Test Drive Wuling Eksion PHEV, Ratusan KM Tanpa Drama

Wuling Eksion PHEV diajak melintasi berbagai macam medan jalan tanpa mengalami kesulitan dan ramah di kantong

Test Drive Wuling Eksion PHEV, Ratusan KM Tanpa Drama
Rating Trenoto :

powertrain bertenaga dan efisien

desain setir terlalu sederhana, posisi kaki di baris pertama terganggu

Denny Basudewa

Lalu fitur lain nan memudahkan para pemilik Wuling Eksion adalah hadirnya electric tailgate. Teknologi ini terbukti memudahkan untuk keluar masuk barang.

Impresi Berkendara

Memulai petualangan dari kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, KatadataOTO mengambil posisi penumpang depan.

Jok yang tebal dan empuk berikut side bolster tebal menjaga tubuh tetap seimbang. Meskipun mobil tengah bermanuver cepat.

Lumbar sistem kursi penumpang depan hingga sopir juga mendukung untuk perjalanan jauh.

Dalam acara media test drive kali ini, dibagi dalam beberapa pemberhentian. Dari Jakarta kami bergerak ke arah Purwokerto melalui tol Cipali.

Wuling Eksion
Photo: istimewa

Namun menyempatkan diri beristirahat di rest area KM 102. Kemudian rombongan makan siang di Cirebon.

KatadataOTO berkesempatan berada di balik kemudi. Impresi pertama yang dirasakan adalah posisi mengemudi fleksibel.

Lalu visibilitas ke jalanan juga menyenangkan karena cukup luas. Sebagai SUV dengan ground clearance 180 mm, pandangan juga lebih luas.

Lalu bentuk setir palang dua dan bagian bawah rata membuat pergerakan tangan cukup lincah.

Hanya ada satu catatan ketika sedang mengemudi. Pada bagian kaki kiri tidak tersedia leg rest.

Performa

Di atas kertas, Wuling Eksion PHEV menawarkan output sebesar 105 hp pada 5.800 rpm dan torsi puncak 130 Nm pada 4.600 – 5.000 rpm dari mesin bensin 1.498 cc NA (naturally Aspirated).

Sedangkan motor listriknya menyodorkan daya 145 kW atau 195 hp dan torsi puncak 230 Nm.

Wuling Eksion
Photo: KatadataOTO

Namun ketika mengemudikan langsung, semburan tenaga Wuling Eksion PHEV sangat responsif. Bahkan ketika pedal gas diinjak penuh, kepala terasa tertarik ke belakang.

Tarikannya bisa juga sangat halus ketika bukaan gas diatur secara terukur. Hal ini berkat teknologi dedicated hybrid transmission yang mengandalkan magnet.

Menempuh jalanan tidak rata juga berkelok naik maupun turun tidak berarti bagi Wuling Eksion. Karena SUV tersebut menggunakan suspensi model multi-link sehingga kami tetap tenang di dalam mobil.

Jarak Tempuh

Perjalanan hari pertama, kami menempuh jarak 385,7 km. Adapun baterai masih tersedia kemampuan hingga 25 km dan bensin masih menyisakan 714 km.

Secara keseluruhan mobil masih bisa menempuh jarak 739 km sampai benar-benar habis dayanya. Fakta ini sesuai dengan klaim pabrikan yang menyebut mobil bisa menempuh jarak lebih dari 1.000 km mengandalkan dua powertrain.

Berdasarkan data di panel meter kendaraan, konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak) Wuling Eksion PHEV secara kombinasi tertera 1:24,9 km/l.

Fakta di atas bahkan lebih baik daripada catatan konsumsi BBM milik LCGC sekalipun. Sekadar informasi, mobil dihuni empat orang dewasa berikut barang bawaan.

Wuling Eksion
Photo: KatadataOTO

Kemudian pada hari selanjutnya rombongan menuju Yogyakarta melalui Wonosobo. Melintasi jalanan pedesaan, mobil melalui banyak stop and go.

Sampai di Jogja, MID Wuling Eksion yang kami gunakan tercatat telah menempuh perjalanan sejauh 630,3 km.

Lalu sisa jarak tempuh kendaraan masih 554 km lagi. Adapun sepanjang perjalanan kami menggunakan mode berkendara hybrid, sehingga sistem secara pintar mengatur penggunaan daya.

Kesimpulan

Sebagai SUV medium yang dipasarkan dengan harga kurang dari Rp 500 juta, Wuling Eksion PHEV merupakan pilihan menarik dibandingkan kompetitor sekelas.

Fitur pada mobil ini bisa diandalkan untuk mobilitas sehari-hari di perkotaan. Namun jika dibutuhkan untuk keluar kota, Wuling Eksion PHEV khususnya mampu mengeliminasi range anxiety.

Wuling Eksion
Photo: istimewa

Meskipun ada sedikit catatan kecil pada kursi baris pertama di bagian penumpang, kaki kiri terganjal ruang roda atau wheel well.

Lalu pada sisi pengemudi kaki kiri tidak tersedia leg rest yang menurut penulis, cukup diperlukan untuk perjalanan jauh.

Adapula model setir palang dua meskipun membantu pengendalian, namun terlihat sederhana.

Terakhir minim tombol fisik pada dasbor, jelas butuh adaptasi agar saat pengoperasiannya tidak mengganggu konsentrasi.


Terkini

mobil
Geely Okavango

Menanti Debut Geely Okavango, SUV Bensin Rival Chery Tiggo 8

Geely Okavango sudah terdaftar di Indonesia, SUV bermesin bensin yang diyakini masuk setelah Coolray

mobil
DFSK E5 Plus

Harga DFSK E5 Plus Diungkap, Mulai Rp 500 Jutaan

DFSK E5 Plus resmi dijual dengan harga Rp 500 juta-550 jutaan, terpesan ribuan unit sejak dibuka kerannya

otosport
MotoGP 2027

Susunan Sementara Pembalap MotoGP 2027, Quartararo ke Honda

Fabio Quartararo resmi bergabung ke tim pabrikan Honda mulai MotoGP 2027 dengan kontrak selama dua tahun

news
SIM Keliling Bandung

2 Lokasi SIM Keliling Bandung 22 Juli 2026, Catat Jadwalnya

Kepolisian berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung

news
Ganjil Genap Jakarta

Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 22 Juli 2026 Ada ETLE

Pengguna kendaraan roda empat harap memperhatikan aturan ganjil genap Jakarta hari ini yang dimulai sejak pagi

news
SIM Keliling Jakarta

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Rabu 22 Juli 2026

SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak persyaratannya

mobil
Chery

Fitur Chery Tiggo 9 CSH yang Bermanfaat saat Berpetualang

Fitur V2L pada Chery Tiggo 9 CSH bisa berguna saat rumah tengah mengalami pemadaman listrik secara massal

mobil
Changan Deepal S05

Changan Deepal S05 Resmi Dipasarkan, Harga Rp 500 Jutaan

Changan Deepal S05 resmi dipasarkan untuk para konsumen di Indonesia, mobil ini dipasarkan dalam dua varian