026 Membaik, Naik 16,7 Persen
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Gaikindo menunggu keputusan terbaik dari pemerintah mengenai pemberian insentif untuk periode 2026 mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif untuk industri otomotif pada 2026 masih jadi pembahasan. Apalagi setelah dua menteri Presiden Prabowo Subianto silang pendapat.
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) mengaku sedang mengajukan skema insentif buat tahun depan.
Menurut dia, stimulus dibutuhkan demi menolong para pabrikan mobil dari jurang kebangkrutan. Sebab di 2025 pasar kendaraan roda empat sedang melewah.
Namun Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) menilai, industri otomotif sudah tidak memerlukan bantuan.
Berangkat dari fakta tersebut, ia merasa pemerintah sudah tidak perlu mengucurkan insentif untuk 2026.
Keputusan di atas tersebut menuai beragam respons. Seperti dilontarkan oleh Gabungan Industri Kendaran Bermotor (Indonesia).
“Kita serahkan ke pemerintah apa yang terbaik buat kita. Industri otomotif, penjualan dan lain sebagainya,” ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di ICE BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.
Jongkie mengatakan, pemerintah pasti sudah memikirkan berbagai aspek dalam merumuskan sebuah kebijakan.
Termasuk saat memutuskan pemberian insentif di tahun depan. Oleh sebab itu Gaikindo menunggu bagaimana keputusan dari para pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Tidak ada masalah, kita yakin pemerintah pasti memberikan yang terbaik untuk ini. Karena mereka juga tidak mau industrinya terpuruk, selalu pesannya tidak boleh PHK, iya kan?,” lanjut Jongkie.
Ia juga menambahkan, kalau Gaikindo tidak mempermasalahkan jenis bantuan dari pemerintah. Entah disebut insentif atau lain-lain.
Terpenting penjualan mobil baru di Tanah Air pada 2026 bisa kembali bergairah. Sehingga mampu mendatangkan dampak positif.
Dia juga menyatakan bahwa, pemerintah sudah mengetahui bagaimana kondisi dari industri otomotif di dalam negeri.
Apalagi Gaikindo rutin memberikan laporan kinerja pasar mobil baru kepada pemerintah. Terutama saat ada penurunan maupun peningkatan.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru di periode Januari-Oktober 2025 adalah 660.659 unit.
Angka di atas masih jauh dari target yang ingin dicapai Gaikindo. Sebab mereka bertekad ada 850 ribu unit sampai 900 ribu unit kendaraan roda empat terniaga di 2025.
Namun rasanya angak di atas, cukup sulit untuk dicapai oleh Toyota, Daihatsu, BYD hingga Jaecoo pada penghujung tahun nanti.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 11:26 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
05 Maret 2026, 12:00 WIB
03 Maret 2026, 12:00 WIB
03 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
10 Maret 2026, 07:11 WIB
Satu unit mobil diyakini kuat merupakan BYD M6 Hybrid, dibalut kamuflase di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 10 Maret 2026 terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di Ibu Kota
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan pengendara, kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung dari dua tempat berbeda hari ini
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima titik lokasi SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi Anda yang ingin melakukan perpanjangan SIM
09 Maret 2026, 17:00 WIB
Menurut data di laman resmi AISI, para produsen berhasil mendistribusikan 587.354 motor baru di Februari
09 Maret 2026, 15:00 WIB
Sampai saat ini, sudah 7.000 Jaecoo J5 EV yang sudah berhasil terkirim ke garasi para konsumen di Indonesia
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Februari 2026 mencatatkan tren positif dibandingkan bulan sebelumnya
09 Maret 2026, 11:00 WIB
Daihatsu kembali mengajak 21 komunitas yang merupakan pelanggan tetap untuk mudik bareng di Lebaran 2026