Jadwal MotoGP San Marino 2026: Kans Marquez Tumbangkan Martin
09 September 2026, 09:00 WIB
Ajang balap WSBK di Mandalika sebabkan kerugian ratusan miliar setiap tahunnya sehingga bakal dicoret
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Sirkuit Internasional Mandalika yang resmi dibuka pada 2021 telah berhasil menyelenggarakan berbagai ajang balap motor kelas dunia. Kejuaraan WSBK (World Superbike) dan MotoGP telah sukses memukau para penggemarnya di Tanah Air.
Namun di balik kesuksesan penyelenggaraan kegiatan balap motor bergengsi tersebut di atas, sirkuit Mandalika ternyata menyisakan pekerjaan rumah. Perusahaan holding pariwisata BUMN (Badan Usaha Milik Negara) InJourney atau ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) terlilit utang dari proyek pembangunan sirkuit senilai Rp4.6 triliun.
Dony Oskaria mengatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya tidak bisa menyelesaikan berbagai kewajiban.
“Di antaranya untuk bayar pembangunan Grand Stand, VIP Village dan kebutuhan modal kerja penyelenggaraan event,” kata Dony seperti dikutip Katadata dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR.
Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam perhelatan WSBK di Mandalika, pihak pengelola mengalami kerugian besar. Oleh karena itu diperlukan negosiasi ulang agar tidak memberatkan operasional.
Dalam hal ini dikatakan dalam menggelar WSBK, InJourney mengalami kerugian hingga Rp100 miliar. Acara balap motor tersebut direncanakan untuk dihapus karena dianggap tidak menarik bagi sponsor.
“WSBK telah menunjukkan, sehingga kami akan melakukan negosiasi untuk menghilangkannya,” tuturnya kemudian.
Menurutnya jika event balap tersebut di atas dihilangkan, maka beban perusahaan akan menyusut. Karena apabila tetap dipertahankan maka setiap tahunnya akan terus membengkak.
Lalu dalam penyelenggaraan MotoGP mereka juga mengatakan mengalami kerugian. Namun angkanya tidak sebesar WSBK yang dianggap tidak menarik bagi para investor.
Berdasarkan catatan InJourney kerugian didapatkan dalam gelaran MotoGP mencapai Rp50 miliar. Dikarenakan penampilan Marc Marquez dan kawan-kawan masih menjadi magnet bagi investor, meskipun jumlahnya masih belum banyak.
“MotoGP itu sudah kita hitung dan kita punya gap. Ini yang sedang kita carikan cara bagaimana mendapat tambahan sponsorship,” tegasnya.
Hutang InJourney sendiri terbagi dua yakni jangka pendek dan panjang. Untuk pembayaran jangka pendek mereka meminta PMN (Penyertaan Modal Negara) kepada pemerintah sebesar Rp1.19 triliun.
“Terus terang saya tidak bisa selesaikan kewajiban shot term ini. Karena penyelesaiannya harus dengan equity,” pungkasnya kemudian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 September 2026, 09:00 WIB
03 September 2026, 09:00 WIB
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan