Hyundai Santa Fe XRT Debut di IIMS 2026, Varian Paling Sporti
06 Februari 2026, 15:30 WIB
Performa Hyundai Santa Fe Hybrid terbilang cukup menyenangkan untuk menjawan kebutuhan berkendara di beragam medan
Oleh Adi Hidayat
Puas melihat-lihat, tiba giliran kami mencoba langsung performa dari Hyundai Santa Fe Hybrid. Untuk mendapatkan posisi berkendara yang pas terbilang sangat mudah berkat hadirnya Electric Seat dan Tilt and Telescopic Steering.
Setelah mendapat posisi terbaik kami pun menekan pedal gas menuju Garut, Jawa Barat. Lokasi tersebut dinilai cukup menarik karena lintasannya cukup beragam sehingga cocok untuk membuktikan performa dari mobil.
Perlu diketahui bahwa Hyundai Santa Fe Hybrid menggunakan mesin Smartstream 1.598 cc T-GDi HEV lalu disandingkan turbocharged serta motor listrik berdaya 132 kW.
Berkat ini maka total tenaganya adalah 231 hp di 5.600 rpm dan torsi 367 Nm pada 1.000-4.100 rpm yang dialirkan ke dua roda depan melalui transmisi 6 percepatan otomatis.
Untuk menambah pengalaman berkedara tersedia beberapa mode berkendara pada mobil yaitu Eco, Sport dan Normal. Ketiganya bisa dipilih sesuai kebutuhan berkendara pengemudi.
Selama test drive kami memilih mode terakhir karena dinilai dapat menyeimbangkan antara kebutuhan berkendara dengan efisiensi bahan bakar. Sehingga bukan tidak mungkin opsi ini bakal banyak dipilih pemilik Hyundai Santa Fe Hybrid.
Keputusan memilih mode tersebut tersebut terbayar karena selama kami berkendara di jalan tol, performa Hyundai Santa Fe cukup meyakinkan. Mobil bisa melesat dengan kecepatan sedang hingga tinggi tanpa ada kendala.
Hadirnya fitur Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA) dan Blind-Spot View Monitor (BVM) juga sangat membantu khususnya saat harus bermanuver mendahului kendaraan lain.
Keluar pintu tol, kami pun harus menghadapi lalu lintas yang cukup padat. Untungnya posisi mengemudi Hyundai Santa Fe Hybrid cukup luas sehingga tidak menyulitkan dalam menjaga jarak aman dengan kendaraan di sekitar.
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, jalur menuju Garut sangat terkenal akan tanjakannya. Namun hal tersebut rupanya sama sekali tidak menyulitkan kami untuk melawatinya.
Besarnya torsi mesin langsung terasa meski kami harus mengawali pendakian dari posisi yang kurang optimal. Tak perlu menekan pedal terlalu dalam tetapi performa mobil tetap bisa diandalkan.
Sementara ketika memasuki turunan, mesin pun berhenti bekerja digantikan oleh motor listrik yang mengambil daya dari baterai. Kombinasi ini pun diharapkan bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih optimal.
Saat perjalanan dari Bandung ke kawah Kamojang, Garut, kami mendapat konsumsi BBM sebesar 13,6 km per liter. Angka itu didapatkan dalam cara mengemudi normal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Februari 2026, 15:30 WIB
22 Oktober 2025, 10:00 WIB
04 September 2025, 13:00 WIB
15 Agustus 2025, 20:00 WIB
02 Juni 2025, 21:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya